
{"id":1383,"date":"2016-03-25T20:42:00","date_gmt":"2016-03-25T20:42:00","guid":{"rendered":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/?p=1383"},"modified":"2016-03-25T20:42:00","modified_gmt":"2016-03-25T20:42:00","slug":"pt-selaras-inti-semesta-continues-logging-but-isnt-giving-work-to-zanegi-villagers","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/?p=1383&lang=id","title":{"rendered":"PT SIS Beroperasi, Masyarakat Kampung Sanegi Tak Diberdayakan"},"content":{"rendered":"<p><em>Merauke, Jubi \u2013 Masyarakat di Kampung Sanegi [sering ditulis Zanegi], Distrik Malind, Kabupaten Merauke mengungkapkan kekecewaan mereka kepada PT SIS yang melakukan penebangan\u00a0 dan pengolahan pohon milik warga, Pasalnya setelah kurang lebih tiga tahun beroperasi, PT SIS tak melibatkan satupun warga kampung tersebut. <\/em><\/p>\n<p>\u201cMemang sejak tahun 2010 saat perusahaan mulai berjalan, kurang lebih 30 warga Kampung Sanegi direkrut dan diberdayakan di perusahaan. Namun, pada tahun 2012 silam, diberhentikan dengan alasan kegiatan penebangan tidak dilaksanakan lagi. Padahal, sampai sekarang\u00a0 penebangan berjalan terus,\u201d ujar Kepala Kampung Sanegi, Ernes Kaize kepada Jubi di kampungnya Rabu (23\/3\/2016).<\/p>\n<p>Kaize menuturkan, sudah tiga tahun ini, masyarakat sebagai pemilik hak ulayat tidak dilibatkan untuk bekerja. \u00a0Padahal, sesuai kesepakatan bersama perusahaan, warga tetap dipekerjakan sebagaimana biasa sepanjang perusahaan tetap beroperasi.<\/p>\n<div class=\"meta_holder4\">\u00a0Dikatakan, sudah berulang kali \u00a0ia mendatangi pimpinan perusahaan dan menanyakan bagaimana kesepakatan pemberdayaan warga yang merupakan\u00a0pemilik tanah ulayat. Namun sayangnya, kurang diresponi baik. \u201cTerus terang, saya juga bosan untuk mendatangi perusahaan, lantaran tak ada jawaban pasti,\u201d tuturnya.<\/div>\n<p>Menyangkut luas lahan yang\u00a0 digunakan, Kaize mengaku, dirinya kurang\u00a0 mengetahui secara jelas. \u201cSaya sudah coba meminta berapa hektar hutan milik masyarakat yang ditebang dan berapa yang belum, tetapi datanya tidak diberikan perusahaan,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Dia mengaku jika lahan yang ditebang, telah ditanam kembali dengan pohon. Tetapi\u00a0 belum semua dilakukan. \u201cKami berharap agar perusahaan mempunyai komitmen untuk bagaimana menanam pohon kembali \u00a0yang telah ditebang,\u201d ujarnya.<!--more--><\/p>\n<p>Sekretaris Kampung\u00a0 Sanegi,\u00a0 Arnold Basik-Basik membenarkan juga jika dalam tiga tahun terakhir, tidak ada lagi anak-anak dari kampung tersebut bekerja di PT SIS yang bergerak dalam bidang penebangan kayu sekaligus dibawa ke Boepe untuk diolah kembali dan dikirim keluar daerah. <em>(Frans L Kobun<\/em>)<\/p>\n<p>Sumber: Tabloid Jubi <a href=\"http:\/\/tabloidjubi.com\/2016\/03\/24\/pt-sis-beroperasi-masyarakat-kampung-sanegi-tak-diberdayakan\/\">http:\/\/tabloidjubi.com\/2016\/03\/24\/pt-sis-beroperasi-masyarakat-kampung-sanegi-tak-diberdayakan\/<\/a><\/p>\n<h1>Daging Segar Komoditi Utama di Kampung Sanegi, Merauke<\/h1>\n<div class=\"single-style1-wrap\">\n<div class=\"single-style1-content single-content clearfix\">\n<div class=\"post-content-wrap\">\n<p><em>Merauke, Jubi \u2013 Dari waktu ke waktu,kehidupan masyarakat Kampung Sanegi, Distrik Malind Kabupaten Merauke tidak mengalami perkembangan. Masyarakat hanya menyandarkan hidup dari berburu rusa maupun kaswari untuk dijual dagingnya. <\/em><\/p>\n<p>\u201cMemang sumber pendapatan yang bisa didapatkan warga setempat adalah berjualan daging kaswari maupun daging rusa. Itupun tidak menentu. Karena\u00a0 rusa maupun kaswari jumlahnya sudah sangat berkurang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Hal itu terjadi akibat adanya aktivitas PT SIS yang melakukan kegiatan penebangan hutan sejak 2010 silam, ekosistem hutan perlahan-lahan berubah.<\/p>\n<div class=\"meta_holder4\">\u00a0Daging dijual Rp 30.000\/kg. \u201cHarga dimaksud termasuk sangat murah. Namun, masyarakat membutuhkan uang membeli kebutuhan pokok terutama beras, sehingga kami tetap menjual daging buruan kami,\u201d ujarnya.<\/div>\n<p>Sekretaris Kampung Sanegi,\u00a0 Arnold Basik-Basik menuturkan, selain daging, ikan mujair maupun\u00a0 kakap menjadi komoditas andalan masyarakat terutama pada musim hujan. Sedangkan pada musim kemarau, masyarakat bisa menangkap ikan gastor yang banyak ditemui dirawa. (<em>Frans L Kobun<\/em>)<\/p>\n<p>Sumber: Tabloid Jubi <a href=\"http:\/\/tabloidjubi.com\/2016\/03\/24\/daging-segar-komoditi-utama-di-kampung-sanegi-merauke\/\">http:\/\/tabloidjubi.com\/2016\/03\/24\/daging-segar-komoditi-utama-di-kampung-sanegi-merauke\/<\/a><\/p>\n<link rel=\"stylesheet\" type=\"text\/css\" href=\"https:\/\/awasmifee.potager.org\/wp-content\/plugins\/osm\/\/css\/osm_map.css\" \/><style type=\"text\/css\">#map_2 {clear: both; padding: 0px; margin: 0px; border: 0px; width: 100%; height: 100%; margin-top:0px; margin-right:0px;margin-left:0px; margin-bottom:0px; left: 0px; border-radius:0px;\nbox-shadow: none;}#map_2 img{clear: both; padding: 0px; margin: 0px; border: 0px; width: 100%; height: 100%; position: absolute; margin-top:0px; margin-right:0px;margin-left:0px; margin-bottom:0px; border-radius:0px;\nbox-shadow: none;}<\/style><div id=\"map_2\" class=\"OSM_Map\" style=\"width:100%; height:450px; overflow:hidden;padding:0px;border:none;\"><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/awasmifee.potager.org\/wp-content\/plugins\/osm\/js\/osm-plugin-lib.js\"><\/script><script type=\"text\/javascript\">\/* <![CDATA[ *\/(function($) { OpenLayers.ImgPath = \"https:\/\/awasmifee.potager.org\/wp-content\/plugins\/osm\/themes\/ol\/\"; map_2 = new OpenLayers.Map (\"map_2\", {            controls:[              new OpenLayers.Control.Navigation(),              new OpenLayers.Control.PanZoom(),              new OpenLayers.Control.Attribution()              ],          maxExtent: new OpenLayers.Bounds(-20037508.34,-20037508.34,20037508.34,20037508.34),          maxResolution: 156543.0399,          numZoomLevels: 19,          units: \"m\",          projection: new OpenLayers.Projection(\"EPSG:900913\"),          displayProjection: new OpenLayers.Projection(\"EPSG:4326\")      } );var lmap = new OpenLayers.Layer.OSM.Mapnik(\"Mapnik\");map_2.addLayers([lmap]);var lonLat = new OpenLayers.LonLat(140.175,-8.161).transform(map_2.displayProjection, map_2.projection);map_2.setCenter (lonLat,9);var MarkerLayer = new OpenLayers.Layer.Markers(\"Marker\");map_2.addLayer(MarkerLayer);\n      function osm_map_2MarkerPopUpClick(a_evt){\n        if (this.popup == null){\n          this.popup = this.createPopup(this.closeBox);\n          map_2.addPopup(this.popup);\n          this.popup.show();\n        }\n        else{\n          for (var i = 0; i < map_2.popups.length; i++){\n          map_2.popups[i].hide();\n          }\n          this.popup.toggle();\n        }\n        OpenLayers.Event.stop(a_evt);\n      }\n    var map_2IconArray = [];var Mdata = {};\n        Mdata.icon = new OpenLayers.Icon(\"https:\/\/awasmifee.potager.org\/wp-content\/plugins\/osm\/icons\/wpttemp-green.png\",\n          new OpenLayers.Size(24,24),\n          new OpenLayers.Pixel(0, -24));map_2IconArray.push(Mdata);var ll = new OpenLayers.LonLat(140.17807,-7.87754).transform(map_2.displayProjection, map_2.projection);var feature = new OpenLayers.Feature(MarkerLayer, ll, map_2IconArray[0]);feature.closeBox = true;feature.popupClass = OpenLayers.Class(OpenLayers.Popup.FramedCloud, {\"autoSize\": true, minSize: new OpenLayers.Size(150,150),\"keepInMap\": true } );feature.data.popupContentHTML = \"\";feature.data.overflow = \"hidden\";var marker = new OpenLayers.Marker(ll,map_2IconArray[0].icon.clone());marker.feature = feature;MarkerLayer.addMarker(marker);var lonLat = new OpenLayers.LonLat(140.175,-8.161).transform(map_2.displayProjection, map_2.projection);map_2.setCenter (lonLat,9);})(jQuery)\/* ]]> *\/ <\/script><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ma\\&#8217;af, tulisan ini hanya tersedia dalam Bahasa Inggris. Kadang-kadang ada artikel ditulis dalam Bahasa Inggris yang perlu diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Kalau ada ahli bahasa yang ingin membantu dalam hal ini, tolong kirim email kepada: awasmifee@potager.org<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[24,23,22],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1383"}],"collection":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1383"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1383\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1385,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1383\/revisions\/1385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}