
{"id":352,"date":"2013-06-23T05:21:18","date_gmt":"2013-06-23T05:21:18","guid":{"rendered":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/?p=352"},"modified":"2013-07-23T11:25:07","modified_gmt":"2013-07-23T11:25:07","slug":"marind-intellectuals-oppose-corporations","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/?p=352&lang=id","title":{"rendered":"Para Intelektual Marind Menolak Masuknya Perusahaan"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<style type=\"text\/css\"><!--\n@page { margin: 2cm }\n\t\tP { margin-bottom: 0.21cm }\n--><\/style>\n<p><span style=\"font-size: medium;\">Beberapa bulan terakhir, di berbagai kampung di Kabupaten Merauke, telah <\/span><span style=\"font-size: medium;\">digelar<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> serangkaian rapat adat untuk membahas rencana investasi. Di masing-masing rapat ada keputusan yang jelas untuk menolak semua investasi dari perusahaan. Surat dibawa ini, dari kelompok intelektual Marind yang baru dibentuk (FORMASI-SSUMAWOMA) <\/span><span style=\"font-size: medium;\">merupakan<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> surat terbuka kepada Bupati Merauke <\/span><span style=\"font-size: medium;\">dan<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> instansi pemerintah lainnya <\/span><span style=\"font-size: medium;\">serta<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> pihak perusahaan yang menberitahukan hasil rapat-rapat tersebut dan menjelaskan alasan penolakan.<\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Ini naskah penting karena banyak kabar dari Mereka belakangan ini terfokus pada perjuangan masyarakat agar perusahaan me<\/span><span style=\"font-size: medium;\">m<\/span><span style=\"font-size: medium;\">emu<\/span><span style=\"font-size: medium;\">h<\/span><span style=\"font-size: medium;\">i tuntutan <\/span><span style=\"font-size: medium;\">tekni<\/span><span style=\"font-size: medium;\">s mereka setelah perusahaan sudah masuk, seperti untuk <\/span><span style=\"font-size: medium;\">men<\/span><span style=\"font-size: medium;\">dapat<\/span><span style=\"font-size: medium;\">kan<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> ganti rugi yang layak ketika tanah dan pohonnya terampas, atau <\/span><span style=\"font-size: medium;\">agar<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> perusahaan <\/span><span style=\"font-size: medium;\">meng<\/span><span style=\"font-size: medium;\">angkat warga kampung sebagai karyawan seperti <\/span><span style=\"font-size: medium;\">yang<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> dijanji<\/span><span style=\"font-size: medium;\">kan<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> sebelumnya. Namun surat ini men<\/span><span style=\"font-size: medium;\">egas<\/span><span style=\"font-size: medium;\">kan kembali bahwa masih ada bagian <\/span><span style=\"font-size: medium;\">penting<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> dari masyarakat yang menolak sepenuhnya segala rencana investasi yang ditawarkan saat ini. Alasan utama jelas sekali: hutan tidak hanya sumb<\/span><span style=\"font-size: medium;\">e<\/span><span style=\"font-size: medium;\">r kehidupan masyarakat, namun juga sumber budaya dan jati dirinya. Kalau hutan sudah habis, bagaimana Malind Anim bisa melanjut<\/span><span style=\"font-size: medium;\">kan keberadaannya<\/span><span style=\"font-size: medium;\">?<\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Para penulis juga menjelaskan bahwa penolakan ini <\/span><span style=\"font-size: medium;\">bukan<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> berarti mereka menolak pembangunan sama sekali, namun mereka sadar bahwa dengan posisi sosial tersingkir dan tingkat pendidikan rendah masyarakat Malind Anim sangat belum mampu untuk menentukan sendiri <\/span><span style=\"font-size: medium;\">bagiamana<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> investor bisa mengambil peran dalam kemajuan masyarakat yang berpihak <\/span><span style=\"font-size: medium;\">pada<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> masyarakat lo<\/span><span style=\"font-size: medium;\">k<\/span><span style=\"font-size: medium;\">al dan tidak merugikan mereka.<\/span><\/p>\n<p align=\"JUSTIFY\">\u201c<i><span style=\"font-size: medium;\">Masyarakat Malind <\/span><span style=\"font-size: medium;\">anim <\/span><span style=\"font-size: medium;\">juga masyarakat biasa yang ingin sentuhan pembangunan atau peningkatan kesejahteraan dalam berbagai dimensi kehidupannya, sekaligus disisi lain kami tidak terpinggirkan dengan arus modernisasi dan globalisasi dunia yang semakin berkembang dengan segala kecanggihan, namun disisi lain juga, kami tidak mau kehilangan identitas sebagai manusia budayawan yang perkasa<\/span><span style=\"font-size: medium;\">\/ manusia sejati<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> ANIM-HA dan hak-hak dasar kami yang melekat turun temurun dan di ambil secara paksa oleh Investor, perusahaan melalui ijin yang dikeluarkan oleh Pemerintah <\/span><span style=\"font-size: medium;\">mengelola tanah <\/span><span style=\"font-size: medium;\">Adat kami.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: large;\"><b>FORUM MASYARAKAT DAN INTELEKTUAL <\/b><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: large;\"><b>SUB SUKU MARIND WOYU MAKLEW ANIM<\/b><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: large;\"><b>( FORMASI SSUMAWOMA ) <\/b><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: large;\"><b>DISTRIK TUBANG DAN ILWAYAB KABUPATEN MERAUKE-PAPUA<\/b><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: small;\"><b>Alamat sekretariat : Jln Pemuda Kelapa lima Merauke<\/b><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Nomor : 001\/FORMASI-SSUMAWOMA\/V\/2013<\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Lampiran : &#8211;<\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Perihal<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> :<\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>PERNYATAAN <\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>PENOLAKAN<\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>PERUSAHAAN<\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b> (<\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>INVESTOR<\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>)<\/b><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\">\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>Kepada <\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>Yth,<\/b><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>Bupati Kabupaten Merauke<\/b><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\">\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>Di Merauke<\/b><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Dengan <\/span><span style=\"font-size: medium;\">H<\/span><span style=\"font-size: medium;\">ormat,<\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\">\u00a0S<span style=\"font-size: medium;\">esuai dengan <\/span><span style=\"font-size: medium;\">H<\/span><span style=\"font-size: medium;\">asil <\/span><span style=\"font-size: medium;\">K<\/span><span style=\"font-size: medium;\">ajian <\/span><span style=\"font-size: medium;\">K<\/span><span style=\"font-size: medium;\">ami, <\/span><span style=\"font-size: medium;\">dengan mempertimbangkan segala Aspek serta sendi-sendi kehidupan Masyarakat Adat Marind Anim dan mempertimbangkan usul dan saran serta keputusan hasil rapat-rapat Adat. <\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Adapun rapat-rapat Adat antara lain, pada tanggal 19 Mei 2012 di Kampung Makaling Distrik Okaba, yang diikuti oleh Ketua-ketua Adat dan Masyarakat Adat dari empat (4) Distrik yaitu Ilwayab, Tubang, Okaba, Ngguti.<\/span><span style=\"font-size: medium;\">Keputusan yang dihasilkan pada saat rapat adat tersebuat sebagai berikut <\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>MASYARAKAT ADAT MENOLAK MENYERAKAN TANAH ADAT KEPADA PERUSAHAAN ( MENOLAK INFESTOR ).<\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"> Penolakan tersebut dilakukan dengan ritual ketetapan adat, seluruh ketua-ketua adat kampung yang hadir besama sama memegang tiang perjanjian\/kesepakatan yang sudah di ikat dengar janur kelapa kuning dan ditanam diatas tanah<\/span><span style=\"font-size: medium;\">yang dikenal dengan nama <\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>TANDA SAL ATAU SASIH ( TANDA LARANG<\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"> ). <\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Keputusan Rapat Adat tanggal, 8 Mei 2013 di Kampung Woboyu Distrik Tubang yang difasilitasi oleh Pihak Perusahan Mayora Grup, keputusan yang dihasilkan sebagai berikut: <\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>\u201cKAMI MASYARAKAT ADAT MARIND WOYU MAKALEW MENOLAK SEMUA KEGIATAN INVESTOR DI WILAYAH KAMI\u201d<\/b><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" style=\"text-align: left;\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: medium;\">Keputusan Rapat Adat Intelektual Marind Anim bersama perusahaan yang difasilitasi oleh Lembaga Masyarakat Adat Marind Anim Kabupaten Merauke pada tanggal 21 Mei 2013<\/span><span style=\"font-size: medium;\">di Swiss-BelHotel Merauke, yang Menyatakan<\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b> \u201cMENOLAK DENGAN TEGAS PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG SEDANG DAN MAU INVESTASIKAN MODALNYA DI ATAS TANAH ADAT MARIND ANIM\u201d.<\/b><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Berbicara tentang budaya<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> M<\/span><span style=\"font-size: medium;\">a<\/span><span style=\"font-size: medium;\">r<\/span><span style=\"font-size: medium;\">ind<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> anim<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> berarti berbicara tentang pola pikir, pola rasa, dan pola tindak atau prilaku dari ratusan komunitas masyarakat pribumi dalam realisasinya dengan alam,<\/span><span style=\"font-size: medium;\">sesama serta <\/span><span style=\"font-size: medium;\">dengan S<\/span><span style=\"font-size: medium;\">ang <\/span><span style=\"font-size: medium;\">P<\/span><span style=\"font-size: medium;\">encipta<\/span><span style=\"font-size: medium;\">nya<\/span><span style=\"font-size: medium;\">.<\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Dalam pelaksanaan pola-pola diatas masyarakat adat melihat ancaman besar yang mulai mengancam eksistensi mereka, contoh <\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>tanda sasih ( larang ) untuk semua orang baik masyarakat pendukung kebudayaan tersebut maupun non pendukung ( orang pendatang )<\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\">. Tanda larang (sasih) ditutup untuk umum dengan jaka waktu yang lama guna pemeliharaan flora dan fauna didalam alam Marind Anim. <\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>KAMI SEBAGAI MASYARAKAT ADAT DAN INTELEKTUAL MENGHIMBAU KEPADA PEMERINTAH, PERUSAHAAN DAN SEGENAP STEKHOLDER UNTUK MENGHARGAI DAN MENJUNJUNG TINGGI MASYARAKAT ADAT MARIND ANIM DENGAN HUKUM ADATNYA (KEARIFAN LOKAL). HARGAI DAN PATUHI HUMUK SASIH (LARANGAN ) ADAT MARIND ANIM.<\/b><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Berdasarkan keputusan-keputusan rapat masyarakat adat diatas maka, kami Intelektual Sub Suku Marind Woyu Maklew di Distrik Tubang dan Distrik Ilwayab yang telah diberikan Mandat Penuh untuk menyampaikan hasil keputusan Rapat Masyarakat Adat kepada Pemerintah, Perusahan dan segenap Stekholder di Kabupaten Merauke maupun Propinsi Papua, adapun nama kampung-kampung di Distrik Ilwayab sebagai berikut: Kampung Ilwayab dan kampung Bibikem serta kampung-kampung di Distrik Tubang yaitu Kampung Wamal, Dokib, Yowied, Dodalim, Woboyu dan Kampung Welbuti. Dengan mempertimbangkan pernyataan-pernyataan diatas. Kami forum Intelektual Sub Suku Marind Woyu Maklew di Distrik Tubang dan Distrik Ilwayab serta menyampaikan suara masyarakat adat di distrik Okaba dan distrik Ngguti sesuai keputusan rapat adat 19 Mei 2012 di kampung makaling Distrik Okaba. \u201c<\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>KAMI<\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b> INTELEKTUAL SUB SUKU MARIND WOYU MAKLEW <\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b> MEMUTUSKAN PADA HARI INI TANGGAL<\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\">,<\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>25 <\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>MEI<\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b> 2013 <\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\">: <\/span><span style=\"font-size: medium;\"><i><b>MENOLAK PERUSAHAN YANG <\/b><\/i><\/span><span style=\"font-size: medium;\"><i><b>NAMA- NAMANYA TERTERA DIBAWA INI, DIANTARANYA:<\/b><\/i><\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>PT. RANDU KUNING UTAMA 4. PT. KURNIA ALAM NUSANTARA<\/b><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>PT. SWARNA HIJAU INDAH 5. PT. DHARMA AGRO LESTARI<\/b><\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>PT. WAHANA SAMUDERA <\/b><\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\">\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><strong><span style=\"font-size: medium;\">DASAR PEMIKIRAN MASYARAT ADAT MARIND WOYU MAKLEW ANIM TENTANG TANAH SEBAGAI SUMBER KEHIDUPAN ( IBU\/MAMA )<\/span><\/strong><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Hutan adalah Sumber inti kehidupan manusia Malind <\/span><span style=\"font-size: medium;\">Anim <\/span><span style=\"font-size: medium;\">dan identitas manusia <\/span><span style=\"font-size: medium;\">P<\/span><span style=\"font-size: medium;\">apua, khsusnya kami di Tanah Malind. Jika hutan hilang maka hilang pula semua dimensi sona budaya Ma<\/span><span style=\"font-size: medium;\">r<\/span><span style=\"font-size: medium;\">ind<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> Anim<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> dan masyarakat adat<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> Marind Anim akan kehilangan jatih dirinya sebagai Marind Anim Ha ( manusia sejatih )<\/span><span style=\"font-size: medium;\">. Meski demikian kami bukan dalam arti tidak mau mengenal kemajuan namun kami sudah sangat menghargai beberapa perusahaan yang berinfestasi dan masuk di daerah yang lain di beberapa tempat di Kabupaten Merauke, yang sudah kami ulaskan di Atas.<\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Masyarakat Malind <\/span><span style=\"font-size: medium;\">anim <\/span><span style=\"font-size: medium;\">juga masyarakat biasa yang ingin sentuhan pembangunan atau peningkatan kesejahteraan dalam berbagai dimensi kehidupannya, sekaligus disisi lain kami tidak terpinggirkan dengan arus modernisasi dan globalisasi dunia yang semakin berkembang dengan segala kecanggihan, namun disisi lain juga, kami tidak mau kehilangan identitas sebagai manusia budayawan yang perkasa<\/span><span style=\"font-size: medium;\">\/ manusia sejati<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> ANIM-HA dan hak-hak dasar kami yang melekat turun temurun dan di ambil secara paksa oleh Investor, perusahaan melalui ijin yang dikeluarkan oleh Pemerintah <\/span><span style=\"font-size: medium;\">mengelola tanah <\/span><span style=\"font-size: medium;\">Adat kami. <\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Kebijakan pembangunan perusahaan sangatlah kami pahami, sedianya belum akan berpihak kepada masyarakat Adat dan masyarakat kecil di kampung yang jauh dari kota Kabupaten. Kami akan berdaya ketika di setiap kampung ada 100 orang Sarjana S1 (strata 1), namun saat ini belumlah memadai dalam hal ini yang dimaksud untuk menerima perusahaan atau investasi perusahaan di daerah\/wilayah<\/span><span style=\"font-size: medium;\">kami. <\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Beberapa point yang menyangkut kearifan hutan berdasarkan manusia dan bumi <\/span><span style=\"font-size: medium;\">P<\/span><span style=\"font-size: medium;\">apua bersatu dalam jiwa alam <\/span><span style=\"font-size: medium;\">P<\/span><span style=\"font-size: medium;\">apua. <\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Berbicara tentang budaya papua (malind<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> anim<\/span><span style=\"font-size: medium;\">) berarti berbicara tentang pola pikir, pola rasa, dan pola tindak atau prilaku dari ratusan komunitas masyarakat pribumi dalam realisasinya dengan alam,<\/span><span style=\"font-size: medium;\">sesama serta sang pencipta.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Realisasi dengan alam (hutan,tanah,binatang dan air) ibarat hubungan antara anak dengan ibu.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Realisasi manusia papua dengan sesamanya di landasi oleh nilai nilai solidaritas kebersamaan dan gotong royong, keadilan, perdamaian melalui budaya.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Malind<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> anim <\/span><span style=\"font-size: medium;\"> religiolitas yang menunjukan rasa dekatnya dengan sang pencipta, bahkan mereka telah mengen<\/span><span style=\"font-size: medium;\">a<\/span><span style=\"font-size: medium;\">l allah jauh sebelum misionaris datang bahwa allah hadir dalam budaya mereka.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Merauke\/malind<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> anim <\/span><span style=\"font-size: medium;\">kaya dengan aneka ragam budaya,<\/span><span style=\"font-size: medium;\">hutan dan flora dan fauna <\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Budaya malind<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> anim<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> ini merupakan jati diri dan identitas <\/span><span style=\"font-size: medium;\">komunitas pendukungnya<\/span><span style=\"font-size: medium;\">, oleh karena itu harus dilindungi dan di pelihara bersama aneka flora dan fauna di tanah malind<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> nim.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Budaya malind<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> anim<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> bukan sekedar tarian atau ritual atau ukiran yang di perankan melalui pehiasan lumpur, hiasan dedaunan, anggin, pak, dan tali kayu lainnya.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Jika budaya malind<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> anim<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> tidak dilindungi dan di pelihara, maka budaya itu akan musna, dan jati diri serta identitas malind <\/span><span style=\"font-size: medium;\">anim <\/span><span style=\"font-size: medium;\">akan musnah.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Budaya malind <\/span><span style=\"font-size: medium;\">anim <\/span><span style=\"font-size: medium;\">satu kesatuan dengan pola pikir, rasa dan pola tindak yang menyangkut<\/span><span style=\"font-size: medium;\">keseluruhan eksi<\/span><span style=\"font-size: medium;\">s<\/span><span style=\"font-size: medium;\">tensi manusia malind dalam budayanya sendiri<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Alam yang merupakan pusat kehidupan sekaligus pusat kebudayaan malind<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> anim<\/span><span style=\"font-size: medium;\">, di mata pendatang adalah harta karun yang tak terhitung nilainya<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Nilai-nilai luhur yang hidup dalam budaya terus-menerus di guncang oleh nilai nilai individualis, hedonis, konsumeris serta tergoncang oleh pencuri hutan bertopeng<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><strong><span style=\"font-size: medium;\">ALASAN PENOLAKAN <\/span><\/strong><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\">\u201d<span style=\"font-size: medium;\">TANAH SEBAGAI INFESTASI ABADI, KEKAL, SEPANJANG MASA\u201d<\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Adapun alasan mengapa kami menolak Perusahaan\/Investor masuk ke kampung\/wilayah<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> Distrik Ilwayab,Tubang, Okaba distrk Ngguti<\/span><span style=\"font-size: medium;\">;<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Tanah <\/span><span style=\"font-size: medium;\">M<\/span><span style=\"font-size: medium;\">asyarakat Adat<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> di Distrik Ilwayab, Distrik Tubang, Okaba dan Distrik Ngguti <\/span><span style=\"font-size: medium;\">tidak terlalu luas<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> ( sempit )<\/span><span style=\"font-size: medium;\">, sedangkan jumlah penduduk kami <\/span><span style=\"font-size: medium;\">berfariasi jumlahnya<\/span><span style=\"font-size: medium;\">, untuk itu kami bermaksud tetap tidak memberikan tanah Adat kami kepada perusahaan apapun, karena generasi yang akan datang, <\/span><span style=\"font-size: medium;\">sub <\/span><span style=\"font-size: medium;\">suku Malind<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> Woyu<\/span><span style=\"font-size: medium;\">Maklew <\/span><span style=\"font-size: medium;\">hari demi hari akan terus bertambah dan berkembang.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Masyarakat <\/span><span style=\"font-size: medium;\"> Adat Distrik Ilwayab, Tubang, Okaba dan Distrik Ngguti belum <\/span><span style=\"font-size: medium;\">siap menerima perusahan apapun dengan teknologi can<\/span><span style=\"font-size: medium;\">g<\/span><span style=\"font-size: medium;\">gih, CSR, manajemen perusahaan, dan etos kerja perkantoran di bandingkan dengan<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> sumber daya masyarakat (<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> SDM <\/span><span style=\"font-size: medium;\">) <\/span><span style=\"font-size: medium;\">kami yang berada di kampung kami saat ini<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> masih sangat rendah<\/span><span style=\"font-size: medium;\">. <\/span><span style=\"font-size: medium;\">Menyadari SDM yang tidak memenuhi, sudalah pasti <\/span><span style=\"font-size: medium;\">tidak akan bisa bersaing dengan tenaga kerja yang akan ada dari luar kota Merauke dan Jawa serta dari luar Indonesia, karena lulusan pendidikan kami di kampung hanya sebatas SD, SMP SMA, dan SMK. <\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Tanah <\/span><span style=\"font-size: medium;\">M<\/span><span style=\"font-size: medium;\">asyarakat Adat <\/span><span style=\"font-size: medium;\">di Distrik Ilwayab, Tubang, Okaba dan Distrik Ngguti serta <\/span><span style=\"font-size: medium;\">wilayah sekitarnya akan kami jadikan sebagai tanah perlindungan masyarakat kampung guna mengadu nasib melanjutkan kehidupan sehari-hari. <\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Hutan menjadi sumber kehidupan utama bagi masyarakat Ada<\/span><span style=\"font-size: medium;\">t Papau umumnya dan kusus di Distrik Ilwayab, Tubang, Okaba dan Distrik Ngguti <\/span><span style=\"font-size: medium;\">dalam mencari kebutuhan hidup sehai-hari selama ini, sejak dari nenek moyang kami, dan jika hutan hilang maka hilanglah sumber mata pencarian dan sumber kehidupan berbudaya. Kehidupan budaya juga sangat berpegang erat dengan manusia Papua, dan khususnya kami di Tanah Malind, seperti ayah dan ibu serta saling berhubungan dengan alam semesta di wilayh kami.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Budaya kami akan hilang ketika hutan semua di tebang, ketika perusahaan berinvestasi di darah\/hutan Adat kami, maka kami sepakat dalam pengambilan kesepakatan melalui rapat budaya dan rapat-rapat penyelamatan Budaya dan Hutan serta Flora dan Fauna di wilayah<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> empat (4) distrik diatas<\/span><span style=\"font-size: medium;\">. Jika hutan tidak ada maka kami akan kesulitan.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Tanah dan hutan menjadi identitas Budaya bagi masyarakat <\/span><span style=\"font-size: medium;\">di Distrik Ilwayab, Tubang, Okaba dan Distrik Ngguti, h<\/span><span style=\"font-size: medium;\">utan merupakan ibu bagi kami dan di Dunia ini, menurut kami masyarakat tidak akan menjual <\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>\u201cibu\u201d<\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"> kami sendiri. Contoh, kayu untuk<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> pembuatan <\/span><span style=\"font-size: medium;\"> kandala (tifa) di ambil dari<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> hutan<\/span><span style=\"font-size: medium;\">, kulit bus<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> ( kayu putih )<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> untuk<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> atap <\/span><span style=\"font-size: medium;\"> rumah masyarakat yang nilainya sangat berarti dalam kehidupan berbudaya dan rumah masyarakat kampung. <\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Tanah untuk perhiasan\/gambar muka (tanah poo), materi rumah masyarakat di ambil dari hutan (kulit bus), dan ritual budaya lainnya sangatlah berkaitan erat dengan kehidupan kami masyarakat Malind<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> anim<\/span><span style=\"font-size: medium;\">. Banyak tempat-tempat sakral di sekitar wilayah kami, yang tidak bisa di ganggu, dan masih banyak fungsi lainnya menurut kami <\/span><span style=\"font-size: medium;\">M<\/span><span style=\"font-size: medium;\">asyarakat Adat. <\/span><\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Kami juga bercermin pada perusahaan terdahulu sebelumnya di Kampung Muting <\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-size: medium;\">PT.Central Cipta Murdaya<\/span><\/span><span style=\"font-size: medium;\">, <\/span><span style=\"font-size: medium;\">Kampung Selil PT. Bio Inti Agrindo, Kampung Afkab Makmur PT. Agriprima Cipta Persada, <\/span><span style=\"font-size: medium;\">Kampung <\/span><span style=\"font-size: medium;\">Z<\/span><span style=\"font-size: medium;\">anegi PT. Wahana Mulia Sukses Sejati, Bad, Wayau dan Perusahaan PT. Medco Papua, PT. Raja Walli Group dan Perusahaan Dongen Prabawa di Maam, yang telah menjarah hutan masyarakat habis-habisan dengan dalih kemudian masyarakat akan mendapat kebahagiaan dalam bentuk CSR\/tanggung jawab sosial perusahaan namun itu semua merupakan kebohongan belaka dan tidak terrealisasi. Jarang sekali masyaraka<\/span><span style=\"font-size: medium;\">t<\/span><span style=\"font-size: medium;\">P<\/span><span style=\"font-size: medium;\">apua atau masyarakat Malind <\/span><span style=\"font-size: medium;\">Anim <\/span><span style=\"font-size: medium;\">dan pemuda berada di tengah perusahaan sebagai dirut, supefisor, dan pekerja kantoran pada perusahaan. Walaupun ada orang <\/span><span style=\"font-size: medium;\">P<\/span><span style=\"font-size: medium;\">apua namun bukan yang berada dari pemilik hak ulayat tanah adat, bahkan sebaliknya dengan masuknya perusahaan PT. Medco masyarakat, di terlantarkan dari perusahaan dan tidak di<\/span><span style=\"font-size: medium;\">b<\/span><span style=\"font-size: medium;\">erdayakan. Banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan yang dampaknya sangat merugikan masayarakat.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Pembukaan lahan secara besar-besaran akan menimbulkan dampak buruk bagi perubahan iklim. Oleh karena itu, kami bermaksud untuk tetap melestarikan hutan Adat<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> di Distrik Ilwayab, Tubang, Okaba dan Distrik Ngguti <\/span><span style=\"font-size: medium;\"> guna mencegah p<\/span><span style=\"font-size: medium;\">em<\/span><span style=\"font-size: medium;\">anas<\/span><span style=\"font-size: medium;\">an<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> global <\/span><span style=\"font-size: medium;\">( global rorming ) <\/span><span style=\"font-size: medium;\">dan juga menjaga hutan sebagai kesinambungan<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> generasi, <\/span><span style=\"font-size: medium;\"> hutan sumber kehidupan <\/span><span style=\"font-size: medium;\">bagi<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> anak cucu kita.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Demikian surat pernyataan penolakan ini dibuat dengan sungguh-sungguh tanpa unsur paksaan dari pihak manapun. <\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>Surat ini resmi <\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\"><b>Suara Masyarakat Adat dari Marga-marga pemilik hak Ulayat dari Distrik Ilwayab dan Distrik Tubang serta masyarakat adat distrik Okaba dan distrik Ngguti yang disuarakan oleh Forum Intelektual kepada Pemerintah dan Pihak Perusahan. <\/b><\/span><span style=\"font-size: medium;\">Semoga Tuhan dan leluhur Marind Anim menyertai dan memberkati kami semua, sekarang dan selama-lamanya, AMIN. <\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: medium;\">Merauke,<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> 25 Mei 2013<\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: medium;\">Hormat <\/span><span style=\"font-size: medium;\">K<\/span><span style=\"font-size: medium;\">ami,<\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>BADAN PENGURUS<\/b><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>FORMASI- SSUMAWOMA<\/b><\/span><\/p>\n<table width=\"592\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"7\">\n<colgroup>\n<col width=\"261\" \/>\n<col width=\"23\" \/>\n<col width=\"266\" \/> <\/colgroup>\n<tbody>\n<tr valign=\"TOP\">\n<td bgcolor=\"#ffffff\" width=\"261\">\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\">\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"text-decoration: underline;\"><b>S. KOEL SAMKAKAI, S.Sos<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>Wakil Ketua I<\/b><\/span><\/p>\n<\/td>\n<td bgcolor=\"#ffffff\" width=\"23\">\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\">\n<\/td>\n<td bgcolor=\"#ffffff\" width=\"266\">\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\">\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: medium;\"><span style=\"text-decoration: underline;\"><b>M. ONG\u2019OWIE MAHUZE, S.Pd<\/b><\/span><\/span><\/p>\n<p lang=\"en-US\" align=\"CENTER\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>Sekretaris Umum<\/b><\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\"><b>TEMBUSAN KEPADA YTH :<\/b><\/span><\/p>\n<ol>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Gubernur Provinsi Papua di Jayapura<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Ketua DPR Provinsi Papua di Jayapura<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Ketua MRP Provinsi Papua di Jayap<\/span><span style=\"font-size: medium;\">u<\/span><span style=\"font-size: medium;\">ra<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Prov Papua di Jayapura. <\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Kepala Badan Pertanahan Nasional Prov. Papua di Jayapura <\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua di Jayapura<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Ketua KOMNAS HAM Papua di Jayapura<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Uskup Agung Merauke di Merauke <\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Ketua DPR<\/span><span style=\"font-size: medium;\">D<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> Kabupaten Merauke di Merauke<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Merauke di Merauke<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Kepala Badan Pertanahan Nasional Kab. Merauke di Merauke <\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Kepala Dinas <\/span><span style=\"font-size: medium;\">K<\/span><span style=\"font-size: medium;\">ehutanan dan Perkebunan Kab Merauke di Merauke<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Kepala Badan Investasi dan Promosi Daerah Kab. Merauke di Merauke<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Ketua LMA Suku Malind <\/span><span style=\"font-size: medium;\">Anim Kabupaten Merauke <\/span><span style=\"font-size: medium;\">di Merauke<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Kepala Distrik <\/span><span style=\"font-size: medium;\">Tubang di Tubang <\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Kepala Distrik Ilwayab di Wanam <\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Kepala Distrik Ngguti di Ngguti <\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Kepala Distrik Okaba di Okaba<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Pastor Paroki Okaba di Okaba <\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Pimpinan PT. Randu Kuning Utama di Merauke<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Pimpinan PT. Swarna Hijau Indah di Merauke<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Pimpinan PT. Wahana Samudera di Merauke<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Pimpinan PT. Kurnia Alam Nusantara di Merauke<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Pimpinan PT. Dharma Agro Lestari<\/span><span style=\"font-size: medium;\"> di Merauke<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p lang=\"en-US\" align=\"JUSTIFY\"><span style=\"font-size: medium;\">Arsip<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa bulan terakhir, di berbagai kampung di Kabupaten Merauke, telah digelar serangkaian rapat adat untuk membahas rencana investasi. Di masing-masing rapat ada keputusan yang jelas untuk menolak semua investasi dari perusahaan. Surat dibawa ini, dari kelompok intelektual Marind yang baru dibentuk (FORMASI-SSUMAWOMA) merupakan surat terbuka kepada Bupati Merauke dan instansi pemerintah lainnya serta pihak perusahaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[50,43,44,46,51,48,47,56,55,52,53,54,49,45],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/352"}],"collection":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=352"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":354,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/352\/revisions\/354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/awasmifee.potager.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}