
{"id":1167,"date":"2015-03-21T12:02:20","date_gmt":"2015-03-21T12:02:20","guid":{"rendered":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/?p=1167"},"modified":"2015-03-21T12:03:28","modified_gmt":"2015-03-21T12:03:28","slug":"kamoro-people-take-a-stand-against-freeport-smelter-plans","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/?p=1167&lang=id","title":{"rendered":"Malam Ini (Sabtu, 21\/3\/2015) Masyarakat Kamoro Pasang Sasi Tolak Smelter"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<p><em>Timika, Jubi\u00a0 \u2013\u00a0 Dewan Pimpinan Adat (DPA) Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO) bersama masyarakat Kamoro yang terdiri dari 10 Kampung di Pesisir Mimika, akan melakukan upacara Sasi atau yang berarti suatu larangan untuk mengambil tumbuhan tertentu selama jangka waku tertentu. Sehingga masyarakat lokal sangat menjaga kelestarian hutannya.<\/em><\/p>\n<p>Hal ini disampaikan Sekretaris Lemasko, Simson Saul Materaki, sekaligus menjelaskan, bahwa pihaknya akan melakukan berbagai ritual untuk proses S<em>asi<\/em> tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKami akan datangi juga kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, yang diawali dengan lokasi pembangunan Smelter di Paomako,\u201d ujar Simson Saul Materaki, kepada <em>tabloidjubi.com<\/em>, di Timika, Jumat (20\/3) tengah malam, pukul 23.45 Waktu Papua.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pjs Ketua DPA LEMASKO, Dominikus Mitoro, SE, M.Si., menegaskan, bahwa Lemasko berjuang melindungi hak \u2013 hak dasar masyarakat adat dari Kampung Nake sampai Kampung Warifi (Teluk Etna).<\/p>\n<p>\u201cSuku Kamoro di Timika Papua kumpul bikin adat panggil leluhur mereka, besok pagi 21 Maret 2015 pasang\u00a0S<em>asi<\/em> adat untuk wilayah Timika. Menolak Freeport dan Smelter serta investasi apapun disana demi menyelamatkan hutan manggrove dan dusun sagu,\u201d tutur Dominikus Mitoro.<\/p>\n<p>Dikatakan, S<em>asi<\/em> adat itu mengembalikan masalah atau tuntutan kepada leluhur serta mengajak para moyang terdahulu untuk ikut menjaga tanah yang dipalang.\u00a0S<em>asi<\/em> adat biasanya berujung pada korban bagi mereka yang melawan.<\/p>\n<p>\u201cBegitu juga mereka yang bikin\u00a0S<em>asi<\/em> bila melanggar langsung mati. Paska S<em>asi<\/em> ini, freeport atau investasi apapun terganggu selamanya. Pokoknya usaha apapun tidak akan mulus sampai angkat kaki dari bumi Mimika,\u201d paparnya.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Hal tersebut dibenarkan, tokoh masyarakat adat Kamoro, Jhon Nakiaya. Ia mengatakan, bahwa semua masyarakat Kamoro akan kumpul dan melakukan\u00a0S<em>asi<\/em> memanggil leluhur, semunya dari 10 kampung yang ada di pesisir Mimika.<\/p>\n<p>\u201cAcara dari malam ini hingga masuk pagi dan kami lanjutkan ke kantor Pemerintah Daerah, semua masyarakat melakukan ritual S<em>asi<\/em>, yaitu memanggil seluruh nenek moyang melindungi alam yang ada,\u201d ucap Jhon Nakiaya, kepada<em> tabloidjubi.com<\/em>.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Lembaga Musyawarah Adat Kamoro (Lemasko) menyatakan sikap menolak keras rencana Pemerintah Daerah maupun Provinsi untuk membangun pabrik pemurnian konsentrat atau Smelter di kawasan Poumako, Distrik Mimika Timur.<\/p>\n<p>Sejumlah pengurus inti LEMASKO yang hadir dalam jumpa pers itu antara lain Robertus Waraopea selaku Ketua DPA Lemasko, Georgorius Okoare selaku Wakil Ketua I Lemasko, Dominikus Mitoro selaku Wakil Ketua II Lemasko, Marianus Maknaipeku selaku Wakil Ketua III Lemasko, John Nakiaya selaku Bendahara DPA Lemasko, dan Simson Saul Materaki selaku Sekretaris DPA Lemasko.<\/p>\n<p>Ketua Lemasko,\u00a0 Robertus Waraopea mengatakan rencana pemerintah membangun Smelter di wilayah Poumako tidak dengan cara mengetuk pintu terlebih dahulu kepada masyarakat maupun lembaga adat.<\/p>\n<p>Meskipun tanah di kawasan Poumako telah berpindah tangan ke pemilik yang baru, namun wilayah tersebut secara keseluruhan merupakan wilayah yang diklaim oleh masyarakat Kamoro. Apalagi di sekitar lokasi itu terdapat pemukiman masyarakat adat Kamoro yang selama ini menggantungkan hidup dari mencari makanan di sungai-sungai yang ada di sekitar itu.<\/p>\n<p>\u201cRencana pemerintah untuk membangun Smelter ini, itu tidak mengetuk pintu, khususnya masyarakat adat yang mempunyai hak ulayat disitu. Sehingga menurut kami, terutama mereka dari pihak pemerintah tidak melakukan pendekatan dengan masyarakat adat,\u201d kata Robertus. <em>(Eveerth Joumilena)<\/em><\/p>\n<p><em>Sumber: Jubi: <a href=\"http:\/\/tabloidjubi.com\/2015\/03\/21\/malam-ini-sabtu-2132015-masyarakat-kamoro-pasang-sasi-tolak-smelter\/\">tabloidjubi.com\/2015\/03\/21\/malam-ini-sabtu-2132015-masyarakat-kamoro-pasang-sasi-tolak-smelter\/<\/a><\/em><\/p>\n<link rel=\"stylesheet\" type=\"text\/css\" href=\"https:\/\/awasmifee.potager.org\/wp-content\/plugins\/osm\/\/css\/osm_map.css\" \/><style type=\"text\/css\">#map_2 {clear: both; padding: 0px; margin: 0px; border: 0px; width: 100%; height: 100%; margin-top:0px; margin-right:0px;margin-left:0px; margin-bottom:0px; left: 0px; border-radius:0px;\nbox-shadow: none;}#map_2 img{clear: both; padding: 0px; margin: 0px; border: 0px; width: 100%; height: 100%; position: absolute; margin-top:0px; margin-right:0px;margin-left:0px; margin-bottom:0px; border-radius:0px;\nbox-shadow: none;}<\/style><div id=\"map_2\" class=\"OSM_Map\" style=\"width:100%; height:450px; overflow:hidden;padding:0px;border:none;\"><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/awasmifee.potager.org\/wp-content\/plugins\/osm\/js\/osm-plugin-lib.js\"><\/script><script type=\"text\/javascript\">\/* <![CDATA[ *\/(function($) { OpenLayers.ImgPath = \"https:\/\/awasmifee.potager.org\/wp-content\/plugins\/osm\/themes\/ol\/\"; map_2 = new OpenLayers.Map (\"map_2\", {            controls:[              new OpenLayers.Control.Navigation(),              new OpenLayers.Control.PanZoom(),              new OpenLayers.Control.Attribution()              ],          maxExtent: new OpenLayers.Bounds(-20037508.34,-20037508.34,20037508.34,20037508.34),          maxResolution: 156543.0399,          numZoomLevels: 19,          units: \"m\",          projection: new OpenLayers.Projection(\"EPSG:900913\"),          displayProjection: new OpenLayers.Projection(\"EPSG:4326\")      } );var lmap = new OpenLayers.Layer.OSM.Mapnik(\"Mapnik\");map_2.addLayers([lmap]);var lonLat = new OpenLayers.LonLat(136.849,-4.758).transform(map_2.displayProjection, map_2.projection);map_2.setCenter (lonLat,8);var MarkerLayer = new OpenLayers.Layer.Markers(\"Marker\");map_2.addLayer(MarkerLayer);\n      function osm_map_2MarkerPopUpClick(a_evt){\n        if (this.popup == null){\n          this.popup = this.createPopup(this.closeBox);\n          map_2.addPopup(this.popup);\n          this.popup.show();\n        }\n        else{\n          for (var i = 0; i < map_2.popups.length; i++){\n          map_2.popups[i].hide();\n          }\n          this.popup.toggle();\n        }\n        OpenLayers.Event.stop(a_evt);\n      }\n    var map_2IconArray = [];var Mdata = {};\n        Mdata.icon = new OpenLayers.Icon(\"https:\/\/awasmifee.potager.org\/wp-content\/plugins\/osm\/icons\/wpttemp-green.png\",\n          new OpenLayers.Size(24,24),\n          new OpenLayers.Pixel(0, -24));map_2IconArray.push(Mdata);var ll = new OpenLayers.LonLat(136.78842,-4.76362).transform(map_2.displayProjection, map_2.projection);var feature = new OpenLayers.Feature(MarkerLayer, ll, map_2IconArray[0]);feature.closeBox = true;feature.popupClass = OpenLayers.Class(OpenLayers.Popup.FramedCloud, {\"autoSize\": true, minSize: new OpenLayers.Size(150,150),\"keepInMap\": true } );feature.data.popupContentHTML = \"\";feature.data.overflow = \"hidden\";var marker = new OpenLayers.Marker(ll,map_2IconArray[0].icon.clone());marker.feature = feature;MarkerLayer.addMarker(marker);var lonLat = new OpenLayers.LonLat(136.849,-4.758).transform(map_2.displayProjection, map_2.projection);map_2.setCenter (lonLat,8);})(jQuery)\/* ]]> *\/ <\/script><\/div>\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Timika, Jubi\u00a0 \u2013\u00a0 Dewan Pimpinan Adat (DPA) Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (LEMASKO) bersama masyarakat Kamoro yang terdiri dari 10 Kampung di Pesisir Mimika, akan melakukan upacara Sasi atau yang berarti suatu larangan untuk mengambil tumbuhan tertentu selama jangka waku tertentu. Sehingga masyarakat lokal sangat menjaga kelestarian hutannya. Hal ini disampaikan Sekretaris Lemasko, Simson Saul [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[126],"tags":[410,218,409,412,411],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1167"}],"collection":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1167"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1167\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1169,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1167\/revisions\/1169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}