
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>awas MIFEE</title>
	<atom:link href="https://awasmifee.potager.org/?feed=rss2&#038;lang=id" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://awasmifee.potager.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2021 11:17:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>(English) Food estate plans back with a vengeance for Southern Papua.</title>
		<link>https://awasmifee.potager.org/?p=1697&#038;lang=id</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2021 11:17:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Merauke]]></category>
		<category><![CDATA[Food Estate]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://awasmifee.potager.org/?p=1697</guid>

					<description><![CDATA[Ma\&#8217;af, tulisan ini hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. Kadang-kadang ada artikel ditulis dalam Bahasa Inggris yang perlu diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Kalau ada ahli bahasa yang ingin membantu dalam hal ini, tolong kirim email kepada: awasmifee@potager.org]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-id">Ma\&#8217;af, tulisan ini hanya tersedia dalam Bahasa Inggris.          Kadang-kadang ada artikel ditulis dalam Bahasa Inggris yang perlu diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Kalau ada ahli bahasa yang ingin membantu dalam hal ini, tolong kirim email kepada: awasmifee@potager.org</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>K</title>
		<link>https://awasmifee.potager.org/?p=1688&#038;lang=id</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2019 10:40:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seputar Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Central Cipta Murdaya]]></category>
		<category><![CDATA[Forest Stewardship Council]]></category>
		<category><![CDATA[FSC]]></category>
		<category><![CDATA[Gama Plantation]]></category>
		<category><![CDATA[Korindo]]></category>
		<category><![CDATA[Moorim Paper]]></category>
		<category><![CDATA[Salim Group]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Budi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://awasmifee.potager.org/?p=1688</guid>

					<description><![CDATA[Ma\&#8217;af, tulisan ini hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. Kadang-kadang ada artikel ditulis dalam Bahasa Inggris yang perlu diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Kalau ada ahli bahasa yang ingin membantu dalam hal ini, tolong kirim email kepada: awasmifee@potager.org]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="qtranxs-available-languages-message qtranxs-available-languages-message-id">Ma\&#8217;af, tulisan ini hanya tersedia dalam Bahasa Inggris.          Kadang-kadang ada artikel ditulis dalam Bahasa Inggris yang perlu diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Kalau ada ahli bahasa yang ingin membantu dalam hal ini, tolong kirim email kepada: awasmifee@potager.org</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berdalih Atas Desakan Masyarakat, PT MSL Mulai ‘Pembibitan Kelapa Sawit’ di Mansel.</title>
		<link>https://awasmifee.potager.org/?p=1682&#038;lang=id</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2019 09:31:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seputar Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Capitol Group]]></category>
		<category><![CDATA[PT Mitra Silva Lestari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://awasmifee.potager.org/?p=1682</guid>

					<description><![CDATA[Manokwari, TP – PT Mitra Silva Lestari (MSL) dikabarkan sudah mempekerjakan masyarakat untuk melakukan pembibitan kelapa sawit di Kampung Yarmatum, Distrik Tahota, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel). Padahal, PT MSL disebut-sebut belum mengantongi izin lingkungan atau mengurus dokumen Amdal ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Papua Barat. Pimpinan PT MSL, A.J. Siregar membenarkan jika pihaknya sudah [&#8230;]]]></description>
			

							<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://awasmifee.potager.org/uploads/2019/08/PT-MSL-Pembibitan-.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1683" src="http://awasmifee.potager.org/uploads/2019/08/PT-MSL-Pembibitan-.jpeg" alt="" width="847" height="345" srcset="https://awasmifee.potager.org/uploads/2019/08/PT-MSL-Pembibitan-.jpeg 847w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2019/08/PT-MSL-Pembibitan--300x122.jpeg 300w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2019/08/PT-MSL-Pembibitan--768x313.jpeg 768w" sizes="(max-width: 847px) 100vw, 847px" /></a>Manokwari, TP – PT Mitra Silva Lestari (MSL) dikabarkan sudah mempekerjakan masyarakat untuk melakukan pembibitan kelapa sawit di Kampung Yarmatum, Distrik Tahota, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).</p>
<p>Padahal, PT MSL disebut-sebut belum mengantongi izin lingkungan atau mengurus dokumen Amdal ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Papua Barat.</p>
<p>Pimpinan PT MSL, A.J. Siregar membenarkan jika pihaknya sudah melakukan pembibitan Kelapa Sawit atas permintaan disertai desakan warga setempat. Sementara untuk pengurusan dokumen Amdal, is mengaku sedang dalam proses pengurusan.</p>
<p>“Kita mendapat desakan dari masyarakat agar mereka diberikan pekerjaan, makanya kita buka lahan di bekas kebun warga kurang lebih 2 hektar untuk tempat pembibitan Kelapa Sawit, sehingga warga di sana bekerja mengisi bahan ke dalam polybag”, terang Siregar yang dihubungi Tabura Pos via ponselnya, kemarin.</p>
<p>Diakui Siregar, PT MSL dalam posisi dilema, dimana warga mengatakan jika terlalu lama perusahaan membuka lapangan pekerjaan, nanti mereka tidak mau lagi menerima perusahaan.</p>
<p>Oleh sebab itu, lanjut dia, pihaknya mengakomodir permintaan dan desakan warga untuk melakukan pembibitan. “Kita buat pembibitan dulu, tapi kita buat di lahan kebun warga,” tandas Siregar.</p>
<p>Mendapatkan desakan dari warga, sambut Siregar, maka pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari Selatan, dalam hal ini Kepala Dinas PTSP.</p>
<p>“Kita tanya bagaimana ini pak, masyarakat desak kita. Beliau memberi saran agar kami kasih pekerjaan ke masyarakat, tetapi jangan dulu membuka hutan. Itulah dasar kami melakukan persiapan kecambah kelapa sawit. Selain itu, warga juga mau memberikan lahan bekas kebunnya untuk kita, sehingga kita tidak ada buka hutan,” tandas Siregar.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Penegakkan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidoup dan Pertanahan Provinsi Papua Barat, Daniel L Haumahu, mengakui bahwa PT MSL belum memiliki dokumen Amdal sampai saat ini.</p>
<p>“Kita belum ada urus Amdal PT MSL. Dulu pernah mereka ajak kita lakukan sosialisasi Amdal ke masyarakat di Mansel, tapi kami melihat tidak sesuai mechanism, maka kami anjurkan agar pemrakarsa ikut atau koordinasi dulu dengan kami dengan melibatkan SKPD terkait di Provinsi. Namun sampai sekarang mereka tidak pernah datang lagi urus dokumenntnya,” tandas Haumahu yang dihubungi Tabura Pos, kemarin.</p>
<p>Untuk itu, ia menegaskan, PT MSL jangan membuat warga menjadi tameng supaya memaksakan keinginan perusahaan. Segera urus izin dan ikut mekanisme yang berlaku. Kalau tidak mau, kena pidana,” tukasnya.</p>
<p><span id="more-1682"></span></p>
<p>Ia menambahkan, di Kabupaten Mansel memang sudah ada DLH (Dinas Lingkungan Hidup), tetapi belum memiliki tim teknis untuk mengurus dokumen Amdal, sehingga mereka wajib mengurusnya ke DLH Provinsi Papua Barat.</p>
<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Mansel mengaku belum menerima laporan tentang pembibitan kelapa sawit tersebut.</p>
<p>“Memang belum lama ini, kami ada sosialisasi dan rapat di Kantor Bupati, tetapi waktu itu Sekda tegaskan, jangan bergerak dulu sebelum ada izin lingkungan atau dokumen Amdal dari perusahaan. Kita tidak boleh menabrak aturan yang telah ditetapkan pemerintah,” tandas Bua.</p>
<p>Menanggapi kejadiaan itu, aktivis lingkungan dari Pantau Gambut Papua Barat, Yohanes Akwan menegaskan, sebelum semua proses izin dilakukan, tidak boleh ada aktivitas apapun, meski itu di kebun masyarakat.</p>
<p>“Mau di kebun masyarakat pun, tidak boleh diberikan izin oleh pemerintah, karena tidak ada izinnnya”, ujar Akwan, kemarin.</p>
<p>Dikatakannya, intinya tidak boleh ada aktivitas dan sangat tidak masuk akal kalau disebut atas dasar desakan masyarakat. “Ada pernah kasus di Papua Barat ini, masyarakat menyesal telah memberikan tanah adatnya ke perkebunan kelapa sawit dengan tipu daya yang sudah dilakukan perusahaan,” ungkapnya.</p>
<p>Sebelum ada perizinan dan kepastian hak-hak masyarakat, ujar Akwan, tidak boleh melakukan aktivitas, apalagi dengan alasan desakan masyarakat.</p>
<p>Lanjut dia, dari informasi yang didengarnya, dari beberapa kali pertemuan, tidak semua masyarakat di sana menyetujui atau menerima rencana kehadiran perusahaan kelapa sawit.</p>
<p>“Masih ada yang menerima dan ada yang menolak, maka pemerintah harus hadir dan duduk bersama semua lapisan masyarakat dan melakukan musyawarah agar tidak ada konflik di tengah masyarakat di kemudian hari,” pungkas Akwan.</p>
<p>Sumber:<a href="https://taburapos.com/"> Tabura Pos</a> (edisi cetak 8 Agustus 2019)</p>


				<div id="map_ol3js_1" class="map undefined" data-map_name="undefined" data-map="map_ol3js_1" style="width:95%; max-width:100%; height:450px; display:block; overflow:hidden;border:thin solid ;" >
				  <div id="map_ol3js_1_popup" class="ol-popup" >
					<a href="#" id="map_ol3js_1_popup-closer" class="ol-popup-closer"></a>
					<div id="map_ol3js_1_popup-content" ></div>
				  </div>
				</div>
			
				<link rel="stylesheet" href="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/js/OL/7.1.0/ol.css?ver=7.1.0" type="text/css">
				<link rel="stylesheet" href="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/css/osm_map_v3.css?ver=1.0.0" type="text/css">
				<link rel="stylesheet" href="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/css/osm_map.css?ver=1.0.0" type="text/css">
				<!-- The line below is only needed for old environments like Internet Explorer and Android 4.x -->
                                <script src="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/js/polyfill/v2/polyfill.min.js?features=requestAnimationFrame,Element.prototype.classList,URL"></script>

				<script src="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/js/OL/7.1.0/ol.js?ver=7.1.0" type="text/javascript"></script>
				<script src="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/js/osm-v3-plugin-lib.js?ver=1.0.0" type="text/javascript"></script>
				<script src="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/js/osm-metabox-events.js?ver=1.0.0" type="text/javascript"></script>
				<script src="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/js/osm-startup-lib.js" type="text/javascript"></script>
				<script type="text/javascript">
					translations['openlayer'] = "open layer";
					translations['openlayerAtStartup'] = "open layer at startup";
					translations['generateLink'] = "link to this map with opened layers";
					translations['shortDescription'] = "short description";
					translations['generatedShortCode'] = "to get a text control link paste this code in your wordpress editor";
					translations['closeLayer'] = "close layer";
					translations['cantGenerateLink'] = "put this string in the existing map short code to control this map";
			  </script>


			  <script type="text/javascript">
			  vectorM['map_ol3js_1'] = [];
	        
        var raster = getTileLayer("","NoKey");			

			  var map_ol3js_1 = new ol.Map({
				interactions: ol.interaction.defaults.defaults({mouseWheelZoom:false}),
				layers: [raster],
				target: "map_ol3js_1",
				view: new ol.View({
				  center: ol.proj.transform([134.0066,-1.7721], "EPSG:4326", "EPSG:3857"),
				  zoom: 12
				})
			  });
			  osm_addMarkerLayer(map_ol3js_1,134.0066,-1.7721,"https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png",-16,-41,"<p></p>") ; 
addControls2Map(map_ol3js_1,0,0,3,0,5,6,7,0,1);
osm_addPopupClickhandler(map_ol3js_1,  "map_ol3js_1"); 
osm_addMouseHover(map_ol3js_1); </script>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Burung Endemik Papua di Nimbokrang Terancam Ekspansi Sawit</title>
		<link>https://awasmifee.potager.org/?p=1674&#038;lang=id</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2019 15:10:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seputar Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Birdwatching Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Indogunta Group]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Korea]]></category>
		<category><![CDATA[Nimbokrang]]></category>
		<category><![CDATA[PT Permata Nusa Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[Rhepang Muaif]]></category>
		<category><![CDATA[Salim Group]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://awasmifee.potager.org/?p=1674</guid>

					<description><![CDATA[Jalan Korea, salah satu titik pemantauan burung-burung endemik Papua, di Kabupaten Jayapura, Papua, terancam. Titik ini masuk dalam area konsesi perusahaan sawit, dan bisa berarti pepohonan bakal hilang dan satwa termasuk burung pun akan menghilang… Jalan Korea, merupakan satu spot pemantauan burung yang jadi destinasi wisata para pecinta burung dunia selama 27 tahun terakhir. Alex [&#8230;]]]></description>
			

							<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://awasmifee.potager.org/uploads/2019/07/papua-Alex-Waisimon-saat-berada-di-lokasi-pembukaan-lahan-PT.-Permata-Nusa-Mandiri-1200x800.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-1676" src="http://awasmifee.potager.org/uploads/2019/07/papua-Alex-Waisimon-saat-berada-di-lokasi-pembukaan-lahan-PT.-Permata-Nusa-Mandiri-1200x800-1024x683.jpg" alt="" width="600" height="400" srcset="https://awasmifee.potager.org/uploads/2019/07/papua-Alex-Waisimon-saat-berada-di-lokasi-pembukaan-lahan-PT.-Permata-Nusa-Mandiri-1200x800-1024x683.jpg 1024w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2019/07/papua-Alex-Waisimon-saat-berada-di-lokasi-pembukaan-lahan-PT.-Permata-Nusa-Mandiri-1200x800-300x200.jpg 300w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2019/07/papua-Alex-Waisimon-saat-berada-di-lokasi-pembukaan-lahan-PT.-Permata-Nusa-Mandiri-1200x800-768x512.jpg 768w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2019/07/papua-Alex-Waisimon-saat-berada-di-lokasi-pembukaan-lahan-PT.-Permata-Nusa-Mandiri-1200x800.jpg 1200w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<ul>
<li><em>Jalan Korea, salah satu titik pemantauan burung-burung endemik Papua, di Kabupaten Jayapura, Papua, terancam. Titik ini masuk dalam area konsesi perusahaan sawit, dan bisa berarti pepohonan bakal hilang dan satwa termasuk burung pun akan menghilang…</em></li>
<li><em>Jalan Korea, merupakan satu spot pemantauan burung yang jadi destinasi wisata para pecinta burung dunia selama 27 tahun terakhir.</em></li>
<li><em>Alex Waisimon, pengelola ekowisata Bird Watching menilai, kehadiran perkebunan sawit di wilayah ini, hanya mengulang cerita buruk dari berbagai daerah lain di Papua, di mana orang Papua yang bergantung pada hutan justru tersingkiran hutan itu sendiri.</em></li>
<li><em>Emmy Mandosir, Kepala Badan Lingkungan Hidup Papua mengatakan, segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, membahas persoalan ini. Kalau memang kawasan ini titik pemantauan burung endemik, masih memungkinkan evaluasi perizinan dan mengeluarkan wilayah itu.</em></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kami ke lokasi pembukaan lahan PT. Permata Nusa Mandiri (PNM), Rabu (5/6/19). Ratusan meter sebelum kamp perusahaan, mobil kami berhenti. Di sebelah kiri jalan, di balik hutan tipis tersisa, tampak hamparan lahan kosong nan luas. Hutan baru terbabat untuk tanam sawit.</p>
<p>Melalui jalan setapak, kami masuk ke lokasi ini. Pohon-pohon yang ditebang sudah diangkut keluar. Hanya tergeletak sisa kayu bersama jejak ban alat berat yang tertinggal di tanah.</p>
<p>Alex Waisimon, dengan teropong berusaha melihat ujung dari area yang sudah dibuka. Teropong yang sama biasa dia pakai untuk melihat burung.</p>
<p><strong>Baca juga: </strong><strong><a href="http://www.mongabay.co.id/2017/03/25/alex-waisimon-penjaga-hutan-dari-lembah-grime/"><span style="color: #339966;">Alex Waisimon, Penjaga Hutan dari Lembah Grime</span></a></strong></p>
<p>Alex Waisimon, banyak beraksi dalam melindungi hutan, melestarikan cendrawasih dan satwa lain sekaligus berperan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui ekowisata Bird Watching.</p>
<p>Dia penerima penghargaan sebagai Pahlawan Keragaman Hayati ASEAN atau The ASEAN Biodiversity Heroes dari ASEAN Center for Biodiversity (ACB). Sebelum itu, Alex juga terima penghargaan Kalpataru 2017 dan Kick Andy Heroes 2017.</p>
<p>Hari itu, meski tak banyak bicara, Alex, tampak gusar. Pembukaan lahan kebun sawit ini mengancam burung endemik di tempat ini. Bahkan, satu <em>spot </em>pemantauan burung yang jadi destinasi wisata para pecinta burung dunia selama 27 tahun terakhir, masuk dalam konsesi perusahaan. Spot ini dikenal dengan nama Jalan Korea.</p>
<p>Jalan Korea karena merupakan bekas jalan pengangkutan kayu satu perusahaan asal Korea. Jamil, pemandu wisata dari Nimbokrang, yang pertama kali mengenalkan titik ini.<span id="more-1674"></span></p>
<p>Di titik Jalan Korea, tampak pohon-pohon masih berdiri tegak. Ini sebenarnya hanya pohon-pohon sisa karena area ini juga jadi sasaran para penebang liar. Jejak penebang liar bahkan masih tampak baru di sepanjang pinggir jalan.</p>
<p>Beberapa burung endemik Papua bisa ditemukan di titik ini. Dikutip dari website <a href="http://burung-nusantara.org/birding-sites/papua/nimbokrang/"><em>burung-nusantara.org</em></a>, species burung yang bisa dilihat antara lain, kasuari gelambir tunggal, mambruk Victoria, cenderawasih mati kawat dan cenderawasih paruh sabit paruh putih.</p>
<p><em>Spot </em>inipun jadi favorit para pencinta burung dan muncul dalam berbagai <em>review </em>website travel dan burung seperti, bindertravel, pinecreekpictures, milestothewild,   burung-nusantara, birdingindonesia, papuabirdclub dan website lain.</p>
<p>Dalam peta izin kebun sawit PNM, Jalan Korea, ini masuk konsesi. Letaknya tidak jauh dari ujung areal terakhir yang dibuka.</p>
<p>Alex kecewa dengan sikap pemerintah membiarkan area ini jadi kebun sawit. Padahal, mengembangkan <em>spot </em>yang sudah terkenal ini jauh lebih mudah dan menghemat biaya dibanding merintis destinasi wisata baru sebagaimana yang gencar dilakukan Pemerintah Kabupaten Jayapura.</p>
<p>Ditambah lagi, kenyataan perkebunan sawit tak pernah mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat adat, sebagai pemilik ulayat.</p>
<p><strong>Baca juga: </strong><strong><a href="https://www.mongabay.co.id/2018/09/15/alex-waisimon-pahlawan-keragaman-hayati-dari-papua/"><span style="color: #339966;">Alex Waisimon, Pahlawan Keragaman Hayati dari Papua</span></a></strong></p>
<p>Bagi Alex, kehadiran perkebunan sawit di wilayah ini, hanya mengulang cerita buruk dari berbagai daerah lain di Papua, di mana orang Papua yang bergantung pada hutan justru tersingkiran hutan itu sendiri.</p>
<p>Alex tidak bisa berbuat banyak. <em>Spot </em>Jalan Korea ini, bukanlah wilayah sukunya. Apalagi, terdengar kabar, masyarakat pemegang hak ulayat lokasi ini sudah menerima uang ganti rugi dari perusahaan.</p>
<p>Selain <em>spot </em>Jalan Korea, <em>spot </em>pemantauan burung lain di sekitar juga terancam. Pembukaan lahan kebun sawit seluas 32.000 hektar ini secara drastis akan mengubah ekosistem di wilayah ini. <em>Spot </em>KM 8, misal, meski tak masuk dalam konsesi tetapi terletak sangat dekat dengan batas perkebunan sawit ini.</p>
<p>Tidak semua marga sudah melepas lahan ke perusahaan. Alex berkeras hati tak akan membiarkan perusahaan ini masuk ke wilayahnya, bahkan untuk sekadar membangun jalan.</p>
<p>Pada 2016, suku Waisimon, sudah menyerahkan lokasi ini kepadanya untuk dikelola jadi kawasan konservasi seluas 19.000 hektar. Di wilayah mereka juga terdapat beberapa <em>spot </em>pemantauan burung yang dikenal dengan nama Isio Hill’s Bird Watthing.</p>
<p>“Kalau untuk Suku Waisimon tetap pertahankan. Suku lain mereka senang sawit masuk. Kami tidak. Karena <em>spot </em>ini sudah terkenal, kami tinggal meneruskan. Untuk itu, pemerintah harus perhatikan.”</p>
<p>Alex berharap, pemerintah segera turun tangan menyelamatkan <em>spot </em>Jalan Korea dan sekitar.</p>
<p>***</p>
<p>PNM mendapat izin lokasi melalui Surat Keputusan Bupati Jayapura Nomor 213 Tahun 2011, izin lingkungan pada 20 Februarui 2014 melalui Keputusan Bupati Jayapura Nomor 62/2014. Izin pelepasan kawasan hutan dari Kementerian kehutanan Nomor SK680/Menhut-II/2014.</p>
<p>Perusahaan ini mendapat seluas 32.000 hektar meliputi Distrik Unurumguay, Namblong, Nimboran, Nimbokrang, Kemtuk dan Distrik Kemtuk Gresi. Perusahaan ini juga akan membangun pabrik pengolaha sawit di Demta.</p>
<p>Dalam dokumen Analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) PNM, area konservasi hanya di badan sungai seluas 2.671 hektar. Tak ada informasi, di kawasan ini ada tempat hidup berbagai burung endemik Papua yang harus dilindungi.</p>
<p>Nama Marga Waisimon, tidak ada dalam daftar pemilik ulayat. Adapun daftar 26 marga yang area masuk konsesi PNM antara lain Ters, Jek, Meigar, Yanbe, Sobor, Sasbe, Gorto, Sawa, Goakan, Yandu, Tecuari, Bano, Kasmando, Joshua, Kasse, Bue, Yewi, Hawasse, Bally, Sem, Swally, Sanggrawai, Sanggrabano, Wow, Manggo, dan Tarko.</p>
<p>Agus Sawa, perwakilan salah satu suku yang wilayah masuk konsesi PNM mengaku, belum menandatangani pelepasan wilayah. Namun, dia bersama 13 suku para pemilik yang lain sudah menerima uang dari PNM Rp4 milliar untuk lahan seluas 10.000 hektar.</p>
<p>Matias Sanggra, Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Orya Distrik Unurumguay bilang, tak banyak tahu tentang pelepasan kawasan ini.</p>
<p>“Dari DAS belum tahu tentang perusahaan ini. Biasa mereka cari masyarakat yang tidak tahu apa-apa. Baru kami ini macam saya sebagai DAS sebagai distrik, sama sekali tidak tahu. Itu yang susahnya di sini. Sudah masalah, baru <em>dorang </em>(masyarakat adat) lari sama kita. Orang-orang perusahaan ini pintar juga.”</p>
<p>Dia mengetahui, orang-orang yang kini ada dalam manajemen PMN adalah orang-orang sebelumnya ada di manajemen PT Rimba Matoa Lestari (RML), terletak tidak jauh dari PNM. RML sendiri sedang bermasalah dengan masyarakat pemilik ulayat.</p>
<p><strong>Respon pemerintah?</strong></p>
<p>Meski terkenal di kalangan pencinta burung dunia, Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura tak tahu tentang spot Jalan Korea ini.</p>
<p>Saya menemui Alfius Youwe, Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura di sela-sela kegiatan di Sentani 26 Juni 2019. Alfius mengatakan, tiga <em>spot </em>pemantauan burung yang terdaftar di Dinas Pariwasata adalah di Kampung Putali, Distrik Ebungfau; Kampung Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, dan Kampung Amai di Distrik Depapre. Paling terkenal, katanya, Kampung Rhepang Muaif di Nimbokrang.</p>
<p>Di Kampung Rhepang Muaif, yang dimaksud adalah Isyo Hill’s bord Watching yang dikelola Alex Waisimon. <em>Spot </em>pemantauan burung lain seperti KM 8 atau Jalan Korea, baru dia ketahui.</p>
<p>Markus Budiadi, Kepala Bidang Amdal Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura saat saya temui mengatakan, tak ada informasi dari masyarakat terkait keberadaan areal pemantauan burung ini saat penyusunan dokumen amdal.</p>
<p>“Waktu itu, tidak ada informasi dari masyarakat waktu penyusunan dokumen. <em>Kan </em>kita ada sosialisasi. Sebelum proses amdal <em>kan </em>kita sosialisasi ke sana <em>to</em>.”</p>
<p><strong>Kaji ulang dan keluarkan dari konsesi</strong></p>
<p>Emmy Mandosir, Kepala Badan Lingkungan Hidup Papua mengatakan, segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura terkait persoalan ini.</p>
<p>Saat ditemui di kantornya, 25 Juni 2019, kata Emmy, amdal perusahaan ini diproses oleh Komisi amdal Kabupaten Jayapura di bawah pengawasan Badan Lingkungan Hidup Papua.</p>
<p>“Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan. Kalau memang ada dalam kawasan izin saat ini, tentu kita harus evaluasi lagi . Kalau memang ada dalam izin perlu kita lakukan yang namanya pembaharuan terhadap dokumen ini hingga itu dikeluarkan.”</p>
<p>Emmy berjanji, mengecek langsung ke lapangan untuk melihat sendiri kondisi eksisting <em>spot </em>burung ini dan akan berkoordinasi dengan perusahaan.</p>
<p>Ketika dikonfirmasi mengenai persoalan ini, Humas PNM, Ridwan Syarif Abbas mengatakan, tak bisa menjawab dan menyarankan untuk bertanya langsung ke Dinas Kehutanan.</p>
<p><strong>Perda pengelolaan hutan adat</strong></p>
<p>Pemberian izin perkebunan sawit dan praktik pembalakan liar marak di Kabupaten Jayapura, sudah lama jadi kekhawatiran banyak pihak.</p>
<p>Alex yang sejak 2015, mulai mengembangkan Isyo Hill’s Bird sejak awal mengantisipasi masalah ini. Dia didukung berbagai pihak memperjuangan perlindungan hukum atas wilayah ini.</p>
<p>Pada 2018, Bupati Jayapura Matius Awaitouw, akhirnya mengeluarkan surat keputusan (SK) Nomor 188.4/150 Tahun 2018. SK ini menetapkan Bukit Isyo Rhepang Muaif sebagai hutan adat masyarakat hukum adat Yawadatum Wilayah Grime Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, seluas 19.000 hektar.</p>
<p>Dalam peta fungsi kawasan SK 782/Menhut-II/2012, wilayah ini area pemanfaatan lain dan hutan produksi konversi. Dengan SK Bupati Jayapura, dia harapkan wilayah ini tak akan mengalami alih fungsi tetap terlindungi sebagai karya usaha ekowisata <em>bird watching </em>maupun pemanfaatan lain yang memberi keuntungan langsung kepada masyarakat.</p>
<p>Kini, Isyo Hill’s Bird Watching, terus berkembang. Di lokasi ini kini tersedia penginapan, ada 18 kamar siap huni. Di sini juga tersedia aula termpat berbagai pihak mulai dari peneliti, mahasiswa, hingga masyarakat melakukan kegiatan bersama. Sekolah alam masih dalam proses pembangunan. Juli hingga November, tempat ini menerima jadwal kunjungan para pencintan burung. Kini, 300 wisata dalam setahun mengunjungi tempat ini.</p>
<p>“Saya pikir, kita kelola ini saja sudah cukup. Yang penting mau kerja keras. Kerja sendiri, <em>kasi </em>ajar masyarakat. Beberapa kelompok kita ajar supaya mereka bisa hidup dari hutan.”</p>
<p>Namun, katanya, mengembangkan Isyo Hill’s saja tidak cukup. Alex harus berjuang menyelamatkan <em>spot-spot </em>lain sekitar. Daya tarik memantau burung di Nimbokrang, bukan hanya di Isyo Hills juga di <em>spot-spot </em>lain termasuk Jalan Korea.</p>
<p>Adapun tempat wisata burung terkenal di Papua, ada di Biak, Nimbokrang, Arfak, Sorong, Waigeo.</p>
<p><em>Penulis: Asrida Elizabeth</em></p>
<p><em>Sumber: Mongabay Indonesia <a href="https://www.mongabay.co.id/2019/07/11/rumah-burung-endemik-papua-di-nimbokrang-terancam-ekspansi-sawit/">https://www.mongabay.co.id/2019/07/11/rumah-burung-endemik-papua-di-nimbokrang-terancam-ekspansi-sawit/</a></em></p>


				<div id="map_ol3js_2" class="map undefined" data-map_name="undefined" data-map="map_ol3js_2" style="width:95%; max-width:100%; height:450px; display:block; overflow:hidden;border:thin solid ;" >
				  <div id="map_ol3js_2_popup" class="ol-popup" >
					<a href="#" id="map_ol3js_2_popup-closer" class="ol-popup-closer"></a>
					<div id="map_ol3js_2_popup-content" ></div>
				  </div>
				</div>
			<script type="text/javascript">
			  vectorM['map_ol3js_2'] = [];
	        
        var raster = getTileLayer("","NoKey");			

			  var map_ol3js_2 = new ol.Map({
				interactions: ol.interaction.defaults.defaults({mouseWheelZoom:false}),
				layers: [raster],
				target: "map_ol3js_2",
				view: new ol.View({
				  center: ol.proj.transform([140.0414,-2.5646], "EPSG:4326", "EPSG:3857"),
				  zoom: 12
				})
			  });
			  osm_addMarkerLayer(map_ol3js_2,140.0414,-2.5646,"https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png",-16,-41,"<p></p>") ; 
addControls2Map(map_ol3js_2,0,0,3,0,5,6,7,0,1);
osm_addPopupClickhandler(map_ol3js_2,  "map_ol3js_2"); 
osm_addMouseHover(map_ol3js_2); </script>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT SKR bayar Tanah Marga Yerkohok 4 rupiah per meter persegi</title>
		<link>https://awasmifee.potager.org/?p=1670&#038;lang=id</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2019 14:11:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seputar Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Indogunta Group]]></category>
		<category><![CDATA[Jagiro]]></category>
		<category><![CDATA[PT Subur Karunia Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Salim Group]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://awasmifee.potager.org/?p=1670</guid>

					<description><![CDATA[PT Subur Karunia Raya (PT SKR) terindikasi menipu pemilik tanah ulayat marga Yerkohok melalui perjanjian yang telah dilakukan antara PT SKR dan Donatus Yerkohok selaku tetua marga yerkohok di Kampung Jagiro, Distrik Moskona Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni. Berdasarkan keterangan dari Donatus bahwa telah dibayarkan uang ketuk pintu sebesar 195 juta pada tanah seluas 1.649 hektar. [&#8230;]]]></description>
			

							<content:encoded><![CDATA[<p class="western" lang="en-GB" align="justify"><a href="http://awasmifee.potager.org/uploads/2019/07/PT-SKR.jpeg"><img decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-1671" src="http://awasmifee.potager.org/uploads/2019/07/PT-SKR-1024x768.jpeg" alt="" width="600" height="450" srcset="https://awasmifee.potager.org/uploads/2019/07/PT-SKR.jpeg 1024w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2019/07/PT-SKR-300x225.jpeg 300w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2019/07/PT-SKR-768x576.jpeg 768w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a>PT Subur Karunia Raya (PT SKR) terindikasi menipu pemilik tanah ulayat marga Yerkohok melalui perjanjian yang telah dilakukan antara PT SKR dan Donatus Yerkohok selaku tetua marga yerkohok di Kampung Jagiro, Distrik Moskona Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni.</p>
<p class="western" lang="en-GB" align="justify">Berdasarkan keterangan dari Donatus bahwa telah dibayarkan uang ketuk pintu sebesar 195 juta pada tanah seluas 1.649 hektar. Uang tersebut diserahkan oleh pihak perusahaan kepada dua orang sebagai perwakilan keluarga pemilik tempat yaitu Donatus Yerkohok dan Yeremias Yerkohok. Donatus memperoleh uang sebesar 175 juta atas tanah seluas 1.227 hektar, sedangkan Yeremias memperoleh 20 juta atas luasan sekitar 422 hektar. Jika dikalkulasi dalam satuan meter persegi, PT SKR hanya membayar sekitar 14 rupiah per meter persegi kepada Donatus dan 4 rupiah per meter persegi kepada Yeremias.</p>
<p class="western" lang="en-GB" align="justify">pemilik hak ulayat tidak tahu tentang isi perjanjian antara PT SKR dan pemilik hak ulayat. Setelah tanda tangan, juga tidak diberikan surat perjanjian asli yang telah ditanda tangani pihak perusahaan kepada pemilik hak ulayat sehingga tidak sesuai dengan prinsip prinsip PADIATAPA yang baik. <i>“Pertama, pada saat itu, perusahaan datang buat surat untuk uang permisi, di situ kita tidak tahu isi suratnya bagaimana, sa mo lapor ini kembali biar tinjau kelapa sawit kembali, kedua kami tanda tangan kami pribumi saja yang tanda tangan, tidak ada pihak berwajib seperti pemeritnah distrik, makanya kemarin itu dong termasuk tipu kita. Surat kesepakatan tidak kasih kita, dong kasih foto saja tidak, perusahan tidak bacakan isi kesepakatan, baru saya juga tidak baca. Waktu itu dong bilang tanda tangan untuk uang ketuk pintu saja, tapi sa lihat begini surat tebal begitu tra mungkin kitong bisa baca” </i>Ujar Donatus.</p>
<p class="western" lang="en-GB" align="justify">Selain merasa ditipu dengan perjanjian tersebut, Donatus berkomitmen akan mengembalikan uang permisi yang telah diterima jika perusahaan tidak mau meninjau kembali isi perjanjian. “Kitong minta perusahan untuk tinjau kembali perjanjian itu, kalau tidak itu sa cabut, uang itu sag anti, sa tetap ganti”</p>
<p class="western" lang="en-GB" align="justify">Ketika ditanya tentang nama perusahaan yang menjalin kesepakatan dengan pemilik hak ulayat, donatus mengatakan tidak tahu nama perusahan tersebut <em>“Perusahaan sa belum tahu dia punya nama, kita hanya tahu perusahaan masuk di meyado trus masuk di barma”</em> ujar Donatus</p>
<p class="western" lang="en-GB" align="justify">Diperkirakan PT SKR mulai menjalin komunikasi dengan tetua marga Yerkohok di kampung Jagiro sejak satu tahun terakhir, namun tidak pernah melaksanakan sosialisasi dengan masyarakat Kampung Jagiro, Distrik Moskona Selatan. Kepala Distrik Moskona Selatan Siprianus Yerkohok juga membenarkan bahwa pihak perusahaan tidak pernah melibatkan pemerintahan distrik. <em>“mereka datang trus langsung ketemu dengan pemilik hak ulayat, tra pernah ketemu dengan kita sebagai wakil pemerintah di tingkat distrik”</em>. Ketika ditanya tentang perjanjian yang telah dibuat antara pihak perusahaan dan pemilik hak ulayat, Siprianus menyampaikan bahwa tidak pernah mengetahui tentang isi pernjanjian dan tidak pernah dilibatkan dalam proses membuat perjanjian.</p>
<p class="western" lang="en-GB" align="justify">Tanah Jagiro merupakan tanah miliki leluhur yang diwariskan kepada anggota Marga Yerkohok untuk menunjang kehidupan masyarakat adat. Tanah ini telah dibebani Izin Usaha Perkebunan Kelapa Sawit PT SKR padahal masih terdapat hak masyarakat adat di dalamnya. Masih terdapat <i>metejimow</i> (dusun sagu) di areal tersebut. Dusun tersebut memanjang dari kampung Keibur sampai ke kampung Irahima. Menjelang Natal, Tahun Baru atau acara besar lainnya, anggota marga berkunjung ke <i>metejimow</i> untuk memangkur sagu. Yistus Yerkohok sebagai tetua marga Yerkohok berkomitmen untuk tidak melepaskan <i>metejimow</i> kepada PT SKR. <em>“Kalo kitong pu dusun sagu, harus kita kurung, tidak boleh perusahan buka itu. Itu tempat sejarah, dari dulu moyang pangkur di situ sampai kitong ini. Su trada dusun sagu lain lain, itu saja”</em><span id="more-1670"></span></p>
<p class="western" lang="en-GB" align="justify">Senada dengan Yustus, Mafret Yerkohok sebagai Perwakilan Pemuda di Kampung Jagiro juga keberatan dengan hadirnya perusahaan. “sa tidak setuju dengan hadirnya kelapa sawit, sebab akan berdampak kepada anak cucu kita ke depan, kami berharap semua pihak dapat terlibat dalam menyelesaikan permasalahan ini.”</p>
<p lang="en-GB" align="justify"><em>Sumber: Siaran Pers Perkumpulan Papah Papua, 28 Mei 2019</em></p>
<div id="Marker_Div">

				<div id="map_ol3js_3" class="map undefined" data-map_name="undefined" data-map="map_ol3js_3" style="width:95%; max-width:100%; height:450px; display:block; overflow:hidden;border:thin solid ;" >
				  <div id="map_ol3js_3_popup" class="ol-popup" >
					<a href="#" id="map_ol3js_3_popup-closer" class="ol-popup-closer"></a>
					<div id="map_ol3js_3_popup-content" ></div>
				  </div>
				</div>
			<script type="text/javascript">
			  vectorM['map_ol3js_3'] = [];
	        
        var raster = getTileLayer("","NoKey");			

			  var map_ol3js_3 = new ol.Map({
				interactions: ol.interaction.defaults.defaults({mouseWheelZoom:false}),
				layers: [raster],
				target: "map_ol3js_3",
				view: new ol.View({
				  center: ol.proj.transform([133.1364,-1.6722], "EPSG:4326", "EPSG:3857"),
				  zoom: 10
				})
			  });
			  osm_addMarkerLayer(map_ol3js_3,133.1364,-1.6722,"https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png",-16,-41,"<p></p>") ; 
addControls2Map(map_ol3js_3,0,0,3,0,5,6,7,0,1);
osm_addPopupClickhandler(map_ol3js_3,  "map_ol3js_3"); 
osm_addMouseHover(map_ol3js_3); </script></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perusahaan masuk, &#8216;pasar&#8217;masyarakat adat terancam.</title>
		<link>https://awasmifee.potager.org/?p=1667&#038;lang=id</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2019 11:36:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seputar Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Assue]]></category>
		<category><![CDATA[Indogunta Group]]></category>
		<category><![CDATA[Mappi]]></category>
		<category><![CDATA[PT Ekolindo Palm Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[PT Ekolindo Palm Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[PT Putra Palma Cemerlang]]></category>
		<category><![CDATA[PT Sawit Murni Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[Salim Group]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://awasmifee.potager.org/?p=1667</guid>

					<description><![CDATA[Perluasan perkebunan kelapa sawit di Tanah Papua terus berkembang. Kali ini sasarannya adalah wilayah Assue, Mappi. Investor mulai datang ke wilayah ini tahun 2015. Pertama kali pertemuan hari Selasa, 12 Mei 2015 antara investor dengan 7 kepala kampung, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Waktu itu pertemuan bicara soal informasi tentang perkebunan kelapa sawit serta rencana [&#8230;]]]></description>
			

							<content:encoded><![CDATA[<p>Perluasan perkebunan kelapa sawit di Tanah Papua terus berkembang. Kali ini sasarannya adalah wilayah Assue, Mappi. Investor mulai datang ke wilayah ini tahun 2015.</p>
<p>Pertama kali pertemuan hari Selasa, 12 Mei 2015 antara investor dengan 7 kepala kampung, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Waktu itu pertemuan bicara soal informasi tentang perkebunan kelapa sawit serta rencana masuknya Tim Amdal.</p>
<p>Pertemuan kedua terjadi tanggal 31 Mei 2015. Pada pertemuan ini yang dibahas soal rencana pembangunan pabrik kelapa sawit serta lahan yang digunakan untuk konsesi seluas 33.775 Ha. Lahan dan pabrik tersebut akan dikelola oleh PT Putra Palm Cemerlang. Selain untuk kelapa sawit, juga untuk perkebunan tanaman pangan sekaligus dengan pabrik pengolahnnya di atas lahan seluas 21.300 Ha oleh PT Ekolindo Palm Lestari, serta untuk perkebunan kelapa sawit seluas 20.725 oleh PT Sawit Murni Sejahtera.</p>
<p>Tiga perusahaan di atas rencananya akan ambil lahan di Busiri, Girimo, Aboge, Kopi, Isage, Kiki, Eci, dan Hafo. Perusahaan dorang banyak kasih janji. Intinya kalau nanti dorang masuk, kesejahteraan dan ekonomi warga akan baik.</p>
<p>Sejak tahun 2015 itu pihak investor su tidak pernah datang.</p>
<p>Sampai awal bulan April 2019 ini, baru dorang datang lagi bikin pertemuan di Aboge. Dorang ubah informasi bahwa kelapa sawit tidak jadi, diganti tanaman pangan. Dorang bagi kuesioner untuk isi biodata kehidupan masyarakat. Setelah isi biodata, dorang bertemu dengan perwakilan Kementrian Lingkungan Hidup. Saat itu masyarakat hampir semua isi kuesioner.</p>
<p>Pada saat tutup rapat saya bicara bahwa pada dasarnya kita punya masyarakat belum tahu tentang perkebunan yang besar dengan luas ribuan hektar. Sehingga kita tidak terima kalau hutan dan tanah dibongkar. Hutan ini seperti kita pu pasar, tempat kita mencari makan. Apakah dengan kehadiran investor itu ke depan dampaknya positif atau negatif? Jadi tanda tanya besar bagi saya. Sebagai warga Aboge (termasuk Aboge dan Girimio), saya menolak. Saya tidak setuju untuk mereka ambil lahan. Kita punya permintaan jangan sampai ke depan tanaman pangan berubah menjadi kelapa sawit.<span id="more-1667"></span></p>
<p>Kita pu hutan ini kecil. Dari kita ke Busiri cuma 8 KM, ke Eci sekitar 11 KM. Jadi kebun besar ini bisa habiskan hutan di Assue ini. Kita tidak mau jadi korban. Jadi saya keras betul untuk hutan Assue ini tidak dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit. Kita pu hutan tidak boleh dibuka. Kita pu sumber daya manusia sangat minim. Perusahaan masuk nanti kita tidak bisa bersaing. Segala potensi sumber daya alam yang kita miliki akan rusak. Kita minta pastor (SKP KAMe) teruskan untuk mewartakan.</p>
<p>Bencana di mana-mana su terjadi. Hutan itu yang melindungi alam ini. Tidak boleh ada bencana lagi di Assue ini.</p>
<p>Siapa bilang kita belum sejahtera? Kita sudah sejahtera. Sejahtera yang bagaimana lagi? Tinggal kita gunakan potensi untuk mengolah hutan kita. Bila perusahaan membudidayakan bibit gaharu, kami setuju. Karena tidak merusak alam.</p>
<p><em>Yanuarius Yawang Kaibu, Kepala Kampung Girimio,</em></p>
<p><em>Distrik Assue, Kabupaten Mappi, 22/4/2019</em></p>
<p><em>Sumber: Sorak Nomor 78 / April 2019 (Terbitan bulanan Serikat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke)</em></p>
<div id="ShortCode_Div">

				<div id="map_ol3js_4" class="map undefined" data-map_name="undefined" data-map="map_ol3js_4" style="width:100%; max-width:100%; height:450px; display:block; overflow:hidden;border:thin solid green;" >
				  <div id="map_ol3js_4_popup" class="ol-popup" >
					<a href="#" id="map_ol3js_4_popup-closer" class="ol-popup-closer"></a>
					<div id="map_ol3js_4_popup-content" ></div>
				  </div>
				</div>
			<script type="text/javascript">
			  vectorM['map_ol3js_4'] = [];
	        
        var raster = getTileLayer("osm","NoKey");			

			  var map_ol3js_4 = new ol.Map({
				interactions: ol.interaction.defaults.defaults({mouseWheelZoom:false}),
				layers: [raster],
				target: "map_ol3js_4",
				view: new ol.View({
				  center: ol.proj.transform([139.1803,-6.0651], "EPSG:4326", "EPSG:3857"),
				  zoom: 9
				})
			  });
			  
			  var vectorMarkerSource = new ol.source.Vector({});
			  var vectorMarkerLayer = new ol.layer.Vector({
				source: vectorMarkerSource,
				zIndex: 92
			   });
			
				var iconStyle0 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature0 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([131.20788,-1.28343], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=883&lang=id\">Menolak Takluk Pada IKS  </a><br>"
				});
				iconFeature0.setStyle(iconStyle0);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature0);
			   
				var iconStyle1 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature1 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([131.19157,-1.27179], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=887&lang=id\">Masyarakat Tagih Janji Perusahaan Kelapa Sawit PT. IKS  </a><br>"
				});
				iconFeature1.setStyle(iconStyle1);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature1);
			   
				var iconStyle2 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature2 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([131.24131,-1.02741], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=889&lang=id\">Batubara Pertama dari Sorong dimuat di Kapal  </a><br>"
				});
				iconFeature2.setStyle(iconStyle2);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature2);
			   
				var iconStyle3 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature3 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.06063,-7.91374], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=900&lang=id\">PT. Medco Papua Akan Kembali Beroperasi Setelah Harga Pasaran Stabil  </a><br>"
				});
				iconFeature3.setStyle(iconStyle3);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature3);
			   
				var iconStyle4 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature4 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([135.27231,-3.39062], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=908&lang=id\">Laporan Investigasi Kelapa Sawit Kabupaten Nabire Papua  </a><br>"
				});
				iconFeature4.setStyle(iconStyle4);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature4);
			   
				var iconStyle5 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature5 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([135.28123,3.39933], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=928&lang=id\">Maraknya Kehancuran Jalur Hijau di Papua  </a><br>"
				});
				iconFeature5.setStyle(iconStyle5);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature5);
			   
				var iconStyle6 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature6 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.75037,-7.19187], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=970&lang=id\">Perusahan Sawit Masuk “Merusak Tali Persaudaraan Orang Muting dan Bupul”  </a><br>"
				});
				iconFeature6.setStyle(iconStyle6);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature6);
			   
				var iconStyle7 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature7 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.84512,-2.85837], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=974&lang=id\">Louis Dreyfus tarik investasinya dari Green Eagle Group, pemilik PT Tandan Sawita Papua dan PT Varia Mitra Andalan  </a><br>"
				});
				iconFeature7.setStyle(iconStyle7);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature7);
			   
				var iconStyle8 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature8 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.47833,-1.8537], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=978&lang=id\">Analisis data satelit menemukan bahwa ANJ Agro sudah buka lahan di Sorong Selatan  </a><br>"
				});
				iconFeature8.setStyle(iconStyle8);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature8);
			   
				var iconStyle9 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature9 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.46083,-8.137], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=996&lang=id\">Investor Perkebunan Tebu Meresahkan Warga Kampung Baad  </a><br>"
				});
				iconFeature9.setStyle(iconStyle9);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature9);
			   
				var iconStyle10 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature10 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.6904,-7.3774], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=870&lang=id\">Marga Pemilik Lahan Palang Pembukaan Hutan PT. ACP di Muting  </a><br>"
				});
				iconFeature10.setStyle(iconStyle10);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature10);
			   
				var iconStyle11 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature11 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.84306,-2.84877], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=853&lang=id\">PT Tandan Sawita Papua: Potret Kenistaan Perusahaan Sawit kepada Masyarakat  </a><br>"
				});
				iconFeature11.setStyle(iconStyle11);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature11);
			   
				var iconStyle12 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature12 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.88907,-2.90843], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=850&lang=id\">Buruh Tuntut Hak Berarti Diproses di Kepolisian  </a><br>"
				});
				iconFeature12.setStyle(iconStyle12);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature12);
			   
				var iconStyle13 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature13 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.06647,-6.33], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=829&lang=id\">#savearu mengusir Menara Group, saatnya untuk #savebovendigoel  </a><br>"
				});
				iconFeature13.setStyle(iconStyle13);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature13);
			   
				var iconStyle14 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature14 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([134.2135,-6.32181], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=838&lang=id\">(English) Have the Aru Islanders Just Stopped a 500,000 Hectare Plantation Threat?  </a><br>"
				});
				iconFeature14.setStyle(iconStyle14);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature14);
			   
				var iconStyle15 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature15 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([139.58856,-7.34989], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1010&lang=id\">Ada api dalam konsesi PT Dongin Prabhawa.  </a><br>"
				});
				iconFeature15.setStyle(iconStyle15);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature15);
			   
				var iconStyle16 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature16 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([138.21252,-2.45245], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1013&lang=id\">Bendungan, Bohong dan Korupsi  </a><br>"
				});
				iconFeature16.setStyle(iconStyle16);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature16);
			   
				var iconStyle17 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature17 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.712,-7.08], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1019&lang=id\">PT. BIA Tidak Memenuhi Kewajibannya  </a><br>"
				});
				iconFeature17.setStyle(iconStyle17);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature17);
			   
				var iconStyle18 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature18 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.36,-1.87], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1022&lang=id\">(English) Deforestation in West Papua: The role of PT Austindo Nusantara Jaya, The Nature Conservancy, REDD, RSPO, and Wilmar  </a><br>"
				});
				iconFeature18.setStyle(iconStyle18);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature18);
			   
				var iconStyle19 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature19 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([133.07436,-2.47989], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1032&lang=id\">Industri Petrokimia di Teluk Bintuni  </a><br>"
				});
				iconFeature19.setStyle(iconStyle19);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature19);
			   
				var iconStyle20 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature20 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.80736,-2.87758], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=823&lang=id\">PT Victory Diduga Akan Merusak Segitiga Emas Orang Keerom  </a><br>"
				});
				iconFeature20.setStyle(iconStyle20);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature20);
			   
				var iconStyle21 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature21 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([139.99231,-2.94821], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=825&lang=id\">Kami Bukan Pembankang (Hak buruh di perkebunan PT Sinar Mas di Kab. Jayapura  </a><br>"
				});
				iconFeature21.setStyle(iconStyle21);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature21);
			   
				var iconStyle22 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature22 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.2762,-8.00044], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=802&lang=id\">Janji Perusahaan SIS Tak Kunjung Datang  </a><br>"
				});
				iconFeature22.setStyle(iconStyle22);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature22);
			   
				var iconStyle23 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature23 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([131.22093,-0.88181], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1049&lang=id\">(English) As President celebrates &#8216;Sail Raja Ampat&#8217;, one of his critics is abducted, killed and dumped at sea  </a><br>"
				});
				iconFeature23.setStyle(iconStyle23);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature23);
			   
				var iconStyle24 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature24 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([135.27643,-3.41166], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1058&lang=id\">Brimob Nabire Baru Intimidasi Ketua Koperasi Bumiowi  </a><br>"
				});
				iconFeature24.setStyle(iconStyle24);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature24);
			   
				var iconStyle25 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature25 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([139.70804,-7.75014], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1061&lang=id\">Kontroversi Mekanisme Izin Lingkungan Menggembosi Partisipasi Masyarakat  </a><br>"
				});
				iconFeature25.setStyle(iconStyle25);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature25);
			   
				var iconStyle26 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature26 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([139.70255,-7.78797], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1064&lang=id\">Masyarakat Harus Duduk Ambil Keputusan  </a><br>"
				});
				iconFeature26.setStyle(iconStyle26);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature26);
			   
				var iconStyle27 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature27 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.35486,-7.97868], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1068&lang=id\">PT Papua Agro Sakti Bayar Tali Asih Rp 3,6 Miliar  </a><br>"
				});
				iconFeature27.setStyle(iconStyle27);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature27);
			   
				var iconStyle28 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature28 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.01016,-8.13369], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1075&lang=id\">Tidak Beroperasi, PT. CJM Terancam Hengkang  </a><br>"
				});
				iconFeature28.setStyle(iconStyle28);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature28);
			   
				var iconStyle29 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature29 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([133.87842,-0.92799], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1077&lang=id\">Rencana peremajaan kebun PTPN II Prafi yang sudah dijual kepada Investor Cina  </a><br>"
				});
				iconFeature29.setStyle(iconStyle29);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature29);
			   
				var iconStyle30 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature30 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([136.72937,-4.51724], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1083&lang=id\">http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/papua/papua-selatan/item/17480-tokoh-agama-minta-bupati-hentikan-proyek-sawit  </a><br>"
				});
				iconFeature30.setStyle(iconStyle30);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature30);
			   
				var iconStyle31 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature31 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.37614,-8.22137], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1086&lang=id\">PT Medco Papua Buka Lahan 2000 Hektar Untuk Tanam Padi  </a><br>"
				});
				iconFeature31.setStyle(iconStyle31);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature31);
			   
				var iconStyle32 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature32 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([139.55011,-7.36079], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1088&lang=id\">PT Dongin Prabhawa Melantarkan 27 Anak Distrik Ngguti Merauke  </a><br>"
				});
				iconFeature32.setStyle(iconStyle32);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature32);
			   
				var iconStyle33 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature33 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([134.53828,-2.9803], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1097&lang=id\">Seramnya Bisnis Pembalakan Kayu Arta Graha di Teluk Wondama  </a><br>"
				});
				iconFeature33.setStyle(iconStyle33);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature33);
			   
				var iconStyle34 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature34 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([136.67719,-4.60212], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1105&lang=id\">Uskup Timika: Perkebunan Kelapa Sawit di Timika Ancaman Bagi Masyarakat Pesisir  </a><br>"
				});
				iconFeature34.setStyle(iconStyle34);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature34);
			   
				var iconStyle35 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature35 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([136.666,-4.50848], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1113&lang=id\">Bupati Mimika resmi hentikan operasional perkebunan sawit PT PAL  </a><br>"
				});
				iconFeature35.setStyle(iconStyle35);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature35);
			   
				var iconStyle36 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature36 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([131.54782,-1.10724], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1119&lang=id\">Mama Mariode  </a><br>"
				});
				iconFeature36.setStyle(iconStyle36);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature36);
			   
				var iconStyle37 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature37 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([135.30252,-3.4251], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1139&lang=id\">Kepala Suku Besar Yerisiam Meninggal Dunia  </a><br>"
				});
				iconFeature37.setStyle(iconStyle37);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature37);
			   
				var iconStyle38 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature38 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([135.29016,-3.43497], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1144&lang=id\">Koalisi Peduli Korban Sawit di Nabire Desak Bupati Cabut Ijin PT. Nabire Baru  </a><br>"
				});
				iconFeature38.setStyle(iconStyle38);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature38);
			   
				var iconStyle39 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature39 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.28499,-2.00996], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1148&lang=id\">Warga Demo PT. ANJ Agri Papua  </a><br>"
				});
				iconFeature39.setStyle(iconStyle39);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature39);
			   
				var iconStyle40 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature40 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([128.50061,0.58725], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1155&lang=id\">Bokum, Nuhu Dan Togutil Yang Terkepung Investor  </a><br>"
				});
				iconFeature40.setStyle(iconStyle40);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature40);
			   
				var iconStyle41 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature41 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.290,-1.957], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1162&lang=id\">PT Permata Putera Mandiri dapat penolakan dari masyarakat  </a><br>"
				});
				iconFeature41.setStyle(iconStyle41);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature41);
			   
				var iconStyle42 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature42 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([136.78842,-4.76362], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1167&lang=id\">Malam Ini (Sabtu, 21/3/2015) Masyarakat Kamoro Pasang Sasi Tolak Smelter  </a><br>"
				});
				iconFeature42.setStyle(iconStyle42);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature42);
			   
				var iconStyle43 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature43 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([139.60779,-7.32538], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1172&lang=id\">Hutan Dibabat, 17 Marga Adukan PT Dongin Prabawa ke Komnas HAM RI  </a><br>"
				});
				iconFeature43.setStyle(iconStyle43);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature43);
			   
				var iconStyle44 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature44 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.70288,-2.80145], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1179&lang=id\">Perusahaan kayu ditutup di Fakfak setelah intimidasi dari polisi dan protes warga  </a><br>"
				});
				iconFeature44.setStyle(iconStyle44);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature44);
			   
				var iconStyle45 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature45 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.29913,-1.9524], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1220&lang=id\">Demo PT. PPM: Warga Menuntut Keadilan Ditahan Polresta Sorong  </a><br>"
				});
				iconFeature45.setStyle(iconStyle45);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature45);
			   
				var iconStyle46 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature46 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.29031,-8.23319], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1210&lang=id\">MIFEE diluncurkan kembali, Jokowi ingin bangun 1,2 juta hektare sawah baru dalam 3 tahun!  </a><br>"
				});
				iconFeature46.setStyle(iconStyle46);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature46);
			   
				var iconStyle47 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature47 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([139.58032,-7.04524], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1227&lang=id\">Saat moratorium hutan diperpanjang, berikut ini contoh dari Mappi tentang bagaimana perpanjangan itu tidak ada artinya  </a><br>"
				});
				iconFeature47.setStyle(iconStyle47);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature47);
			   
				var iconStyle48 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature48 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.48889,-7.49194], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1493&lang=id\">ACP Menggusur Hutan Adat Marga Mahuze Kewamese  </a><br>"
				});
				iconFeature48.setStyle(iconStyle48);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature48);
			   
				var iconStyle49 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature49 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([134.15308,-2.44477], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1241&lang=id\">Warga Nikiwar Keberatan dengan Rencana PT. BSA  </a><br>"
				});
				iconFeature49.setStyle(iconStyle49);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature49);
			   
				var iconStyle50 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature50 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([136.76336,-4.80037], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1245&lang=id\">Suku Kamoro Tolak Pembangunan Smelter Freeport di Wilayah Adat Mereka  </a><br>"
				});
				iconFeature50.setStyle(iconStyle50);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature50);
			   
				var iconStyle51 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature51 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.05823,-8.15164], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1256&lang=id\">Felda Global Ventures mau mengakuisisi perkebunan gula milik Rajawali dan 37% seluruh bisnis perkebunan.  </a><br>"
				});
				iconFeature51.setStyle(iconStyle51);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature51);
			   
				var iconStyle52 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature52 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([136.09766,-4.2149], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1262&lang=id\">Demo penolakan PT Papua Power Indonesia PLTA Urumuka  </a><br>"
				});
				iconFeature52.setStyle(iconStyle52);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature52);
			   
				var iconStyle53 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature53 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.51073,-7.71707], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1266&lang=id\">Kepala Suku Malind Ezam: Kecewa dengan Pemerintah dan Ingin Kembalikan Kalpataru  </a><br>"
				});
				iconFeature53.setStyle(iconStyle53);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature53);
			   
				var iconStyle54 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature54 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([134.5376,-2.86125], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1277&lang=id\">Suku Mairasi dan Miere: Tanah Tidak Kami Jual  </a><br>"
				});
				iconFeature54.setStyle(iconStyle54);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature54);
			   
				var iconStyle55 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature55 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.40762,-1.7973], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1283&lang=id\">Demo Menuntut PT. PPM, Dua Warga Dipidanakan  </a><br>"
				});
				iconFeature55.setStyle(iconStyle55);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature55);
			   
				var iconStyle56 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature56 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.45923,-8.30495], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1288&lang=id\">Mentan Telepon Bupati Merauke, Minta Tolong Proyek Food Estate Dikebut  </a><br>"
				});
				iconFeature56.setStyle(iconStyle56);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature56);
			   
				var iconStyle57 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature57 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.42,-1.798], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1292&lang=id\">Korban Kriminalisasi Obet Korie dan Odi Aitago Dituntut Hukuman Pidana Penjara  </a><br>"
				});
				iconFeature57.setStyle(iconStyle57);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature57);
			   
				var iconStyle58 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature58 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([136.71289,-4.37649], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1297&lang=id\">Kehadiran Perusahan Kelapa Sawit Mengancam Kehidupan Orang Asli Kamoro Dan Amungme  Di Timika  </a><br>"
				});
				iconFeature58.setStyle(iconStyle58);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature58);
			   
				var iconStyle59 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature59 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.04507,-1.45077], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1313&lang=id\">Semakin Banyak Investor Mengincar Hutan Sorong Selatan  </a><br>"
				});
				iconFeature59.setStyle(iconStyle59);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature59);
			   
				var iconStyle60 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature60 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.37604,-1.92229], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1321&lang=id\">Dalam Waktu 9 Bulan, 4 Warga Jadi Korban Kriminalisasi dari Lahan Perkebunan Sawit ANJ  </a><br>"
				});
				iconFeature60.setStyle(iconStyle60);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature60);
			   
				var iconStyle61 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature61 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.44035,-8.22973], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1328&lang=id\">DPRD dan LMA Keberatan Program Sejuta Hektar di Merauke Dikerjakan TNI  </a><br>"
				});
				iconFeature61.setStyle(iconStyle61);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature61);
			   
				var iconStyle62 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature62 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.77234,-6.73258], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1332&lang=id\">(English) Oil palm plantation development &#038; forest fires in southern Papua, September-October 2015  </a><br>"
				});
				iconFeature62.setStyle(iconStyle62);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature62);
			   
				var iconStyle63 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature63 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.7998,-7.09431], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1346&lang=id\">(English) Merauke Burns &#8211; but were the plantations to blame?  </a><br>"
				});
				iconFeature63.setStyle(iconStyle63);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature63);
			   
				var iconStyle64 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature64 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.558,-7.32828], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1379&lang=id\">The Mahuzes  </a><br>"
				});
				iconFeature64.setStyle(iconStyle64);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature64);
			   
				var iconStyle65 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature65 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.17807,-7.87754], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1383&lang=id\">PT SIS Beroperasi, Masyarakat Kampung Sanegi Tak Diberdayakan  </a><br>"
				});
				iconFeature65.setStyle(iconStyle65);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature65);
			   
				var iconStyle66 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature66 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([135.26716,-3.43602], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1409&lang=id\">Brimob dan Pembongkaran Dusun Sagu Suku Besar Yerisiam Gua  </a><br>"
				});
				iconFeature66.setStyle(iconStyle66);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature66);
			   
				var iconStyle67 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature67 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([131.89504,-0.73032], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1407&lang=id\">Hutan Lembah Kalasou Terancam Kebun Sawit  </a><br>"
				});
				iconFeature67.setStyle(iconStyle67);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature67);
			   
				var iconStyle68 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature68 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([131.31594,-0.92695], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1413&lang=id\">Tolak Ekspansi Sawit, Masyarakat Adat dan Aktivis Geruduk DPRD Sorong  </a><br>"
				});
				iconFeature68.setStyle(iconStyle68);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature68);
			   
				var iconStyle69 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature69 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([128.1875,-0.75909], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1421&lang=id\">Hentikan Penerbitan HGU PT Korindo Group di Gane, Maluku Utara  </a><br>"
				});
				iconFeature69.setStyle(iconStyle69);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature69);
			   
				var iconStyle70 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature70 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.28204,-6.43549], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1426&lang=id\">Profil perusahaan pengancam hutan Papua: Nomor 1, Pacific Inter-link  </a><br>"
				});
				iconFeature70.setStyle(iconStyle70);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature70);
			   
				var iconStyle71 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature71 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.1985,-1.28671], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1435&lang=id\">Impian PT. ANJ Ditentang Masyarakat Adat Maybrat  </a><br>"
				});
				iconFeature71.setStyle(iconStyle71);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature71);
			   
				var iconStyle72 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature72 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.558,-7.3241], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1440&lang=id\">Hentikan Bisnis Militer dan Hormati Hak Masyarakat Adat Papua  </a><br>"
				});
				iconFeature72.setStyle(iconStyle72);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature72);
			   
				var iconStyle73 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature73 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([135.2215,-3.40499], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1446&lang=id\">Perempuan Yerisiam Gua: Dusun Sagu Ini Hidup Kami  </a><br>"
				});
				iconFeature73.setStyle(iconStyle73);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature73);
			   
				var iconStyle74 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature74 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.19109,-6.47231], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1456&lang=id\">Suara Buruh Papua, Perusahaan Masuk Pendapatan Menurun  </a><br>"
				});
				iconFeature74.setStyle(iconStyle74);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature74);
			   
				var iconStyle75 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature75 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.29718,-6.09741], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1462&lang=id\">Pernyataan Masyarakat Boven Digoel  </a><br>"
				});
				iconFeature75.setStyle(iconStyle75);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature75);
			   
				var iconStyle76 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature76 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.85096,-7.54809], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1465&lang=id\">Sawit Datang, Hutan Suku Yei Pelahan Hilang  </a><br>"
				});
				iconFeature76.setStyle(iconStyle76);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature76);
			   
				var iconStyle77 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature77 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.27229,-6.30801], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1473&lang=id\">Perusahaan Menara Group* Tidak Melaksanakan Kewajibannya  </a><br>"
				});
				iconFeature77.setStyle(iconStyle77);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature77);
			   
				var iconStyle78 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature78 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([131.30212,-0.87517], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1476&lang=id\">Pernyataan Bersama: Masyarakat Adat korban investasi tanah dan hutan  </a><br>"
				});
				iconFeature78.setStyle(iconStyle78);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature78);
			   
				var iconStyle79 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature79 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([135.7305,-3.1621], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1470&lang=id\">Pernyataan DAP tentang konflik tambang di Nifasi, Kabupaten Nabire  </a><br>"
				});
				iconFeature79.setStyle(iconStyle79);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature79);
			   
				var iconStyle80 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature80 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.04518,-6.69844], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1478&lang=id\">Suku Auyu Bersiasat Mempertahankan Hak  </a><br>"
				});
				iconFeature80.setStyle(iconStyle80);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature80);
			   
				var iconStyle81 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature81 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.632,-1.768], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1486&lang=id\">Manipulasi dan Jebakan yang Mengeksklusi Kuasa Pemodal  </a><br>"
				});
				iconFeature81.setStyle(iconStyle81);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature81);
			   
				var iconStyle82 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature82 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.1549,-6.63], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1489&lang=id\">Surat Penolakan Tiga Marga Kampung Yang Boven Digoel  </a><br>"
				});
				iconFeature82.setStyle(iconStyle82);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature82);
			   
				var iconStyle83 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature83 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([131.513060,-1.014874], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1496&lang=id\">Malalilis Oh Malalilis, Betapa Malang Nasibmu  </a><br>"
				});
				iconFeature83.setStyle(iconStyle83);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature83);
			   
				var iconStyle84 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature84 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.81148,-2.89559], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1511&lang=id\">Komersialisasi Hutan Adat  </a><br>"
				});
				iconFeature84.setStyle(iconStyle84);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature84);
			   
				var iconStyle85 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature85 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([131.905,-0.76083], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1516&lang=id\">Tolak Perkebunan Sawit, Masyarakat Adat Moi Palang Jalan  </a><br>"
				});
				iconFeature85.setStyle(iconStyle85);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature85);
			   
				var iconStyle86 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature86 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([137.09467,-4.14121], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1505&lang=id\">Freeport: Solidaritas Mahasiswa Untuk Sebuah Perubahan  </a><br>"
				});
				iconFeature86.setStyle(iconStyle86);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature86);
			   
				var iconStyle87 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature87 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([134.07617,-1.65189], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1522&lang=id\">Kepentingan Korporasi Dibalik Alih Fungsi Hutan  </a><br>"
				});
				iconFeature87.setStyle(iconStyle87);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature87);
			   
				var iconStyle88 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature88 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([139.72932,-7.40233], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1527&lang=id\">(English) Korindo strikes back against NGO campaign.  </a><br>"
				});
				iconFeature88.setStyle(iconStyle88);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature88);
			   
				var iconStyle89 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature89 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([136.78087,-4.82521], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1531&lang=id\">Ini Laporan Investigasi SKP Keuskupan Timika dalam Kasus Poumako Berdarah  </a><br>"
				});
				iconFeature89.setStyle(iconStyle89);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature89);
			   
				var iconStyle90 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature90 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.73663,-7.48217], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1538&lang=id\">(English) Gama Plantation: Building on deforestation and conflict  </a><br>"
				});
				iconFeature90.setStyle(iconStyle90);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature90);
			   
				var iconStyle91 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature91 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.32523,-1.91802], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1569&lang=id\">(English) ANJ&#8217;s response to criticism of its recent forest clearance.  </a><br>"
				});
				iconFeature91.setStyle(iconStyle91);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature91);
			   
				var iconStyle92 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature92 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([132.31046,-1.91545], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1577&lang=id\">Kronologis Kasus Kekerasan Aparat BRIMOB PT. PPM terhadap Masyarakat Pemilik Tanah Adat di Sorong Selatan  </a><br>"
				});
				iconFeature92.setStyle(iconStyle92);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature92);
			   
				var iconStyle93 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature93 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.75311,-7.40746], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1585&lang=id\">Polemik Tanah Marga di Kampung Bupul, Saat Hutan Berubah Jadi Kebun Sawit  </a><br>"
				});
				iconFeature93.setStyle(iconStyle93);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature93);
			   
				var iconStyle94 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature94 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.41395,-8.51435], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1588&lang=id\">Pernyataan Sikap Aksi Hari HAM 2017 di Merauke  </a><br>"
				});
				iconFeature94.setStyle(iconStyle94);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature94);
			   
				var iconStyle95 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature95 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([133.18647,-0.86044], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1611&lang=id\">Salim Group dan Konflik Lahan di Tanah Papua  </a><br>"
				});
				iconFeature95.setStyle(iconStyle95);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature95);
			   
				var iconStyle96 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature96 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.04312,-5.15665], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1627&lang=id\">Mereka sedang membunuh Koroway dengan air perak dan logam mulia  </a><br>"
				});
				iconFeature96.setStyle(iconStyle96);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature96);
			   
				var iconStyle97 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature97 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([134.41949,-2.89234], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1633&lang=id\">&#8221;Hutan sumber Kehidupan Kami, bukan Kelapa Sawit&#8221;  </a><br>"
				});
				iconFeature97.setStyle(iconStyle97);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature97);
			   
				var iconStyle98 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature98 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([133.1983,-0.84496], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1640&lang=id\">Masyarakat Adat Mpur Mengembalikan 100 Juta Rupiah Ke Pt Bintuni Agro Prima Perkasa, Sebuah Upaya Untuk Mengambil-Alih Kembali Tanah Mereka.  </a><br>"
				});
				iconFeature98.setStyle(iconStyle98);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature98);
			   
				var iconStyle99 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature99 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.15298,-6.47093], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1659&lang=id\">Mendesak Pemerintah Segera Laksanakan Inpres Moratorium di Papua  </a><br>"
				});
				iconFeature99.setStyle(iconStyle99);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature99);
			   
				var iconStyle100 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature100 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([139.1803,-6.0651], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1667&lang=id\">Perusahaan masuk, &#8216;pasar&#8217;masyarakat adat terancam.  </a><br>"
				});
				iconFeature100.setStyle(iconStyle100);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature100);
			   
				var iconStyle101 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature101 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([133.1021,-1.7202], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1670&lang=id\">PT SKR bayar Tanah Marga Yerkohok 4 rupiah per meter persegi  </a><br>"
				});
				iconFeature101.setStyle(iconStyle101);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature101);
			   
				var iconStyle102 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature102 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([140.0414,-2.5646], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1674&lang=id\">Rumah Burung Endemik Papua di Nimbokrang Terancam Ekspansi Sawit  </a><br>"
				});
				iconFeature102.setStyle(iconStyle102);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature102);
			   
				var iconStyle103 = new ol.style.Style({
				  image: new ol.style.Icon(/** @type {olx.style.IconOptions} */({
					anchor: [(-16*-1),(-41*-1)],
					anchorXUnits: "pixels",
					anchorYUnits: "pixels",
					opacity: 0.9,
					src: "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/mic_green_pinother_02.png"
				  }))
				});
				var iconFeature103 = new ol.Feature({
				  geometry: new ol.geom.Point(
				  ol.proj.transform([134.0066,-1.7721], "EPSG:4326", "EPSG:3857")),
				  name: "<a href=\"https://awasmifee.potager.org/?p=1682&lang=id\">Berdalih Atas Desakan Masyarakat, PT MSL Mulai ‘Pembibitan Kelapa Sawit’ di Mansel.  </a><br>"
				});
				iconFeature103.setStyle(iconStyle103);
				vectorMarkerSource.addFeature(iconFeature103);
			   map_ol3js_4.addLayer(vectorMarkerLayer);addControls2Map(map_ol3js_4,0,0,3,0,5,6,7,0,1);
osm_addPopupClickhandler(map_ol3js_4,  "map_ol3js_4"); 
osm_addMouseHover(map_ol3js_4); </script></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mendesak Pemerintah Segera Laksanakan Inpres Moratorium di Papua</title>
		<link>https://awasmifee.potager.org/?p=1659&#038;lang=id</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2019 09:49:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seputar Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Boven Digoel]]></category>
		<category><![CDATA[Bumi Mitratrans Marjaya Group]]></category>
		<category><![CDATA[Menara Group]]></category>
		<category><![CDATA[PT Boven Digoel Budidaya Sentosa]]></category>
		<category><![CDATA[PT Indo Asiana Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[PT Kartika Cipta Pratama]]></category>
		<category><![CDATA[PT Megakarya Jaya Raya]]></category>
		<category><![CDATA[PT Perkebunan Boven Digoel Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[PT Perkebunan Dugu Fofi]]></category>
		<category><![CDATA[PT Perkebunan Papua Sentosa]]></category>
		<category><![CDATA[PT Perkebunan Sawit Kifofi]]></category>
		<category><![CDATA[PT. Perkebunan Boven Digoel Abadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://awasmifee.potager.org/?p=1659</guid>

					<description><![CDATA[Pada November 2018 lalu, Kepala Suku Awyu di Kabupaten Boven Digoel, Egidius Pius Suam, mengirimkan surat kepada Presiden RI, Joko Widodo, dan ditembuskan kepada beberapa Kementerian terkait, Gubernur Papua dan Bupati Boven Digoel, pimpinan organisasi masyarakat sipil di Papua dan Jakarta. Isi surat memuat keberatan dan penolakan masyarakat hukum adat Awyu terhadap izin dan keberadaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://awasmifee.potager.org/uploads/2019/01/hutan-masyarakat-auyu.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-1660" src="http://awasmifee.potager.org/uploads/2019/01/hutan-masyarakat-auyu-1024x683.jpg" alt="" width="600" height="400" srcset="https://awasmifee.potager.org/uploads/2019/01/hutan-masyarakat-auyu-1024x683.jpg 1024w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2019/01/hutan-masyarakat-auyu-300x200.jpg 300w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2019/01/hutan-masyarakat-auyu-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<p>Pada November 2018 lalu, Kepala Suku Awyu di Kabupaten Boven Digoel, Egidius Pius Suam, mengirimkan surat kepada Presiden RI, Joko Widodo, dan ditembuskan kepada beberapa Kementerian terkait, Gubernur Papua dan Bupati Boven Digoel, pimpinan organisasi masyarakat sipil di Papua dan Jakarta. Isi surat memuat keberatan dan penolakan masyarakat hukum adat Awyu terhadap izin dan keberadaan 7 (tujuh) perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam skala luas di wilayah adat Suku Awyu.</p>
<p>Surat tersebut ditandatangani juga oleh lima kepala Marga Suku Awyu, Kepala Kampung Metto, Kepala Kampung Hobinanggo, Kepala Kampung Ujung Kia, Kepala Kampung Kapogu, Kepala Distrik Ki, Ketua LMA Kabupaten Boven Digoel dan didukung 3 kepala suku lainnya, Suku Wambon, Kombai, Korowai di Kabupaten Boven Digoel.<br />
Adapaun ketujuh perusahaan yang dimaksud adalah (1) PT Perkebunan Boven Digoel Sejahtera seluas 39.440 hektar; (2) PT Perkebunan Boven Digoel Abadi seluas 37.010 hektar; (3) PT Boven Digoel Budidaya Sentosa seluas 39.190 hektar; (4) PT Perkebunan Sawit Kifofi seluas 19.940 Hektar; (5) PT Perkebunan Dugu Fofi seluas 38.160 hektar; (6) PT Perkebunan Papua Sentosa seluas 38.725 hektar; dan (7) PT Indo Asiana Lestari seluas 38.525 hektar.</p>
<p>Perusahaan tersebut tersebar dibeberapa wilayah pemerintahan di Distrik Subur, Distrik Ki, Distrik Jair, Distrik Mandobo dan Distrik Fofi, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Total luas kawasan hutan yang terancam dan beralih kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut seluas 250.990 hektar.</p>
<p>Alasan para pemimpin masyarakat tersebut menolak perusahaan karena adanya ancaman hilangnya tanah dan budaya, hilangnya tempat masyarakat menyelenggarakan ritual budaya dan memperoleh atribut adat, hilangnya tempat sumber pangan untuk pemenuhan hidup dan mata pencaharian masyarakat, hilangnya keanekaragaman hayati, kerusakan lingkungan dan konflik sosial.</p>
<p>“Kami minta Presiden RI membatalkan dan mencabut ijin perusahaan, menghentikan proses dan aktifitas perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di kawasan hutan di wilayah masyarakat adat Awyu, dengan mempertimbangan UU No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolan lingkungan hidup, Putusan MK No 35/PUU-X/2012, Intruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit, dan hak masyarakat adat Awyu”, minta Egedisu Pius Suam, dalam surat tersebut.</p>
<p>Namun hingga saat ini, masyarakat belum mendapatkan tanggapan berarti dari pemerintah atas surat tersebut. Sementara perusahaan masih terus aktif mempengaruhi masyarakat untuk menerima rencana perusahaan.</p>
<p>“Berdasarkan kajian kami bahwa sebagian besar perusahaan dimaksud adalah areal usaha perkebunan kelapa sawit milik perusahaan PT. Menara Group yang mendapatkan ijin usaha perkebunan (IUP) pada tahun 2011 dan ijin pelepasan kawasan hutan dari Menteri Kehutanan pada tahun 2012. Namun perusahaan tidak memanfaatkan secara maksimal lahan dimaksud, lalu perusahaan lama menjual kepada beberapa perusahaan baru asal Malaysia, yakni perusahaan Tadmax Resources Bhd dan Pacific Inter &#8211; link Group”, jelas Franky Samperante dari Yayasan Pusaka. <span id="more-1659"></span></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Digoel dan Dinas Penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu pernah mencabut ijin lokasi perusahaan (2015) dan ijin usaha perkebunan (2018). Namun, pemerintah daerah memberikan kembali ijin pada lokasi yang sama kepada perusahaan baru tersebut diatas.</p>
<p>Praktik akuisisi penjualan dan pembelian lahan antara perusahaan, maupun pemberian dan penetapan ijin oleh pemerintah kepada perusahaan baru, keseluruhan dilakukan tanpa proses konsultasi dan musyawarah untuk mendapatkan persetujuan masyarakat adat setempat sebagai pemangku hak, hal ini bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar bisnis yang seharusnya menghormati hak-hak masyarakat, seperti prinsip FPIC (Free Prior Informed Consent).</p>
<p>“Hingga saat ini masyarakat adat Awyu belum mendapatkan informasi dan dokumen perijinan tersebut, termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan perjanjian-perjanjian yang pernah dibuat perusahaan Menara Group”, jelas Pastor Anselmus Amo, MSC, pimpinan SKP Keuskupan Agung Merauke.</p>
<p>Kami menemukan dalam kasus ini, sejak awal pemerintah daerah dan pusat telah melakukan kelalaian dan pelanggaran terkait ketentuan pemberian ijin lokasi, ijin usaha perkebunan, ijin lingkungan dan ijin pelepasan kawasan hutan produksi konversi (HPK), yakni pemberian ijin lahan dan pelepasan kawasan hutan melebih batas maksimum, sebagaimana Permen ATR/Kepala BPN Nomor 5 Tahun 2015, bahwa ijin lokasi dapat diberikan kepada perusahaan dan satu grup perusahaan tidak lebih dari luas 20.000 hektar untuk satu provinsi dan 100.000 hektar unruk seluruh Indonesia; Menurut Permen Pertanian Nomor 98 Tahun 2013, bahwa batas paling luas pemeberian IUP untuk satu perusahaan atau kelompok perusahaan perkebunan kelapa sawit seluas 100.000 hektar; Menurut Permen LHK Nomor P.51 Tahun 2016, bahwa luas kawasan hutan (HPK) yang dilepaskan kepada perusahaan atau grup perusahaan kelapa sawit diberikan paling banyak 60.000 hektar dan diberikan secara bertahap dengan luas 20.000 hektar.</p>
<p>“Menurut ketentuan Permen LHK P.51 Tahun 2016, dilarang memindahtangankan kawasan HPK yang dilepaskan kepada pihak lain dan melakukan kegiatan di kawasan hutan (HPK) yang dilepas karena belum memenuhi kewajibannya. Pemerintah menerbitkan ijin dan perusahaan mengalihkan ijin dengan cara melanggar hukum. Kasus ini menunjukkan buruknya tata kelola hutan dan lahan di Papua”, jelas Aiesh Rumbekwan, Direktur Eksekutif WALHI Papua.</p>
<p>Karenanya, Yayasan Pusaka, Walhi Papua dan Sekretariat Keadilan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke, mendesak pemerintah pusat dan daerah segera melaksanakan Inpres Moratorium Sawit Nomor 8 Tahun 2018, dengan mengambil langkah proaktif dan terbuka untuk menghentikan aktifitas perusahaan perkebunan tersebut diatas dan melakukan evaluasi maupun mencabut ijin perusahaan yang melanggar hak-hak masyarakat dan bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Jakarta dan Papua, 28 Januari 2019</p>
<div id="ShortCode_Div"><link rel="stylesheet" type="text/css" href="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm//css/osm_map.css" /><style type="text/css">#map_1 {clear: both; padding: 0px; margin: 0px; border: 0px; width: 100%; height: 100%; margin-top:0px; margin-right:0px;margin-left:0px; margin-bottom:0px; left: 0px; border-radius:0px;
box-shadow: none;}#map_1 img{clear: both; padding: 0px; margin: 0px; border: 0px; width: 100%; height: 100%; position: absolute; margin-top:0px; margin-right:0px;margin-left:0px; margin-bottom:0px; border-radius:0px;
box-shadow: none;}</style><div id="map_1" class="OSM_Map" style="width:100%; height:450px; overflow:hidden;padding:0px;border:none;"><script type="text/javascript" src="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/js/OL/2.13.1/OpenLayers.js?ver=2.13.1"></script><script type="text/javascript" src="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/js/OSM/openlayers/OpenStreetMap.js"></script><script type="text/javascript" src="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/js/osm-plugin-lib.js"></script><script type="text/javascript">/* <![CDATA[ */(function($) { OpenLayers.ImgPath = "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/themes/ol/"; map_1 = new OpenLayers.Map ("map_1", {            controls:[              new OpenLayers.Control.Navigation(),              new OpenLayers.Control.PanZoom(),              new OpenLayers.Control.Attribution()              ],          maxExtent: new OpenLayers.Bounds(-20037508.34,-20037508.34,20037508.34,20037508.34),          maxResolution: 156543.0399,          numZoomLevels: 19,          units: "m",          projection: new OpenLayers.Projection("EPSG:900913"),          displayProjection: new OpenLayers.Projection("EPSG:4326")      } );var lmap = new OpenLayers.Layer.OSM.Mapnik("Mapnik");map_1.addLayers([lmap]);var lonLat = new OpenLayers.LonLat(140.138,-6.425).transform(map_1.displayProjection, map_1.projection);map_1.setCenter (lonLat,10);var MarkerLayer = new OpenLayers.Layer.Markers("Marker");map_1.addLayer(MarkerLayer);
      function osm_map_1MarkerPopUpClick(a_evt){
        if (this.popup == null){
          this.popup = this.createPopup(this.closeBox);
          map_1.addPopup(this.popup);
          this.popup.show();
        }
        else{
          for (var i = 0; i < map_1.popups.length; i++){
          map_1.popups[i].hide();
          }
          this.popup.toggle();
        }
        OpenLayers.Event.stop(a_evt);
      }
    var map_1IconArray = [];var Mdata = {};
        Mdata.icon = new OpenLayers.Icon("https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/wpttemp-green.png",
          new OpenLayers.Size(24,24),
          new OpenLayers.Pixel(0, -24));map_1IconArray.push(Mdata);var ll = new OpenLayers.LonLat(140.15298,-6.47093).transform(map_1.displayProjection, map_1.projection);var feature = new OpenLayers.Feature(MarkerLayer, ll, map_1IconArray[0]);feature.closeBox = true;feature.popupClass = OpenLayers.Class(OpenLayers.Popup.FramedCloud, {"autoSize": true, minSize: new OpenLayers.Size(150,150),"keepInMap": true } );feature.data.popupContentHTML = "";feature.data.overflow = "hidden";var marker = new OpenLayers.Marker(ll,map_1IconArray[0].icon.clone());marker.feature = feature;MarkerLayer.addMarker(marker);var lonLat = new OpenLayers.LonLat(140.138,-6.425).transform(map_1.displayProjection, map_1.projection);map_1.setCenter (lonLat,10);})(jQuery)/* ]]&gt; */ </script></div></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resolusi Maranatha untuk Hari HAM 2018</title>
		<link>https://awasmifee.potager.org/?p=1654&#038;lang=id</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2018 12:36:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seputar Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://awasmifee.potager.org/?p=1654</guid>

					<description><![CDATA[Jayapura, 08 Desember 2018 1. Hari ini (08 Desember 2018), menjelang hari HAM (Hak Asasi Manusia) internasional, kami dari perwakilan dan pemimpin masyarakat adat Papua, organisasi masyarakat sipil dan agama, telah berdiskusi dan membahas situasi masyarakat adat dan korban pelanggaran HAM, baik korban pelanggaran hak sipil politik maupun hak ekonomi sosial dan budaya, serta permasalahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Jayapura, 08 Desember 2018</strong></em></p>
<p>1. Hari ini (08 Desember 2018), menjelang hari HAM (Hak Asasi Manusia) internasional, kami dari perwakilan dan pemimpin masyarakat adat Papua, organisasi masyarakat sipil dan agama, telah berdiskusi dan membahas situasi masyarakat adat dan korban pelanggaran HAM, baik korban pelanggaran hak sipil politik maupun hak ekonomi sosial dan budaya, serta permasalahan tanah dan hutan.</p>
<p>2. Saat ini, masyarakat adat (laki-laki dan perempuan) dan wilayah adat kami sedang terancam dan mengalami tekanan oleh kebijakan dan proyek- proyek pembangunan skala besar, yang hendak dan telah berlangsung di Tanah Adat kami, seperti usaha pembalakan kayu, usaha perkebunan dan usaha pertambangan, untuk tujuan komersial.</p>
<p>3. Kami merasakan dampak, kerugian dan kesusahan hidup dikarenakan aktiftas eksploitasi hasil hutan, penggusuran kawasan hutan dan ekstraksi hasil tambang, seperti hilangnya sumber mata pencaharian masyarakat, kehilangan hutan dan dusun sumber pangan, hilangnya sungai dan keterbatasan mendapatkan air bersih dan bahan pangan yang layak, serta kehilangan pengetahuan budaya dalam pengelolaan sumberdaya alam. Kami mengalami tekanan intimidasi, kekerasan fisik dan pelanggaran HAM, terjadi konflik dengan perusahaan dan ketidak harmonisan antara masyarakat, termasuk berkonflik dengan penduduk baru datang.</p>
<p>4. Pemerintah menerbitkan kebijakan, program-program dan pemberian ijin usaha kepada perusahaan dan pemillik modal tertentu tanpa ada konsultasi, tanpa ada persetujuan diawal, tanpa ada keterbukaan, tanpa ada informasi yang memadai, tanpa ada penilaian dampak lingkungan yang jujur dan tanpa ada keputusan bebas dari masyarakat. Tanah dan kekayaan alam kami, beralih kontrol dan hak kuasa, pemilikan, dan pemanfaatannya kepada pihak lain yang tidak memberi keuntungan bagi masyarakat sebagai pemilik yang sah.</p>
<p>5. Kami mengawasi dan menyoroti lemahnya pengawasan dan adanya pengabaian oleh aparatus penegakan hukum negara atas kejadian kekerasan dan pelanggaran HAM, serta kejahatan lingkungan. Pemerintah belum dapat memenuhi kewajibannya untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM, kejahatan kemanusiaan dan kejahatan lingkungan. Bahkan terjadi kembali dan berulang kali, yakni kekerasan fisik dan verbal dialami oleh pembela HAM dan lingkungan.</p>
<p>6. Kami tegaskan bahwa tanah dan hutan serta kekayaan alam diwilayah adat kami adalah hak dan sumber kehidupan kami, pendukung kehidupan kami selamanya, bukan hanya hari ini saja tapi hingga generasi mendatang.Karenanya, sejak leluhur kami mengajarkan pe rlindungan alam, pemanfaatan tanah secara adil dan bijaksana, damai dan tanpa menimbulkan rasa permusuhan, serta menggunakan pengetahuan dan hukum-hukum masyarakat adat.</p>
<p>7. Kami masyarakat adat Papua (laki-laki dan perempuan) memiliki hak-hak dasar untuk hidup bebas, bebas berekspresi dan berpikir, tanpa diskriminasi, hak atas keadilan dan mendapat perlakuan yang sama didepan hukum, hak untuk tidak disiksa dan tidak diperbudak, hakmenentukan dan berpartisipasi dalam pembangunan, hak atas tanah adat, hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Hal ini diatur dalam konstitusi, peraturan perundang-undangan, undang-undang otonomi khusus provinsi Papua, serta instrument internasional mengenai hak-hak sipil politik, dan hak ekonomi sosial dan budaya.<span id="more-1654"></span></p>
<p><em><strong>Berdasarkan situasi latar belakang dan pandangan tersebut, kami menyampaikan resolusi, sebagai berikut:</strong></em></p>
<p>1. Mendesak pemerintah daerah untuk segera menerbitkan peraturan daerah yang mengakui, melindungi dan menghormati keberadaan dan hak-hak masyarakat adat Papua, hak atas tanah dan hutan, hak kebebasan berekspresi, hak atas kelembagaan adat dan kebebasan berorganisasi, hak atas pembangunan, hak-hak atas hukum dan peradilan adat. Pengakuan, penghormatan dan perlindungan hak merupakan cara efektif untuk mencegah terjadinya pelanggaran HAM, kejahatan lingkungan dan kerusakan hutan;</p>
<p>2. Mendesak pemerintah untuk sungguh-sungguh menyelesaikan pelanggaran HAM berat dan permasalahan kemanusiaan yang terjadi di Tanah Papua melalui proses hukum yang terbuka dan memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya, serta pemerintah mengambil tindakan segera untuk memulihkan dan merehabilitasi hak-hak korban dan keluarganya.</p>
<p>3. Kami sampaikan kepada pemerintah, korporasi dan berbagai pihak berkepentingan, serta elemen masyarakat sipil bahwa tanah kami ibarat perempuan atau “mama” adalah tanah, adalah bumi, yang merupakan identitas, martabat dan harga diri. Kami tidak menjual tanah. Pemerintah dan korporasi, serta berbagai elemen masyarakat, harus menghormati hak-hak kami (laki-laki dan perempuan) Orang Asli Papua dan termasuk hak atas tanah, pohon, cacing, serta berbagai kehidupan diatas dan didalam tanah, harus dilindungi;</p>
<p>4. Dalam konteks strategi kebijakan dan pengembangan program usaha ekonomi yang melibatkan perempuan dan organisasi perempuan, Kami meminta pemerintah menerbitkan kebijakan afirmatif yang mengutamakan, memberdayakan dan melindungi kepentingan usaha ekonomi perempuan Papua;</p>
<p>5. Mendesak dan mendukung pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, untuk secara konsisten melaksanakan kebijakan moratorium pemberian ijin baru untuk hutan alam dan lahan gambut (Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2017) dan moratorium ijin untuk perkebunan kelapa sawit (Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2018), yakni segera melakukan review dan evaluasi atas ijin-ijin dan aktifitas perusahaan yang melakukan pelanggaran hukum, menyebabkan deforestasi dan tindakan kejahatan lingkungan. Proses dan penilaian hendaknya dilakukan secara menyeluruh dan transparan, serta melibatkan masyarakat adat setempat;</p>
<p>6. Mendesak pemerintah mengambil tindakan segera untuk mengevaluasi ijin-ijin dan hak guna usaha (HGU) perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, yakni: (1) PT. Energi Samudera Kencana; (2) PT. Graha Kencana Mulia; (3) PT. Megakarya Jaya Raya; (4) PT. Kartika Cipta Pratama; (5) PT. Manunggal Sukses Mandiri; (6) PT. Trimegah Karya Utama dan (7) PT. Usaha Nabati Terpadu. Awalnya perusahaan ini dimiliki PT. Menara Group, dan telah dialihkan ke beberapa group perusahaan Pacific Interlink Group, Tadmax Resources Group, Bumi Mitratrans Martajaya Group. Ada lima dari perusahaan tersebut belum melakukan aktiftas dan belum mendapatkan persetujuan masyarakat luas, utamanya Suku Awyu didaerah ini.</p>
<p>7. Kami mendesak pemerintah memeriksa dan memberikan sangsi mencabutijin perusahaan karena diduga melanggar, merampas tanah masyarakat, merusak hutan dan merugikan hak-hak masyarakat adat setempat, yakni perusahaan perkebunan PT. Bintuni Agro Prima Perkasa di Kebar, Kabupaten Tambrauw, dan PT. Rimbun Sawit Papua di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat; perusahaan kayu (HPH) PT. Kurnia Tama Sejahtera di Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat;</p>
<p>8. Mendesak pemerintah pusat untuk melibatkan masyarakat adat pemilik hak atas tanah dalam negosiasi ijin usaha pertambangan dan aktifitas PT. Freeport Indonesia (FI) yang berlangsung diatas wilayah masyarakat adat setempat, serta meminta perusahaan PT. FI menghormati hak masyarakat</p>
<p>adat setempat dan memberikan kompensasi atas kerugian masyarakat yang terkena dampak langsung dari operasi perusahaan dan terdampak limbah tailing PT. FI;</p>
<p>9. Mendesak dan meminta segera kepada pemerintah untuk meninjau kembali dan menarik berbagai aktifitas dan keterlibatan militer (TNI/POLRI) berhubungan dengan usaha-usaha yang dilakukan oleh korporasi dan proyek pembangunan lainnya, menghentikan pendekatan keamanan dan keterlibatan militer dalam negosiasi usaha pembangunan dan penyelesaian konflik;</p>
<p>10. Mendesak pemerintah, aparat penegak hukum dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengupayakan penegakan hukum secara efektif dan mencegah terjadinya kejahatan lingkungan dan pelanggaran HAM;</p>
<p>11. Mendesak pemerintah daerah untuk melakukan penataan kembali kebijakan kependudukan dan migrasi penduduk dari luar Tanah Papua. Kami merasakan arus masuk penduduk dari luar Pulau Papua telah menimbulkan keresahan sosial dan menjadi beban bagi pemerintah daerah, serta hanya melanggengkan eksploitasi dan ‘perbudakan modern’ tenaga kerja sewa yang dilakukan oleh pemodal;</p>
<p>12. Mendesak dan meminta segera pemerintah daerah mengalokasikan dana untuk mendukung dan meningkatkan kapasitas masyarakat dan kampung, untuk memberdayakan dan menjamin peningkatan penghidupan dan pengelolaan asset kekayaan kampung secara layak, serta pengelolaan hutan berbasis hak masyarakat secara lestari;</p>
<p>13. Mendesak korporasi untuk meningkatkan komitmen pembangunan yang menghormati hak-hak masyarakat, melakukan usaha yang bebas dari deforestasi, bebas dari lahan gambut dan tidak melakukan eksploitasi hak-hak pekerja, yang menjamin usaha dan perdagangan yang adil dan</p>
<p>berkelanjutan;</p>
<p>14. Mendesak korporasi untuk mengimplementasi komitmen melindungi hutan, tempat penting, tempat yang bernilai konservasi atau tempat bernilai tinggi yang sensitif lainnya, melakukan rehabilitasi kawasan hutan dan lahan gambut yang rusak, serta melaksanakan kewajiban sosialnya;</p>
<p>15. Mendesak pemerintah dan korporasi untuk menghormati dan melindungi aktivis masyarakat dan organisasi masyarakat sipil pembela HAM dan lingkungan;</p>
<p>16. Meminta organisasi masyarakat sipil dan keagamaan, untuk aktif memperjuangkan, mengawasi, mengawal dan melakukan intervensi atas proses dan inisiatif legislasi rancangan peraturan daerah khusus (Perdasus) dan peraturan daerah provinsi (Perdasi), terkait (1) pengakuan, perlindungan dan penghormatan keberadaan dan hak-hak masyarakat adat Papua; (2) perlindungan pangan lokal; (3) pengembangan usaha perekonomian Orang Asli Papua.</p>
<p>17. Meminta dukungan dan kerjasama organisasi masyarakat sipil dan keagamaan untuk memfasilitasi dan memperkuat kapasitas advokasi masyarakat dalam mendorong daya juang masyarakat untuk pembelaan dan perlindungan HAM, dan lingkungan hidup, kapasitas dalam berpartisipasi mengawasi dan menyuarakan berbagai kebijakan progam yang berpotensi terjadinya pelanggaran HAM dan kejahatan lingkungan, memetakan tanah dan wilayah adat, serta mengelola dan membagikan informasi pengetahuan hukum dan inovasi pengetahuan pemanfaatan sumberdaya alam yang ramah lingkungan;</p>
<p>18. Meminta masyarakat adat untuk konsisten dan aktif memperjuangkan nilai dan hak-haknya atas hidup sejahtera dan dalam melindungi lingkungan hidup;</p>
<p><em><strong>Terima kasih</strong></em></p>
<p><em><strong>Resolusi ini Ditandatangani Oleh Peserta Dialog Kebijakan dan Konferensi Masyarakat Adat Papua:</strong></em></p>
<p>Bonefasius Basikbasik, Suku Yeinan, Kabupaten Merauke</p>
<p>Kornelius Kindom, aktifis buruh, Kabupaten Merauke</p>
<p>Dominika Tafor, Suku Yimnawaigir, Arso, Kabupaten Keerom</p>
<p>Frenky Hendrikus Woro, Suku Awyu, Distrik Fofi, Kabupaten Boven Digoel</p>
<p>Fientje Yarangga, TIKI Papua, Jayapura</p>
<p>Sinyo Timisela, YALI, Jayapura</p>
<p>Lukas Kemon, Suku Awyu, Kampung Meto, Kabupaten Boven Digoel</p>
<p>Melianus Ulimpa, Suku Moi, Klasouw, Kabupaten Sorong</p>
<p>Fecki Mobalen, Suku Moi, AMAN Sorong Raya, Kabupaten Sorong</p>
<p>Bernadus Gilik, Suku Moi, Kampung Malalilis, Kabupaten Sorong</p>
<p>Yohanis Mambrasar, PAHAM Papua, Jayapura</p>
<p>Charles Tawaru, Greenpeace Indonesia, Sorong</p>
<p>Rio Rompas, Greenpeace Indonesia, Jakarta</p>
<p>Asep Komaruddin, Greenpeace Indonesia, Jakarta</p>
<p>Mathias Anari, Suku Mpur, Kebar, Kabupaten Tambrauw</p>
<p>Zainudin Patta, GSBI Papua Barat, Manokwari</p>
<p>Rizal Bebari, SOS untuk Tanah Papua, Jayapura</p>
<p>Daniel Gobai, SKPKC Fransiskan Papua, Jayapura</p>
<p>Trivena Nauw, LP3AP, Jayapura</p>
<p>Inosensius Fatabur, Suku Yimnawaigir, Arso, Kab. Keerom</p>
<p>Agnes Toam, Suku Yimnawaigir, Arso, Kab. Keerom</p>
<p>Aiesh Rumbekwan, Walhi Papua, Jayapura</p>
<p>Wirya Supriyadi, JERAT Papua, Jayapura</p>
<p>Pdt. Magda Kafiar, KPKC GKI Tanah Papua, Jayapura</p>
<p>Rina Krebru, KPKC GI Tanah Papua, Jayapura</p>
<p>Agustinus Number, aktivis buruh, Arso, Kabupaten Keerom</p>
<p>Jhon B, Kampung Manem, Kabupaten Keerom</p>
<p>Sorang Saragih, AJAR, Jakarta</p>
<p>Mordekhai Wabia, Suku Mpur, Kebar, Kab. Tambrauw</p>
<p>Herlin Mansawan, PTPPMA, Kab. Jayapura</p>
<p>Servo Tuamis, Suku Yimnawaigir, Arso, Kab. Keerom</p>
<p>Asrida Elisabeth, Mongabay, Kab. Jayapura</p>
<p>Adolfina Kuum, Lapemawil, Timika, Kab. Mimika</p>
<p>Magdalena Kamaroko, tokoh perempuan Kamoro, Kab. Mimika</p>
<p>Sebastianus Sefire, LMA, Kab. Teluk Bintuni</p>
<p>Kostan Natama, Suku Mairasi, Kab. Teluk Wondama</p>
<p>David Saweri, Kipas, Kab. Sarmi</p>
<p>Ferdinan Tuamis, Suku Yimnawaigir, Arso, Kab. Keerom</p>
<p>Linus Omba, Suku Mandobo, Kampung Subur, Kab. Boven Digoel</p>
<p>Teddy Wakum, LBH Papua, Kab. Jayapura</p>
<p>Aleks Gayai, Kosapa, Kab. Jayapura</p>
<p>Desianus Wetaku, Suku Maybrat, Ikana, Kab. Sorong Selatan</p>
<p>Decky Yesnat, Gempa, Kab. Jayapura</p>
<p>Andy, ELSHAM, Kab. Jayapura</p>
<p>Irianto Jacobus, KIPRA, Kab. Jayapura</p>
<p>Petrus Allen, YPPWP, Kab. Jayapura</p>
<p>Lindon Pangkali, Foker LSM Papua, Kab. Jayapura</p>
<p>Nicodemus Wofamina, WALHI Papua, Kab. Jayapura</p>
<p>Franky Samperante, Yayasan Pusaka, Jakarta</p>
<p>Dessy Manggaprouw, Papuan Voices, Kab. Jayapura</p>
<p>Elisabet Apyaka, Papuan Voices, Kab. Jayapura</p>
<p>Fransiska Manam, Papuan Voices, Kab. Jayapura</p>
<p>Kilion Marin, Papuan Voices, Kab. Jayapura</p>
<p>Stefanus Abrauw, Papuan Voices, Kab. Jayapura</p>
<style type="text/css">p { margin-bottom: 0.25cm; line-height: 120%; }a:link { }</style>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Adat Mpur Mengembalikan 100 Juta Rupiah Ke Pt Bintuni Agro Prima Perkasa, Sebuah Upaya Untuk Mengambil-Alih Kembali Tanah Mereka.</title>
		<link>https://awasmifee.potager.org/?p=1640&#038;lang=id</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2018 05:05:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seputar Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Indogunta Group]]></category>
		<category><![CDATA[PT Bintuni Agro Prima Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Salim Group]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://awasmifee.potager.org/?p=1640</guid>

					<description><![CDATA[Pada 5 Juni 2018, masyarakat adat Mpur, orang-orang lembah Kebar, di kawasan Tambrauw, Provinsi Papua Barat bergerak menuju ke tempat di mana bulldozer-bulldozer sedang beroperasi. Sesampainya di tempat itu mereka langsung mengkonfrontasi perusahaan perkebunan PT Bintuni Argo Prima Perkasa yang tengah menggunduli hutan di kawasan tersebut untuk membuat sebuah perkebunan jagung. Setelah saling meluapkan amarah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p lang="id"><a href="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1642" src="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-1.jpg" alt="" width="1000" height="750" srcset="https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-1.jpg 1000w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-1-300x225.jpg 300w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-1-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a>Pada 5 Juni 2018, masyarakat adat Mpur, orang-orang lembah Kebar, di kawasan Tambrauw, Provinsi Papua Barat bergerak menuju ke tempat di mana bulldozer-bulldozer sedang beroperasi. Sesampainya di tempat itu mereka langsung mengkonfrontasi perusahaan perkebunan PT Bintuni Argo Prima Perkasa yang tengah menggunduli hutan di kawasan tersebut untuk membuat sebuah perkebunan jagung.</p>
<p><span lang="id">Setelah saling meluapkan amarah dalam kata-kata, mereka lanjut menuju kantor lapangan perusahaan. Begitu sampai di kantor, salah satu orang dari marga Ariks menjelaskan bahwa mereka hendak mengembalikan uang yang mereka terima dari perusahaan tersebut beberapa tahun sebelumnya, memegang segepok uang yang dibungkus sejumlah 100 juta rupiah. Semuel Ariks, perwakilan dari marga tersebut, menghimbau para pekerja perusahaan &#8220;Kami sudah meminta perusahaan stop bekerja tapi perusahaan tetap membongkar terus. Dengan demikian, tanah adat kami cabut kembali dan uang kami kembalikan. &#8220;</span></p>
<p><span lang="id">Namun tak ada satu pun dari pihak perusahaan yang berani mengambil uang tersebut, karena akan melemahkan klaim perusahaan atas tanah tersebut. Tidak memperdulikan sikap dari pihak perusahaan, Semuel Ariks memutuskan untuk menaruh uang itu di kantor perusahaan dan kembali pulang bersama masyarakat adat yang datang bersamanya. Perusahaan segera membawa uang tersebut pada kepolisian lokal. Polisi lokal sudah berupaya untuk membujuk kaum adat Ariks untuk menerima uang tersebut, namun mereka tetap menolaknya. </span></p>
<p><span lang="id">Marga Ariks telah mengetahui bahwa pada Februari tahun ini marga Arumi juga telah mencoba mengembalikan uang pada perusahaan, sejumlah 50 juta rupiah, namun terpaksa membawa uang tersebut kembali ke rumah setelah perusahaan menolak keinginan mereka. </span></p>
<p><span lang="id">Marga Ariks dan marga Arumi, serta empat marga lainnya pemilik tanah adat di Lembah Kebar, dimana PT BAPP sedang mengembangkan perkebunan jagung seluas 19368 hektar, mengaku telah menerima uang dari perusahaan. Masalahnya, ujar mereka, adalah perusahaan tidak sepenuhnya jujur mengenai rencananya, sehingga hal ini tidak bisa dipandang sebagai pelepasan hak atas tanah adat mereka. </span></p>
<p><span lang="id">Kontak pertama antara para pimpinan marga dengan perusahaan terjadi ketika mereka dipanggil untuk bertemu di desa Arumi. Tak ada yang ingat persis tanggalnya, menurut mereka pertemuan itu terjadi pada akhir 2015. Mereka menunggu sampai jam 3 sore ketika perwakilan perusahaan akhirnya datang dan menjelaskan mengenai rencana mereka untuk menanam jagung di lembah Kebar. </span></p>
<p><span lang="id">Para anggota marga bersaksi perihal pihak perusahaan yang berkata bahwa rencana mereka hanyalah melakukan uji-coba studi perkebunan selama dua tahun. Para anggota klan dibuat yakin bahwa mereka hanya menggunakan areal tanah padang rumput yang tidak luas. Saat pertemuan itu terjadi perusahaan justru telah menanam jagung dalam satu areal alang-alang. Perwakilan perusahaan menawarkan uang &#8216;tali asih&#8217;. Arti istilah ini sebenarnya agak &#8216;kabur&#8217; namun cukup sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan perkebunan di Tanah Papua. Walaupun istilah itu sebenarnya arti &#8216;ikatan persahabatan,&#8217; maksud perusahaan adalah mendapatkan tandatangan pemilik hak ulayat sebagai bukti &#8216;pelepasan hak atas tanah&#8217;. Uang yang ditawarkan sebesar 50 atau 100 juta Rupiah untuk setiap marga. Setelah semua marga menerimanya, pada sore harinya perwakilan perusahaan dan masyarakat meninggalkan tempat pertemuan. </span></p>
<p><span lang="id">Tak satupun dari marga-marga tersebut menyangka kalau mereka telah memberikan tanah leluhur mereka kepada perusahaan sore itu. Mereka bersaksi bahwa informasi yang disampaikan pada mereka sangat minim dan menyesatkan. Pihak perusahaan, kata mereka, bahkan tidak menyebut nama perusahaan. Orang-orang yang berbicara pada pertemuan tersebut seolah-olah sedang merencanakan untuk mengimplementasi sebuah program yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw. Tak ada peta yang diperlihatkan saat itu, mereka juga tidak diajak untuk berpartisipasi dalam menukur batas tanah setiap marga. Mereka juga tidak diberikan salinan dari dokumentasi-dokumentasi yang dilakukan oleh perusahaan, semuanya dipegang oleh perusahaan. </span></p>
<p><span lang="id">Ternyata perusahaan tidak hanya membuka padang rumput namun mulai melakukan penggundulan hutan, termasuk dusun sagu. Ketika ini terjadi, masyarakat mulai protes. Mereka menantang perusahaan di lapangan, namun akhirnya harus membubarkan protes ketika polisi dan tentara bersenjata lengkap datang. </span></p>
<p><a href="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-2.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1647" src="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-2.jpg" alt="" width="1000" height="750" srcset="https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-2.jpg 1000w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-2-300x225.jpg 300w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-2-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a></p>
<p lang="id">Sekarang ini ada sekitar sepuluh anggota Brimob yang bertugas untuk melindungi perusahaan. Suasana intimidasi ini membuat masyarakat lokal menjadi berhati-hati untuk mengekspresikan penolakan mereka terhadap perkebunan, namun gelombang protes terus berlanjut.</p>
<p><span lang="id">Masyarakat juga sudah meminta dukungan gereja perihal kasus ini. Tahun lalu, setelah perwakilan sinode GKI (Gereja Kristen Indonesia Tanah Papua) berhasil memperoleh dokumen dari perusahaan, masyarakat menemukan bukti bahwa perusahaan sudah memiliki izin yang disahkan oleh Bupati. Izin ini meliputi 19368 hektar tanah perkebunan yang meliputi keseluruhan lembah Kebar, lebih dari 40 km dari ujung ke ujung. </span></p>
<p><span lang="id">Oleh karena protes tersebut masyarakat mulai menyadari bahwa projek perusahaan tidak ada kaitannya dengan Dinas Pertanian pemerintah melainkan dikelola oleh PT Bintuni Agro Bima Perkasa. Saat itu juga mereka sadar bahwa itu adalah perusahaan yang sama yang bertemu dengan mereka pada 2014 di kantor distrik (camat), pada saat itu perusahaan tersebut mengajukan izin untuk sebuah perkebunan kelapa sawit. Kala itu masyarakat menolak proposal tersebut dengan tegas. </span></p>
<p><a href="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-6.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1643" src="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-6.jpg" alt="" width="1000" height="750" srcset="https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-6.jpg 1000w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-6-300x225.jpg 300w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-6-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a></p>
<p><span lang="id">Dari cerita ini, cukup jelas bahwa ini merupakan sebuah kasus perampasan tanah. Perusahaan tidak melakukan sebuah pendekatan yang baik dan jujur dengan enam marga di wilayah itu, yang mana secara hukum Indonesia merupakan pemilik sah atas tanah-tanah yang dimaksud. Cerita atau kejadian seperti ini merupakan hal yang cukup sering terjadi di Tanah Papua, dimana pihak perusahaan yang telah berhasil membujuk para kepala suku atau kepala marga untuk menandatangani dokumen apasaja sebagai bukti sah bahwa masyarakat telah menyerahkan hak kolektif mereka atas tanah yang dimaksud. Hal ini mudah terjadi juga karena hukum pertanahan masih sangat ambigu dan kurang spesifik, sehingga sulit untuk menjadi perlindungan formal bagi masyarakat adat, apalagi ketika berhadapan dengan perusahaan-perusahaan yang jahat dan sangat kuat. </span></p>
<p><span lang="id">Sekarang ini, masyarakat Kebar menggugat perusahaan agar izinnya dicabut. Setelah diperiksa, ternyata banyak sekali ketidakberesan yang cukup serius dalam izin-izin tersebut, sehingga ini merupakan tuntutan yang sangat wajar.</span></p>
<p><span lang="id">Pertama, tidak adanya AMDAL dari proyek terkait. Kerangka Acuan sudah disiapkan pada April 2016, namun proses dalam membahas dokumen terakhir ditunda oleh karena adanya penolakan. Hal ini berarti tidak adanya evaluasi dari efek lingkungan dibuatnya perkebunan di kawasan lembah Kebar yang mempunyai keberlimpahan ekologis, suatu lansekap di Papua yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Lembah Kebar dengan ketinggian yang sedang, dipenuhi rerumputan dan rawa-rawa yang melintasi hutan, kawasan yang biasanya rumah bagi komuniti-komuniti ekologis yang unik dan sangat memungkinkan terdapat spesies-spesies yang endemik. Namun hampir seluruh bagian bawah lembah Kebar ini termasuk di dalam izin area perkebunan. Perusahaan juga belum melakukan evaluasi dampak perkebunan pada dua area konservasi seperti Arfak dan pegunungan Tambrauw yang mengelilingi lembah tersebut. Evaluasi juga tidak dilakukan untuk mengetahui efek dari jumlah besar limbah kimia agrikultur yang sudah pasti akan mengalir ke hulu sungai Kamundan yang nanti akan mengotori sungai sepanjang ratusan kilometer melalui hutan dan rawa-rawa di Semenanjung Kepala Burung/Domberai. Tidak pula ada studi mengenai dampak perkenalan pertanian berpola industri dan skala besar pada masyarakat adat di lembah Kebar, yang juga tidak diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi mereka perihal dampak proyek tersebut dalam hidup mereka. </span></p>
<p><span lang="id">Izin pelepasan kawasan hutan untuk lahan-lahan tersebut adalah sangat bermasalah. Izin ini diterbitkan oleh mantan menteri kehutanan Zulkifli Hasan di hari terkahirnya dalam jabatan sebagai menteri kehutanan, yakni pada 29 September 2014, yang mana pada waktu itu ia sibuk membersihkan mejanya dengan menandatangani semua permintaan perizinan yang ditunda, yang dalam banyak kasus pengesahan perizinan ini tidak melalui proses yang teliti. Dalam hal ini, surat keputusan yang ia tandatangani menyatakan bahwa dari 32390 hektar lahan diminta, sekitar 13021 tidak akan dilepas karena merupakan hutan primer, sehingga hanya 19368 hektar yang akan dilepas. Anehnya, peta yang menyertai surat keputusan tersebut memperlihatkan 32390 hektar penuh&#8211;seseorang telah melakukan kesalahan dalam buat peta. Lahan sebesar 13021 ha ini sekarang tidak mendapatkan perlindungan dari negara. </span></p>
<p><span lang="id">Lebih jauh lagi, surat keputusan pelepasan kawasan hutan sangat jelas menyatakan bahwa lahan tersebut akan digunakan untuk minyak sawit, namun perusahaan yang beroperasi justru menanam jagung. Apa yang sepertinya terjadi adalah, ketika diketahui bahwa proyek kebun kelapa sawit akan banyak menuai penolakan, pihak perusahaan kembali mendekati Bupati Tambrauw, Gabriel Asem dengan rencana baru. Pada 28 September 2015 ia mengeluarkan surat izin lokasi untuk perusahaan (SK 521/296/2015), dan di hari yang sama juga, ia mengeluarkan surat izin usaha tanaman pangan. (SK 521/297/2015). </span></p>
<p><span lang="id">Kedua izin tersebut seluas 19,368 hektar, luas sama dengan yang dilepas dari kawasan hutan oleh Zulkfli Hasan. Namun kali ini, peta izin hanya tunjukkan areal yang bukan hutan primer, tanda perusahaan dan pemerintah daerah sudah sadar atas kesalahan yang dibuat oleh mantan menteri tersebut. </span></p>
<p><span lang="id">Sudah cukup jelas bahwa proses perizinan untuk perkebunan ini tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Seharusnya izin lokasi diterbit terlebih dahulu, izin yang berlaku selama tiga tahun, sehingga perusahaan dapat melengkapi persyaratan-persyaratan lainnya, termasuk mempersiapkan AMDAL. Setelah semua ini telah dipenuhi, surat izin usaha dapat dikeluarkan (peraturan yang relevan adalah Regulasi Menteri Pertanian 39/2010 tentang izin usaha tanaman pangan). Menurut regulasi Menteri Kehutanan sendiri yang berlaku pada September 2014 (Regulasi Menteri Kehutanan 33/2010 dan 29/2014), bahwa hutan tidak bisa dilepas bila perusahaan belum memiliki izin usaha (sehingga mereka harus melalui proses EIA terlebih dahulu). Kendati demikian, Zulkifli Hasan sering mengabaikan regulasi yang ia buat sendiri sebagaimana ia telah melepas 900,000 hektar kawasan hutan Papua selama lima tahun ia menjabat sebagai menteri kehutanan. </span></p>
<p><span lang="id">Perusahaan akhirnya menggunakan izin usahanya yang cacat hukum bersama izin dari masyarakat untuk mengelola tanah adat yang mereka peroleh melalui tipu daya untuk mendapatkan Hak Guna Usaha yang akan berlaku selama 35 tahun. </span></p>
<p lang="id"><a href="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/HGU-PT-BAPP.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1648" src="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/HGU-PT-BAPP.jpg" alt="" width="880" height="480" srcset="https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/HGU-PT-BAPP.jpg 880w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/HGU-PT-BAPP-300x164.jpg 300w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/HGU-PT-BAPP-768x419.jpg 768w" sizes="(max-width: 880px) 100vw, 880px" /></a></p>
<p><span lang="id">Perusahaan juga menggunduli hutan yang sudah diatur sebagai Kesatuan Hidrologi Gambut dengan fungsi lestari, dan dengan demikian mereka telah melanggar peraturan 57/2016 yang melarang penggundulan atas zona-zona ini, meski perusahaan bersangkutan sudah memiliki izin. </span></p>
<p lang="id"><a href="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/Kesatuan-hidrologi-Gambut.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-1649" src="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/Kesatuan-hidrologi-Gambut-1024x573.jpg" alt="" width="600" height="336" srcset="https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/Kesatuan-hidrologi-Gambut-1024x573.jpg 1024w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/Kesatuan-hidrologi-Gambut-300x168.jpg 300w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/Kesatuan-hidrologi-Gambut-768x430.jpg 768w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/Kesatuan-hidrologi-Gambut.jpg 1408w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<p lang="id">Kawasan rawa-rawa ini merupakan habitat utama bagi pohon sagu, sumber pangan pokok tradisional bagi orang Papua di lembah Kebar. Perusahaan menyisakan beberapa pohon sagu ketika menggunduli hutan, dan sekarang pohon-pohon tersebut dikelilingi oleh tanaman jagung, sehingga membuat pohon sagu menjadi rentan keberadaannya dikarenakan kawasan-kawasan yang tadinya basah sekarang telah mengering.</p>
<p><span lang="id">PT Bintuni Agro Prima Perkasa adalah salah satu dari sekitar sepuluh perusahaan perkebunan di Tanah Papua yang terhubung dengan Salim Group. Tiga perusahaan sedang aktif membuka hutan dan tanah lainnya, yaitu: PT Rimbun Sawit Papua, PT Subur Karunia Raya, dan PT Bintuni Agro Prima Perkasa, dan ketiga perusahaan tersebut semuanya ditentang oleh komunitas masyarakat. Ada tiga lagi yang diyakini mempunyai izin lengkap sehingga mungkin akan mulai beroperasi dalam waktu dekati: PT Menara Wasior, PT Tunas Agung Sejahtera, dan PT Permata Nusa Mandiri. </span></p>
<p lang="id">Tak ada satupun dari perusahaan yang disebut di atas dimiliki secara langsung oleh Antoni Salim sendiri, namun banyak sekali bukti bahwa perusahaan-perusahaan tersebut dikendalikan oleh Salim Group, mungkin sekali melalui praktik “nominee agreement” yang memungkinkan bagi pemilik benar yang akan dapat untung dari usaha (beneficial owner) untuk tidak tercantum dalam daftar saham. Salim Group tidak pernah membantah secara publik kaitannya dengan perusahaan-perusahaan perkebunan tersebut, yang sekarang ini beroperasi di bawah nama Indogunta Group.</p>
<p align="justify"><span lang="id">Sebagai salah satu dari produsen makanan olahan terbesar di Indonesia, Salim Group adalah pengkonsumsi besar jagung. Mereka menggunakan jagung untuk usaha makanan ringan, yang mana usaha Indofoodnya beroperasi bersama dengan Pepsico. Usaha patungan ini, Indofood Fritolay Makmur memiliki franchise untuk produk Pepsico di Indonesia, seperti merek snack Cheetos dan Doritos. Keluhan mengenai hak pekerja di perusahaan perkebunan sawit IndoAgri yang dimiliki Salim Group, serta keluhan yang tidak spesifik perihal keterlibatan Group dalam penggundulan hutan dan sengketa sosial/lahan, sudah membuat Pepsico menekan Salim Group bahwa kerjasama antara dua perusahaan tidak akan lagi menggunakan minyak kelapa sawit dari IndoAgri pada Januari 2017. Komitmen ini diberlakukan hanya untuk minyak sawit saja, belum ada komitmen yang spesifik mengenai jagung.</span></p>
<p align="justify"><a href="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-5.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1644" src="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-5.jpg" alt="" width="1000" height="750" srcset="https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-5.jpg 1000w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-5-300x225.jpg 300w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/08/PT-BAPP-5-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></a><link rel="stylesheet" type="text/css" href="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm//css/osm_map.css" /><style type="text/css">#map_2 {clear: both; padding: 0px; margin: 0px; border: 0px; width: 100%; height: 100%; margin-top:0px; margin-right:0px;margin-left:0px; margin-bottom:0px; left: 0px; border-radius:0px;
box-shadow: none;}#map_2 img{clear: both; padding: 0px; margin: 0px; border: 0px; width: 100%; height: 100%; position: absolute; margin-top:0px; margin-right:0px;margin-left:0px; margin-bottom:0px; border-radius:0px;
box-shadow: none;}</style><div id="map_2" class="OSM_Map" style="width:100%; height:450px; overflow:hidden;padding:0px;border:none;"><script type="text/javascript" src="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/js/osm-plugin-lib.js"></script><script type="text/javascript">/* <![CDATA[ */(function($) { OpenLayers.ImgPath = "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/themes/ol/"; map_2 = new OpenLayers.Map ("map_2", {            controls:[              new OpenLayers.Control.Navigation(),              new OpenLayers.Control.PanZoom(),              new OpenLayers.Control.Attribution()              ],          maxExtent: new OpenLayers.Bounds(-20037508.34,-20037508.34,20037508.34,20037508.34),          maxResolution: 156543.0399,          numZoomLevels: 19,          units: "m",          projection: new OpenLayers.Projection("EPSG:900913"),          displayProjection: new OpenLayers.Projection("EPSG:4326")      } );var lmap = new OpenLayers.Layer.OSM.Mapnik("Mapnik");map_2.addLayers([lmap]);var lonLat = new OpenLayers.LonLat(133.176,-0.863).transform(map_2.displayProjection, map_2.projection);map_2.setCenter (lonLat,8);var MarkerLayer = new OpenLayers.Layer.Markers("Marker");map_2.addLayer(MarkerLayer);
      function osm_map_2MarkerPopUpClick(a_evt){
        if (this.popup == null){
          this.popup = this.createPopup(this.closeBox);
          map_2.addPopup(this.popup);
          this.popup.show();
        }
        else{
          for (var i = 0; i < map_2.popups.length; i++){
          map_2.popups[i].hide();
          }
          this.popup.toggle();
        }
        OpenLayers.Event.stop(a_evt);
      }
    var map_2IconArray = [];var Mdata = {};
        Mdata.icon = new OpenLayers.Icon("https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/wpttemp-green.png",
          new OpenLayers.Size(24,24),
          new OpenLayers.Pixel(0, -24));map_2IconArray.push(Mdata);var ll = new OpenLayers.LonLat(133.1983,-0.84496).transform(map_2.displayProjection, map_2.projection);var feature = new OpenLayers.Feature(MarkerLayer, ll, map_2IconArray[0]);feature.closeBox = true;feature.popupClass = OpenLayers.Class(OpenLayers.Popup.FramedCloud, {"autoSize": true, minSize: new OpenLayers.Size(150,150),"keepInMap": true } );feature.data.popupContentHTML = "";feature.data.overflow = "hidden";var marker = new OpenLayers.Marker(ll,map_2IconArray[0].icon.clone());marker.feature = feature;MarkerLayer.addMarker(marker);var lonLat = new OpenLayers.LonLat(133.176,-0.863).transform(map_2.displayProjection, map_2.projection);map_2.setCenter (lonLat,8);})(jQuery)/* ]]&gt; */ </script></div></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Hutan sumber Kehidupan Kami, bukan Kelapa Sawit&#8221;</title>
		<link>https://awasmifee.potager.org/?p=1633&#038;lang=id</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2018 06:01:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seputar Tanah Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Human Rights]]></category>
		<category><![CDATA[Indogunta Group]]></category>
		<category><![CDATA[PT Menara Wasior]]></category>
		<category><![CDATA[Salim Group]]></category>
		<category><![CDATA[Wasior Berdarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://awasmifee.potager.org/?p=1633</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Protes telah disampaikan sejak tahun 2015, tetapi jawabannya justru lahir ijin pelepasan hutan&#8221; Jakarta – Koalisi masyarakat sipil melakukan aksi protes ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada jumat (23/03/2018), protes tersebut terkait pemberian ijin pelepasan kawasan hutan produksi konversi untuk perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Menara Wasior (MW) di daerah Kali Wosimi, Distrik Naikere [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Protes telah disampaikan sejak tahun 2015, tetapi jawabannya justru lahir ijin pelepasan hutan&#8221;</em></p>
<p><a href="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/03/aksi-KLHK-PT-Menara-Wasior.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-1634" src="http://awasmifee.potager.org/uploads/2018/03/aksi-KLHK-PT-Menara-Wasior-1024x576.jpg" alt="" width="600" height="338" srcset="https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/03/aksi-KLHK-PT-Menara-Wasior-1024x576.jpg 1024w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/03/aksi-KLHK-PT-Menara-Wasior-300x169.jpg 300w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/03/aksi-KLHK-PT-Menara-Wasior-768x432.jpg 768w, https://awasmifee.potager.org/uploads/2018/03/aksi-KLHK-PT-Menara-Wasior.jpg 1052w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></a></p>
<p><strong>Jakarta – Koalisi masyarakat sipil melakukan aksi protes ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada jumat (23/03/2018), protes tersebut terkait pemberian ijin pelepasan kawasan hutan produksi konversi untuk perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Menara Wasior (MW) di daerah Kali Wosimi, Distrik Naikere dan Distrik Kuriwamesa, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat.</strong></p>
<p>Penolakan masyarakat terhadap pemberian ijin kepada perusahaan perkebunan sawit ini telah disampaikan ke KLHK sejak 2015 silam, akan tetapi hingga kini tak ada respon dari pihak kementerian. Namun, berbalik fakta atas penolakan Menteri KLHK, Siti Nurbaya Bakar justru mengeluarkan ijin SK No. 16/1/PKH/PMDH/2017, tertanggal 20 September 2017 lalu kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Menara Wasior (MW).</p>
<p>Dalam aksi tersebut hadir juga perwakilan masyarakat sipil dari Wasior, Teluk Wondama, Stephanus Marani yang menyampaikan bahwa aktivitas mengancam dan akan menghilangkan tempat hidup masyarakat adat Suku Wondamen, Torowar dan Mairasi.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan oleh Yohanes Akwan, ketua Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Papua Barat bahwa, pemberian ijin sepihak yang datang dari Jakarta sangat merugikan masyarakat asli Papua.</p>
<p>“Hutan merupakan sumber kehidupan kami, bukan kelapa sawit, kami tidak mungkin makan sawit jika dusun sagu kami berubah menjadi perkebunan sawit” Ujar Yohanes dalam orasinya.</p>
<p>Menurutnya, masyarakat yang dikawasan ini pernah menjadi korban kekerasan aparat keamanan pada tahun 2001. Sebagaimana diketahui peristiwa Wasior berdarah yang terjadi pada tahun 2001 oleh Komnas HAM pada tahun 2004 telah dinyatakan sebagai kasus PELANGGARAN HAM BERAT. Peristiwa Wasior Berdarah terjadi selama kurun waktu April- Oktober 2001.</p>
<p>Juli 2004, Tim Adhoc Papua dari Komnas HAM yang menyelidiki kasus Wasior Berdarah 2001 dan Wamena Berdarah 2003 menemukan beberapa fakta, meluasnya kekerasan dan menyimpulkan bahwa terjadi kekerasan yang terstruktur oleh militer Indonesia baik TNI/POLRI.</p>
<p>Sementara itu direktur Yayasan Pusaka, Franky Samperante menyoroti tidak konsistennya pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla.</p>
<p>Menurutnya, sepanjang tahun 2017 pemerintah telah mengeluarkan ijin pelepasan kawasan hutan terhadap 3 perusahaan di Papua yang luasnya mencapai 60.000 ha. Tak hanya perusahaan perkebunan, pemberian ijin juga diikuti perusahaan pertambangan yang luasnya capai 85.000 ha.<span id="more-1633"></span></p>
<p>Aksi protes ini merupakan gabungan dari beberapa lembaga masyarakat sipil yakni Yayasan Pusaka, Foker LSM Papua, KPKC GKI Tanah Papua, Walhi Papua, Wongkei Institute, JERAT Papua, SKP KC Fransiskan Papua, Perkumpulan Belantara, Perkumpulan Bin Madag Kom, GSBI Papua Barat dan Papua Forest Watch.</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://pusaka.or.id/2018/03/hutan-sumber-kehidupan-kami-bukan-kelapa-sawit/">http://pusaka.or.id/2018/03/hutan-sumber-kehidupan-kami-bukan-kelapa-sawit/</a></em></p>
<h1 class="entry-title">Surat Protes KLHK – Kebijakan Kelapa Sawit Papua</h1>
<p class="td-post-sub-title">Protes keras atas kebijakan dan penerbitan ijin pelepasan kawasan hutan produksi konversi untuk perusahaan perkebunan kelapa sawit.</p>
<div class="td-post-content">
<h2 style="text-align: center;"><em><span class="td_text_highlight_marker_red td_text_highlight_marker"><strong>Surat Protes<br />
</strong></span><strong>Kasus PT. Menara Wasior di Kab. Teluk Wondama</strong></em></h2>
<p><em>Kepada Yth,</em></p>
<ol>
<li><em>Presiden Republik Indonesia di Tempat.</em></li>
<li><em>Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Tempat.</em></li>
</ol>
<p><em><strong>Dengan hormat,</strong></em><br />
<em> Sehubungan dengan pemberian ijin pelepasan kawasan hutan produksi konversi untuk perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Menara Wasior (MW) di daerah Kali Wosimi, Distrik Naikere dan Distrik Kuriwamesa, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, pada September 2017 lalu, sebagaimana SK No. 16/1/PKH/PMDH/2017, tertanggal 20 September 2017, maka kami menyatakan protes keras atas kebijakan dan penerbitan ijin dimaksud.</em></p>
<p><em>Bahwa, pada tahun 2015 lalu, kami sudah menyampaikan surat protes atas rencana PT. MW dan memohon pemerintah tidak memproses permintaan perusahaan PT. MW untuk mendapatkan ijin pelepasan kawasan hutan konversi bagi perkebunan kelapa sawit PT. MW.</em></p>
<p><em><strong>Alasannya ada beberapa:</strong></em></p>
<div class="td-paragraph-padding-4">
<ul>
<li><em>Areal kawasan hutan dimaksudkan adalah wilayah adat dan tempat hidup masyarakat adat Suku Wondamen, Torowar dan Mairasi, yang mana menjadi korban pelanggaran HAM peristiwa “Wasior Berdarah 2001”, dan belum terselesaikan hingga hari ini. Masyarakat setempat masih trauma dan tidak punya kebebasan untuk berpendapat bebas membuat keputusan atas proyek ‘pembangunan’ di wilayah adatnya. Karenanya, pemberian ijin dimaksud akan mencederai rasa keadilan, tidak menghormati dan melindungi hak-hak hukum masyarakat adat setempat, mengabaikan hak atas rasa aman dan hak masyarakat menentukan pembangunan;</em></li>
<li><em> Aktivitas perkebunan PT. MW akan mengancam dan menghilangkan kawasan hutan sumber hidup dari masyarakat adat setempat. Kawasan hutan dimaksud merupakan sumber mata pencaharian, sumber pendapatan, sumber pangan dan air, sumber obatobatan, terdapat dusun-dusun pusaka dan tempat suci, dan sebagainya,</em></li>
<li><em>Kebijakan tersebut bertentangan dengan komitmen pemerintah untuk melakukan</em><br />
<em> moratorium perkebunan kelapa sawit dan pembangunan berkelanjutan.</em></li>
</ul>
</div>
<p><em><strong>Berdasarkan perihal tersebut diatas, demi keadilan dan hukum, Kami nyatakan dan mendesak:</strong></em></p>
<ul>
<li><em>Kepada Bapak Presiden untuk segera menyelesaikan pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) peristiwa Wasior Berdarah 2001, melakukan rehabilitasi dan pemulihan hak-hak korban, secara adil dan memberikan rasa hormat kepada korban dan keluarganya. Demikian pula, kasus pelanggaran HAM lainnya di Tanah Papua;</em></li>
<li><em>Kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk segera meninjau kembali dan mencabut perijinan pelepasan kawasan hutan untuk usaha perkebunan kelapa sawit PT.MW dimaksud karena melanggar hak-hak dasar Orang Asli Papua dan berpotensial menambah permasalahan maupun konflik sosial lainnya (Kronologis terlampir).</em></li>
<li><em>Tindakan penting lain yang perlu adalah segera mengakui, melindungi dan menghormati keberadaan dan hak-hak masyarakat adat setempat atas tanah, hutan dan kekayaan alam lainnya.</em></li>
</ul>
<p><em><strong>Jakarta, 23 Maret 2018</strong></em></p>
<p><em>Hormat kami,</em></p>
<div class="td_text_columns_two_cols">
<p><em>Yayasan Pusaka</em><br />
<em> Foker LSM Papua</em><br />
<em> KPKC GKI Tanah Papua</em><br />
<em> Walhi PapuaWongkei Institute</em><br />
<em> JERAT Papua</em><br />
<em> SKP KC Fransiskan Papua</em><br />
<em> Perkumpulan Belantara</em><br />
<em> Perkumpulan Bin Madag Kom</em><br />
<em> Papua Forest Watch</em></p>
</div>
<p><em><strong>Tembusan:</strong></em></p>
<ul>
<li><em>Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI</em></li>
<li><em>Dirjen Planologi Kementerian Lingkungan Hidup RI</em></li>
<li><em>Sekretaris Kabinet RI</em></li>
<li><em>Kepala Staf Kepresidenan Kantor Staf Presiden RI</em></li>
<li><em>Ketua Komnas HAM RI</em></li>
<li><em>Gubernur Provinsi Papua Barat</em></li>
</ul>
<p><em><strong>Kontak Person:</strong></em><br />
<em> Franky Samperante (HP. +62 813 1728 6019)</em><br />
<em> Stephanus Marani (HP. +62 812 9453 5639)</em></p>
<h2 style="text-align: center;"><em><strong>KRONOLOGIS<br />
EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM<br />
</strong><strong>DAN KEKERASAN<br />
DI WASIOR</strong></em></h2>
<p><em>Tahun 2001: Wasior Berdarah Sepanjang Maret – Oktober 2001, terjadi serangkaian aksi protes warga terhadap keberadaan perusahaan-perusahaan pembalakan kayu yang beroperasi di daerah ini, seperti: PT. Wapoga Mutiara Timber (WMT), PT. Dharma Mukti Persada (DMP, anak perusahaan Kayu Lapis Indonesia), CV. VPP (Vatika Papuana Perkasa), dikarenakan perusahaan tersebut tidak memenuhi kewajiban dan janji-janji pembangunan terhadap masyarakat adat setempat.</em></p>
<p><em>Selanjutanya, aksi protes berlangsung secara keras, aparat keamanan dari Polri (Brimob) terlibat mengamankan bisnis perusahaan dan terjadi ketegangan hingga aksi kekerasan. Pada Juni 2001, Polda Papua didukung oleh Kodam XVII Trikora melakukan operasi penyisiran “Operasi Tuntas Matoa”.</em></p>
<p><em>Operasi pengejaran dan penyisiran secara besar-besaran pelaku pembunuhan di desa-desa sekitar tempat kejadian dan hingga ke daerah Nabire dan Serui. Ada banyak warga kampung yang tidak tahu menahu permasalahan, turut ditangkap tanpa surat penahanan, dianiaya, ditahan dan ditembak. Sebanyak 51 rumah-rumah penduduk dibakar dengan harta bendanya di delapan lokasi berbeda, (yakni Wasior Kota, Kampung Wondamawi, Wondiboi, Senderaboi, Sanoba dan Ambumi, serta Yopenggar dan Sanoba di Kabupaten Nabire), hasil kebun dan ternak peliharaan dimusnahkan.</em></p>
<p><em>Menurut laporan Tim Kemanusiaan Kasus Wasior 2001, diketahui ada 94 orang penduduk sipil tidak bersalah ditangkap, disiksa ringan dan berat bahkan menderita cacat seumur hidup, serta terjadi pengungsian massal.</em></p>
<p><em>Berdasarkan hasil penyidikan Tim Pengkajian Permasalahan HAM di Papua (Desember 2003 – Juli 2004) dari Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) disampaikan selama proses pengejaran terhadap pihak yang diduga pelaku telah terjadi tindak pembunuhan, penyiksaan termasuk penyiksaan yang mengakibatkan kematian, penghilangan orang secara paksa dan perkosaan disejumlah lokasi.</em></p>
<p><em>Tercatat empat orang meninggal, satu orang mengalami kekerasan seksual, lima orang hilang dan 39 orang disiksa. Berkas perkara ini terakhir diserahkan Komnas HAM ke Kejaksaan Agung pada Juli 2014, setelah beberapa kali dikembalikan oleh Kejaksaan Agung (Juli 2013, Juni 2014) diserahkan kembali oleh Komnas HAM (September 2004, Desember 2004, September 2013, 17 Juli 2014).</em></p>
<p><em>Pada awal Mei 2017 di Jenewa, Swiss, Pemeintah RI – diwakili oleh Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsuhi – Dihadapan Dewan HAM PBB saat Indonesia menjalani sidang Universal Periodoc Review (UPR), mengungkapkan komitmen Pemerintah RI untuk menundtaskan pengadilan HAM dibawah UU No. 26 Tahun 2000. Namin hingga kini kami belum mendapatkan bukti bahwa proses persidangan akan digelar.</em></p>
<h3><em><strong>Tahun 2009: Konsesi Baru dan Kekerasan Berlanjut</strong></em></h3>
<p><em>Ditengah ketidak jelasan penyelesaian pelanggaran HAM “Wasior Berdarah”, Menteri Kehutanan mengabulkan dan memberikan ijin usaha pembalakan kayu kepada perusahaan PT. Kurnia Tama Sejahtera (KTS, perusahaan milik Arta Graha Group) berdasarkan SK.648/MenhutII/2009, yang lokasinya berada di eks lokasi konsesi PT. DMP, dengan luas 115.800 hektar.</em></p>
<p><em>Pemerintah dan perusahaan tidak pernah berkonsultasi dan meminta restu masyarakat adat setempat, sebelum mendapatkan ijin pembalakan kayu. Perusahaan menawarkan pemberian uang kompensasi dan janji pembangunan. Masyarakat adat Mairasi, Miere, Torowa dan Wandamen, tidak pernah memberikan keputusan bebas dan menolak, karena masih trauma dengan peristiwa masa lalu (<strong>Wasior Berdarah</strong>).</em></p>
<p><em>Pada Januari 2013, peristiwa kekerasan berulang, tiga warga Kampung Sararti dan Ambumi, dipukul dan disiksa petugas anggota TNI AD Yonif 753 Sorong di lokasi log pond perusahaan PT.KTS di Ambumi dan di basecamp perusahaan KM48. Pada Februari 2013, tokoh-tokoh masyarakat adat dari Kampung Sararti, Wosimo, Inyora, Undurara, Oyaa dan Yawore, Distrik Naikere, membuat Surat Pernyataan yang memuat sikap penolakan masyarakat adat terhadap aktivitas PT. KTS.</em></p>
<h3><em><strong>Tahun 2013: Wijaya Sentosa dan Utang Belum Terbayar</strong></em></h3>
<p><em>Tahun 2013, Menteri Kehutanan kembali memberikan ijin usaha pembalakan kayu kepada perusahaan PT. Wijaya Sentosa (WS, anak perusahaan Sinar Wijaya Group), berdasarkan Nomor SK.33/Menhut-II/2013, tertanggal 15 Januari 2013, berlokasi di Distrik Kuri Wamesa hingga Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama. Berbatasan dengan areal perusahaan PT. KTS.</em></p>
<p><em>Sebelumnya, areal konsesi PT. WS adalah milik PT. WMT yang tidak aktif semenjak perstiwa Wasior Berdarah. Banyak hutang masa lalu yang belum dibayarkan oleh PT. WMT, termasuk hutan atas kompensasi kayu-kayu komersial yang telah roboh ke tanah, hutang dan janji pembangunan yang belum lunas dipenuhi.</em></p>
<p><em>Masyarakat Suku Dusner, Kuri dan Wamesa, yang memiliki areal konsesi dan berdiam dikawasan ini juga tidak mampu menolak kehadiran perusahaan PT. WS. Aparat TNI dan Brimob mengawal seluruh aktivitas perusahaan sejak meminta persetujuan Rencana Kerja Tahunan hingga pengangkutan kayu di logpond. Perusahaan bekerja tanpa peduli dengan suara masyarakat. Hutan keramat dibongkar, kayu-kayu komersial sepanjang sungai dan tepi pantai ditebang, sungai penuh lumpur tak ada jalan air dan dusun sagu mati. Meskipun demikian perusahaan tetap mendapatkan penghargaan sertifikat hijau.</em></p>
<h3><em><strong>Tahun 2017: Ancaman Deforestasi Kebun Kelapa Sawit</strong></em></h3>
<p><em>Pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, menerbitkan izin prinsip pelepasan kawasan hutan untuk usaha perkebunan kelapa sawit kepada perusahaan PT. Menara Wasior (MW, masih berhubungan dengan Salim Group) di daerah dataran sepanjang Kali Wosimi, Kampung Ambumi, Distrik Kuriwamesa, seluas 32.170 hektar. Arealnya berbatasan dengan konsesi perusahaan pembalakan kayu PT. KTS.</em></p>
<p><em>Tahun 2017, pemerintah menerbitkan surat pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit PT. MW melalui SK No. 16/1/PKH/PMDH/2017, tertanggal 20 September 2017. Beberapa kali perusahaan dan pemerintah melakukan sosialisasi rencana dan konsultasi AMDAL, tapi masyarakat menolak dan tidak menghadiri pertemuan tersebut.</em></p>
<p><em>Tahun 2015, PUSAKA mengirimkan surat protes kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk menghentikan proses pemberian ijin pelepasan kawasan hutan kepada PT. MW karena tuntutan dan penolakan warga, karena kehadiran perusahaan tidak sepatutnya sebelum menyelesaikan permasalahan masa lalu, pelanggaran HAM dan berbagai peristiwa yang terjadi di daerah ini. Pemerintah tidak menanggapi dan tidak konsisten dengan komitmen atas <strong>‘moratorium perkebunan kelapa sawit’</strong>.</em></p>
<p><em>Kawasan hutan alam disekitar Kali Wosimi terancam adanya deforestasi. Masyarakat setempat Suku Wondamen akan terkena dampak langsung dari rencana ini. Hutan adat, tempat keramat dan dusun-dusun pusaka milik masyarakat setempat, seperti Sanebuh, Iwagasi, Koine, terancam hilang. Tempat-tempat sumber mata pencaharian akan tergusur dan masyarakat akan kehilangan sumber pangan dan sumber pendapatan.</em></p>
<p><em>Selain perusahaan kelapa sawit, ancaman juga berasal dari <a href="http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/02/12/p40zzb284-penambangan-emas-ancam-tamannasional-teluk-cenderawasih">rencana kegiatan pertambangan emas di daerah tersebut.</a> Tahun 2014, pemerintah daerah Kabupaten Teluk Wondama memberikan ijin eksplorasi kepada PT. Abisha Bumi Persada berdasarkan ijin Nomor 543/06A/BUP-TW/2014, berlokasi di Distrik Kuriwamesa, Rasiei dan Naikere, seluas 23.324 ha. Kini perusahaan sedang melakukan konsultasi AMDAL.</em></p>
<h3><em><strong>Salim Group di Papua</strong></em></h3>
<p><em>Perusahaan PT. Menara Wasior diduga masih berhubungan dengan bisnis dan kepemilikan perusahaan raksasa Salim Group, milik pengusaha kaya keluarga Sudono Salim (Liem Sioe Liong). Pada era pemerintahan Soeharto, Sudono Salim terkenal salah satu kroni Soeharto dan mempunyai bisnis pembalakan kayu di Papua melalui PT. Hanurata.</em></p>
<p><em>Di Papua, bisnis perkebunan kelapa sawit yang terkait dengan Salim Group adalah PT. Rimbun Sawit Papua (RSP, 2014) berlokasi didaerah Bomberay dan Tomage, Kabupaten Fakfak, seluas 10.102 ha, PT. Subur Karunia Raya (SKR, 2014) berlokasi didaerah Maskona, Kabupaten Teluk Bintuni, seluas 38.770 ha dan PT. Bintuni Agro Prima Perkasa (BAPP, 2014) berlokasi didaerah Kebar, Kabupaten Tambrauw, seluas 19.369 hektar.</em></p>
<p><em>Keberadaan dan aktivitas perusahaan Salim Group ini menuai protes penolakan. Di Tambrauw, warga protes karena ijin dan komoditi PT. BAPP yang tidak sesuai dan mengancam lingkungan setempat.</em></p>
<p><em>Sumber: Pusaka:<a href="http://pusaka.or.id/2018/03/surat-protes-klhk-kebijakan-kelapa-sawit-papua/"> http://pusaka.or.id/2018/03/surat-protes-klhk-kebijakan-kelapa-sawit-papua/</a></em></p>
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm//css/osm_map.css" /><style type="text/css">#map_3 {clear: both; padding: 0px; margin: 0px; border: 0px; width: 100%; height: 100%; margin-top:0px; margin-right:0px;margin-left:0px; margin-bottom:0px; left: 0px; border-radius:0px;
box-shadow: none;}#map_3 img{clear: both; padding: 0px; margin: 0px; border: 0px; width: 100%; height: 100%; position: absolute; margin-top:0px; margin-right:0px;margin-left:0px; margin-bottom:0px; border-radius:0px;
box-shadow: none;}</style><div id="map_3" class="OSM_Map" style="width:100%; height:450px; overflow:hidden;padding:0px;border:none;"><script type="text/javascript" src="https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/js/osm-plugin-lib.js"></script><script type="text/javascript">/* <![CDATA[ */(function($) { OpenLayers.ImgPath = "https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/themes/ol/"; map_3 = new OpenLayers.Map ("map_3", {            controls:[              new OpenLayers.Control.Navigation(),              new OpenLayers.Control.PanZoom(),              new OpenLayers.Control.Attribution()              ],          maxExtent: new OpenLayers.Bounds(-20037508.34,-20037508.34,20037508.34,20037508.34),          maxResolution: 156543.0399,          numZoomLevels: 19,          units: "m",          projection: new OpenLayers.Projection("EPSG:900913"),          displayProjection: new OpenLayers.Projection("EPSG:4326")      } );var lmap = new OpenLayers.Layer.OSM.Mapnik("Mapnik");map_3.addLayers([lmap]);var lonLat = new OpenLayers.LonLat(134.406,-2.585).transform(map_3.displayProjection, map_3.projection);map_3.setCenter (lonLat,9);var MarkerLayer = new OpenLayers.Layer.Markers("Marker");map_3.addLayer(MarkerLayer);
      function osm_map_3MarkerPopUpClick(a_evt){
        if (this.popup == null){
          this.popup = this.createPopup(this.closeBox);
          map_3.addPopup(this.popup);
          this.popup.show();
        }
        else{
          for (var i = 0; i < map_3.popups.length; i++){
          map_3.popups[i].hide();
          }
          this.popup.toggle();
        }
        OpenLayers.Event.stop(a_evt);
      }
    var map_3IconArray = [];var Mdata = {};
        Mdata.icon = new OpenLayers.Icon("https://awasmifee.potager.org/wp-content/plugins/osm/icons/wpttemp-green.png",
          new OpenLayers.Size(24,24),
          new OpenLayers.Pixel(0, -24));map_3IconArray.push(Mdata);var ll = new OpenLayers.LonLat(134.41949,-2.89234).transform(map_3.displayProjection, map_3.projection);var feature = new OpenLayers.Feature(MarkerLayer, ll, map_3IconArray[0]);feature.closeBox = true;feature.popupClass = OpenLayers.Class(OpenLayers.Popup.FramedCloud, {"autoSize": true, minSize: new OpenLayers.Size(150,150),"keepInMap": true } );feature.data.popupContentHTML = "";feature.data.overflow = "hidden";var marker = new OpenLayers.Marker(ll,map_3IconArray[0].icon.clone());marker.feature = feature;MarkerLayer.addMarker(marker);var lonLat = new OpenLayers.LonLat(134.406,-2.585).transform(map_3.displayProjection, map_3.projection);map_3.setCenter (lonLat,9);})(jQuery)/* ]]&gt; */ </script></div>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
