
{"id":1368,"date":"2016-01-28T22:05:13","date_gmt":"2016-01-28T22:05:13","guid":{"rendered":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/?p=1368"},"modified":"2016-01-28T22:21:04","modified_gmt":"2016-01-28T22:21:04","slug":"open-letter-to-president-joko-widodo-stop-the-investment-creates-jobs-programme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/?p=1368&lang=id","title":{"rendered":"Surat Terbuka Kepada Presiden Joko Widodo untuk Menghentikan Program Investasi Menciptakan Lapangan Kerja"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<p class=\"western\">Kepada Yang Mulia Bapak Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara<\/p>\n<p class=\"western\">Dengan hormat,<\/p>\n<div id=\"pageContainer1\" dir=\"LTR\">\n<p class=\"western\">Tuan Presiden Joko Widodo pernah mengatakan akan menghentikan ketidakpastian dan belenggu transisi yang berkepanjangan dengan memberi jalan bagi kelahiran Indonesia hebat dan meneguhkan kembali jalan ideologis berdasarkan Pancasila dan Trisakti.<\/p>\n<p class=\"western\">Tuan Presiden Joko Widodo pernah mengatakan visi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Guna mewujudkan visi tersebut bagi jalan perubahan, maka dirumuskan sembilan agenda prioritas yang disebut Nawacita.<\/p>\n<p class=\"western\">Hari ini (22 Januari 2016), kami membaca dan mendengar Tuan Presiden meluncurkan program Investasi Ciptakan Lapangan Kerja Tahap III di Wonogiri, Jawa Tengah. Pemerintah mengumumkan ada 10 pabrik dan perusahaan swasta terlibat dalam program tersebut, terdiri dari 8 perusahaan bermodal asing (PMA) dan sisanya perusahaan modal dalam negeri, yang mana sebanyak tiga perusahaan beroperasi ditanah Papua, yakni: perusahaan modal asing PT. Nabire Baru (Nabire, Prov. Papua), perusahaan modal asing PT. Bio Inti Agrindo (Merauke, Prov. Papua) dan PT. ANJ Agri Papua (Sorong Selatan, Prov. Papua Barat). Ketiganya berinvestasi dalam usaha perkebunan kelapa sawit.<\/p>\n<p class=\"western\">Kami masyarakat adat Papua dan aktivis organisasi masyarakat sipil sangat resah dan marah atas program Tuan Presiden, karena program ini tidak seperti mimpi kami mengenai kesejahteraan dan pembangunan di tanah Papua. Keputusan atas program ini sudah pasti bukan berdasarkan hasil musyawarah ataupun dialog dengan masyarakat Papua. Program ini menyimpang dari jalan ideologis dan sistem nilai musyawarah, membelokkan jalan Indonesia hebat dan kembali masuk dalam belenggu sistem ekonomi neoliberal yang menguntungkan kelompok pemodal tertentu dan memiskinkan rakyat kebanyakan.<\/p>\n<p class=\"western\">Dalam pengalaman hidup kami, kehadiran perusahaan tersebut terbukti belum sepenuhnya.memberikan manfaat sosial dan ekonomi berarti untuk memajukan kualitas hidup Orang Asli Papua dan lingkungan alam. TanahPapua hanya dijadikan ladang pemerasan untuk investor dan pejabat pendukungnya, sedangkan masyarakat asli hanya menjadi penonton dan berkonflik menjadi korban kekerasan pelanggaran HAM. Karenanya, program tersebut akan melukai hati kami yang sedang menuntut perubahan dan keadilan.<\/p>\n<p class=\"western\">Tuan Presiden, sejak awal kehadiran dan keberadaan ketiga perusahaan ini terlibat bersengketa dengan masyarakat adat setempat, karena menggunakan praktik-praktik kotor manipulasi dan intimidasi, terlibat dalam kejahatan kehutanan, melakukan pembakaran lahan, menggusur dusun sumber pangan masyarakat, membongkar hutan tempat sakral dan menghancurkan ritus budaya kehidupan orang Papua. Kehadiran perusahaan juga telah menciptakan konflik, kriminalisasi penangkapan sewenang-wenang terhadap tuan tanah dengan berbagai tudingan dan stigma OPM yang merendahkan martabat orang Papua. Praktik kekerasan dialami masyarakat adat setempat dan berujung dengan pelanggaran HAM. Bahkan dua diantara perusahaan tersebut sedang dalam proses gugatan masyarakat, yakni: PT. Nabire Baru di PTUN Jayapura dan PT. ANJ Agri Papua di PN Sorong.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p class=\"western\"><a name=\"more-1368\"><\/a>Kehadiran perusahaan yang diprioritaskan negara itu juga tidak membantu perbaikan dan peningkatan nasib perempuan kami di kampung namun justru memperburuknya. Sumber-sumber air bersih hilang dan tercemar, membuat perempuan dan anak-anak menjadi lebih rentan penyakit. Masyarakat semakin jauh menjangkau kebun dan dusun sagu maupun tempat berburu di hutan, sehingga membuat mereka kesulitan mendapatkan bahan pangan berkwalitas dan mudah terserang penyakit anemia, pertusis, gisi buruk dan rematik, yang lebih cepat menyerang anak-anak dan perempuan karena pekerjaan bertambah berat di luar dan di dalam rumah. Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan besar di tanah kami, diperparah dengan kehadiran perusahaan yang membatasi akses masyarakat dan mereka merasa terancam oleh aturan dan kekerasan verbal aparat dan petugas security perusahaan.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"pageContainer2\" dir=\"LTR\">\n<p class=\"western\">Ancaman serius dari program ini adalah menghadirkan belasan ribu tenaga kerja dari luar Papua akan membawa tekanan sosial, ekonomi dan politik terhadap Orang Asli Papua yang hak-hak dasarnya belum sepenuhnya dipenuhi, dilindungi dan dihormati. Demikian pula, mobilisasi buruh tanpa merubah sistem pengupahan yang murah dan perlindungan hak-hak pekerja yang buruk, akan menimbulkan masalah tidak hanya secara struktural, tetapi juga secara horisontal dengan masyarakat setempat dan meningkatkan tekanan tehadap lingkungan alam.<\/p>\n<p class=\"western\">Kami berpandangan, program ini telah mengingkari janji-janji nawacita dan mengabaikan hak-hak konstitutional masyarakat adat Papua. Pemerintah gagal menghadirkan dan menciptakan rasa aman kepada masyarakat adat Papua, pemerintah justeru pro ataupun berpihak pada perusahaan swasta yang diduga melanggar hukum. Program ini menunjukkan ketidak mampuan pemerintah membangun Indonesia dari pinggiran dan melemahkan pembangunan desa. Program ini merontokkan mimpi membangun Indonesia berlandaskan pada sendi-sendi ekonomi rakyat yang berdaulat dan mandiri. Sangat jauh menyimpang dari pendekatan kesejahteraan yang dibayangkan orang Papua.<\/p>\n<p class=\"western\">Karenanya, kami mohon Tuan Presiden untuk menghentikan program tersebut yang bertentangan dengan rasa keadilan, tidak sejalan dengan sendi-sendi perekonomian rakyat dan potensial memperkeruh konflik-konflik. Secara khusus, kami meminta Tuan Presiden, sebagai berikut: pertama ,\u00a0 memeriksa izin dan aktifitas perusahaan-perusahaan bisnis pemanfaatan hasil hutan, lahan, pertambangan dan laut, mengadili dan memberikan sangsi kepada perusahaan dan pihak-pihak yang nyata-nyata melanggar hak-hak dasar Orang Asli Papua dan melanggar peraturan<\/p>\n<p class=\"western\">perundang-undangan yang merugikan negara; kedua,\u00a0 mereview berbagai perjanjian kerjasama pengamanan perusahaan dan menarik petugas pengamanan TNI dan Polri diareal perusahaan; ketiga, mengembangkan kebijakan program dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang adil dan berkelanjutan, menyegerakan dan memperbanyak pendirian sekolah-sekolah dan pendidikan keahlian, memperbanyak tenaga pengajar, serta pusat-pusat pelayanan kesehatan dan tenaga media yang berkwalitas di tanah Papua; keempat, lakukan dialog-dialog yang berkwalitas dan meluas melibatkan masyarakat adat Papua hingga tingkat akar rumput untuk mengembangkan setiap rencana pembangunan dan pemanfaatan sumberdaya alam di tanah Papua.<\/p>\n<p class=\"western\">Demikian Surat Terbuka ini dan kami berharap Tuan Presiden dapat bertindak memutuskan secara bijaksana untuk memenuhi permohonan kami. Terima kasih.<\/p>\n<p class=\"western\">Tanah Papua, Jayapura, 22 Januari 2016<\/p>\n<p class=\"western\">Hormat Kami,<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"pageContainer2\" data-loaded=\"true\">\n<div>\n<div data-canvas-width=\"282.938\">1. John Gobay, DAP Paniai, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"437.696\">2. Robertino Hanebora, Suku Yerisiam, Nabire, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"459.2960000000001\">3. Gunawan Inggeruhi, tokoh masyarakat, Nabire, Papua<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"pageContainer3\" data-loaded=\"true\"><\/div>\n<div id=\"pageContainer3\" data-loaded=\"true\">\n<div>\n<div data-canvas-width=\"471.7079999999999\">4. Imanuel Monei, korban PT. Nabire Baru, Nabire, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"356.908\">5. Lamek Niwari, Suku Yaur, Nabire, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"361.9880000000001\">6. Ayub Kowoi, LMA Nabire, Nabire, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"380.21600000000007\">7. Levina Niwari, Pemuda Yaur, Nabire, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"487.94799999999975\">8. Simon Soren, korban PT. ANJ Agri Papua, Sorong, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"490.216\">9. Max Binur, Perkumpulan Belantara Papua, Sorong, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"439.7339999999999\">10. Charles Tawaru, Greenpeace, Sorong, Papua Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"399.77200000000005\">11. Loury Dacosta, PBHKP, Sorong, Papua Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"452.28599999999994\">12. Septer Manufandu, JERAT Papua, Jayapura, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"658.3139999999996\">13. Fientje S. Jarangga, TIKI, Jaringan Kerja Perempuan Papua, Jayapura, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"358.71399999999994\">14. Natan Tebai, AMPTPI, Jayapura, Papua.<\/div>\n<div data-canvas-width=\"384.76399999999995\">15. Laurens Womsiwor, PFW, Jayapura, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"422.70000000000005\">16. Melianus Duwitau, FIM Papua, Jayapura, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"461.4279999999999\">17. Victor Mambor, Perkumpulan JUBI, Jayapura, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"368.13\">18. Robert Jitmau, SOLPAP, Jayapura, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"576.8079999999998\">19. Karon Mambrasar, Forum Independen Mahasiswa, Jayapura, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"548.0859999999998\">20. Teko Kogoya, Forum Inedependen Mahasiswa, Jayapura, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"384.452\">21. Pst. Anselmus Amo, MSC, Merauke, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"419.8859999999999\">22. Servo Tuamis, Tokoh Adat Keerom Arso, Papua<\/div>\n<div data-canvas-width=\"443.428\">23. Yunus Yumte, Samdhana, Manokwari, Papua Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"463.81199999999995\">24. Pietsaw Amafnini, JASOIL, Manokwari, Papua Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"356.8840000000001\">25. Charles Imbir, Raja Ampat, Papua Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"396.61600000000004\">26. Risdianto, PERDU, Manokwari, Papua Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"344.9360000000001\">27. N.R. Hastuti, Manokwari, Papua Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"496.57199999999995\">28. Esau Yaung, Yayasan Paradisea, Manokwari, Papua Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"427.5660000000001\">29. Alexander Tethool, Jurnalis, Fakfak, Papua Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"324.6319999999999\">30. Y.L. Franky, Yay. PUSAKA, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"433.1380000000001\">31. Syamsul Alama Agus, Yay. Satu Keadilan, Bogor.<\/div>\n<div data-canvas-width=\"317.10800000000006\">32. Zely Ariane, PapuaItuKita, Jakarta.<\/div>\n<div data-canvas-width=\"324.41999999999996\">33. Timer Manurung, AURIGA, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"258.09200000000004\">34. Dewi Kartika, KPA, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"344.41199999999986\">35. April Perlindungan, PUSAKA, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"562.1560000000001\">36. Moch. Ainul Yaqin, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia<\/div>\n<div data-canvas-width=\"299.956\">37. Andi Mutaqien, ELSAM, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"341.01600000000013\">38. Alves Fonataba, PapuaItuKita, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"283.288\">39. John Muhammad, PHI, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"460.49799999999993\">40. Budi Hernawan, AWC Universitas Indonesia, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"385.05800000000005\">41. Joko Waluyo, SAMPAN, Pontianak, Kalbar<\/div>\n<div data-canvas-width=\"301.356\">42. Haris Azhar, KONTRAS, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"306.98200000000014\">43. Teguh Surya, Greenpeace, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"370.4800000000001\">44. Zainal Arifin, SH, LBH Semarang, Jateng<\/div>\n<div data-canvas-width=\"393.05200000000013\">45. Eko Cahyono, Sajogyo Institut, Bogor, Jabar<\/div>\n<div data-canvas-width=\"347.99399999999997\">46. Kasmita Widodo, BRWA, Bogor, Jabar<\/div>\n<div data-canvas-width=\"251.44400000000002\">47. Iwan Nurdin, KPA, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"200.536\">48. Fandi, FMN, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"379.3440000000002\">49. Suwiryo Ismail, Ecological Justice, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"306.21200000000005\">50. Mieke Verawati, ELSAM, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"378.1380000000001\">51. Idham Arsyad, DPN Gerbang Tani, Jakarta<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"pageContainer4\" data-loaded=\"true\"><\/div>\n<div id=\"pageContainer4\" data-loaded=\"true\">\n<div>\n<div data-canvas-width=\"233.25600000000003\">52. Ide Bagus Arief, Jakarta.<\/div>\n<div data-canvas-width=\"336.57599999999996\">53. Muntaza, Perempuan AMAN, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"252.17200000000003\">54. Devi Anggaini, Perempuan<\/div>\n<div data-canvas-width=\"132.744\">AMAN, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"288.8\">55. Marianne Klute, Berlin, Jerman<\/div>\n<div data-canvas-width=\"380.052\">56. Betty Tiominar, BRWA, Bogor, Jawa Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"424.8800000000002\">57. Melly Setyawati, Perkumpulan Magenta, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"441.012\">58. Arimbi Heroepoetri, DebtWatch Indonesia, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"475.50399999999985\">59. Abetnego Tarigan, Eksekutif Nasional WALHI, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"402.34200000000016\">60. Diana Gultom, Debt Watch Indonesia, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"261.432\">61. Dede Shineba, KPA, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"394.1820000000001\">62. Siti Rahma Mary, PilNet, Depok, Jawa Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"394.64000000000016\">63. Ridwan Bakar, LBH Medan, Sumatera Utara<\/div>\n<div data-canvas-width=\"428.4400000000001\">64. Ahmad, SH, ED Walhi Sulteng, Sulawesi Tengah<\/div>\n<div data-canvas-width=\"505.3580000000001\">65. Marianto Sabintoe, Yayasan Tanah Merdeka, Palu, Sulteng<\/div>\n<div data-canvas-width=\"432.69600000000014\">66. Indria Fernida, Asia Justice and Rights, Indonesia<\/div>\n<div data-canvas-width=\"364.93200000000013\">67. Nur Amalia, Aktivis Lingkungan, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"367.7360000000001\">68. Sri Palupi, Institut Ecosoc Rights, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"283.658\">69. Alvons Palma, YLBHI, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"236.356\">70. Dahniar, HUMA, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"412.16000000000014\">71. Nedine Sulu, Perempuan Adat Minahasa, Sulut<\/div>\n<div data-canvas-width=\"425.88000000000017\">72. Mamik Yuniantri, Komunitas Adat Osing, Jateng<\/div>\n<div data-canvas-width=\"398.65400000000017\">73. Lenny Patty, Komunitas Adat Ullath, Maluku<\/div>\n<div data-canvas-width=\"298.86400000000003\">74. Moh. Ali, Sekjen AGRA, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"316.60400000000004\">75. Achmad Yakub, Bina Desa, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"320.71400000000006\">76. Khalisah Khalid, EN Walhi, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"337.05000000000007\">77. Ferry Widodo, aktivis agraria, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"246.82400000000004\">78. Yusriansyah, KPA, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"472.0560000000001\">79. Martin Hadiwinata, aktivis agraria, Depok, Jawa Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"388.2440000000001\">80. Puspa Dewi, Solidaritas Perempuan, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"399.6920000000002\">81. Aliza Yuliana, Solidaritas Perempuan, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"338.62\">82. Yohanes Y. Balubun, Lawyer, Maluku<\/div>\n<div data-canvas-width=\"390.8280000000001\">83. Tommy Albert Tobing, LBH Jakarta, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"326.0280000000001\">84. Marthen Goo, aktivis Papua, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"336.75800000000004\">85. Alghiffari Aqsa, LBH Jakarta, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"315.98\">86. Wahyu Wagiman, ELSAM, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"404.33600000000007\">87. Kartini Samon, GRAIN International, Jakarta.<\/div>\n<div data-canvas-width=\"282.602\">88. Mahir Takaka, AMAN, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"278.844\">89. Abdul Halim, KIARA, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"438.20200000000006\">90. India Fatinaware, Sawit Watch, Bogor, Jawa Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"349.6220000000001\">91. Jus Felix Wewengkang, aktivis, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"352.31800000000004\">92. Norman Jiwan, TUK Indonesia, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"549.4239999999999\">93. Arie Rompas, Walhi Kalteng, Palangkaraya, Kalimantan Tengah<\/div>\n<div data-canvas-width=\"322.05400000000003\">94. Edisius Terre, aktivis HAM, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"289.95200000000006\">95. Eliakim Sitorus, aktivis, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"458.0280000000001\">96. Siti Maimunah, Sajogyo Institute, Bogor, Jawa Barat<\/div>\n<div data-canvas-width=\"416.4560000000001\">97. Rizki Anggriana Arimbi, KPA Sulawesi Selatan<\/div>\n<div data-canvas-width=\"483.24\">98. Armin Salassa, Sekjen Federasi Petani Sulawesi Selatan<\/div>\n<div data-canvas-width=\"371.03800000000007\">99. Asmar Eswar, ED Walhi Sulawesi Selatan<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"pageContainer5\" data-loaded=\"true\"><\/div>\n<div data-canvas-width=\"525.674\">100. Muh. Taufik Kasaming, aktivis, Makassar, Sulawesi Selatan<\/div>\n<div data-canvas-width=\"466.33199999999977\">101. Seams Munir, Human Right Lawyer (PBHI), Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"322.14400000000006\">102. Ridwan Darmawan, PBHI, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"414.0460000000001\">103. Muhnur Satyahaprabu, SH, EN Walhi, Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"358.9640000000001\">104. Veronika Koman, LBH Jakarta<\/div>\n<div data-canvas-width=\"358.9640000000001\"><\/div>\n<div data-canvas-width=\"358.9640000000001\">\n<div data-canvas-width=\"358.9640000000001\">Sumber: <a href=\"http:\/\/pusaka.or.id\/surat-terbuka-masyarakat-adat-papua-dan-aktivis-organisasi-masyarakat-sipil-kepada-yang-mulia-bapak-presiden-ri-joko-widodo-di-istana-negara\/\">http:\/\/pusaka.or.id\/surat-terbuka-masyarakat-adat-papua-dan-aktivis-organisasi-masyarakat-sipil-kepada-yang-mulia-bapak-presiden-ri-joko-widodo-di-istana-negara\/<\/a><\/div>\n<\/div>\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ma\\&#8217;af, tulisan ini hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. Kadang-kadang ada artikel ditulis dalam Bahasa Inggris yang perlu diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Kalau ada ahli bahasa yang ingin membantu dalam hal ini, tolong kirim email kepada: awasmifee@potager.org<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[126],"tags":[308,303,61,464,463,60,128],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1368"}],"collection":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1368"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1368\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1375,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1368\/revisions\/1375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1368"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1368"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1368"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}